Gadis Malang Mengubah Takdir!

Gadis Malang Mengubah Takdir!
BAB 77


__ADS_3

...FOLLOW IG AUTHOR: Oni_RA...


...SELAMAT MEMBACA...


Tubuh Aletta terasa hangat saat Al memeluknya. Tentu saja, mereka melakukan pergulatan panas dan harus menunda pergi ke rumah sakit karna ajakan yang di lakukan Al.


Aletta tertidur karna kelelahan atas pergulatan yang di lakukan Al dan dirinya di ranjang. Bukan hanya kelelahan, Aletta juga merasakan nyaman di pelukan hangat yang di berikan oleh Al.


Sampai kapan Aletta merasakan pelukan yang di berikan oleh Al untuk dirinya? Akankah semua kebersamaan ini berakhir? Untuk saat ini, Aletta ingin melakukan tugas istri dengan baik untuk Al, karna Aletta tidak tau sampai kapan dirinya akan bersama Al.


“Terimakasih sayang, ternyata kamu sudah sangat pintar bermain di ranjang,” ucap Al mengecup lembut pucuk kepala Aletta.


“Maaf membuat mu kelelahan,” lanjut Al memeluk erat Aletta.


Aletta melenguh karna merasakan hangat di kulit mulus leher nya di karnakan hembusan nafas Al. “Uuuuggggghhhhhh.....”


Saat Aletta hendak melepaskan pelukan Al. Al makin mengeratkan pelukan sambil berkata, “Kamu ingin pergi kemana sayang,” bisik Al begitu lembut di telinga Aletta sambil menggigit lembut telinga Aletta.


“Lepas dulu Al, aku ingin minum, haus....” cicit Aletta dengan intonasi yang begitu lembut.


“Al....” Rayu Aletta sembari mengelus lengan Al.


“Kamu sangat hangus?” tanya Al.


Lalu Aletta membalas dengan mengangguk.

__ADS_1


“Karna kamu sudah bekerja keras. Biar aku ambilkan minum untuk mu,” sergah Al mengambil tumberl yang berada di atas meja dekat dengan tempat tidur mereka.


“Terimakasih,” kata Aletta meneguk air minum yang di berikan oleh Al.


Aletta menandaskan air minum hingga tersisa setengah. Saat Aletta hendak menaruh nya kembali, tetapi di cegah cepat oleh Al. Al mengambil alih tumberl itu dari genggaman Aletta. Lalu menghabiskan sisa air yang di minum oleh Aletta. Tentu saja, Al juga sangat haus karna pergulatan tadi.


“Bisakah kita bersiap lebih cepat, aku ingin menemui kakak ku, aku khawatir dengan keadaan nya sekarang. Apakah dirinya sudah sadar?” ucap Aletta.


“Tentu, aku akan mengantarmu. Tetapi, biar lah sejenak kita menikmati waktu seperti ini, kamu tau. Aku sangat merindukan mu,” kata Al mengecup bahu mulus Aletta.


Setelah beberapa menit, Al dan Aletta membersihkan diri mereka dan langsung beranjak dari rumah untuk menuju rumah sakit tempat Alexa di rawat.


***


Kini mereka berdua duduk di dalam mobil menuju rumah sakit.


“Aku tidak mau, aku sangat merindukan kakak ku. Aku ingin menemui nya secepat mungkin,” ucap Aletta menolak ajakan Al.


“Kesehatan mu harus di perhatikan juga. Aku bukan melarang mu untuk menemui kakak mu. Hanya saja, kesehatan mu lebih utama,” balas Al.


“Tetapi, aku tidak lapar Al,” kata Aletta.


“Emhhh.... baik lah,” ucap Al.


Mobil membawa mereka ke arah tempat yang mereka tuju. Setelah beberapa menit perjalanan akhirnya mobil itu terparkir sempurna di depan rumah sakit.

__ADS_1


Al dan Aletta jarang beriringan di lorong rumah sakit sambil berbincang bincang tentang keadaan Alexa.


Langkah Aletta dan Al terhenti saat melihat mama dan papa Al duduk di depan ruang rawat Alexa.


Bagaimana bisa mama dan papa Al sampai di rumah sakit. Tepat nya di depan ruang rawat Alexa. Apakah semua kebenaran ini akan terungkap. Apakah ini adalah hari terakhir Aletta bersama Al. Apakah mama dan papa Al akan memisahkan mereka walaupun Alexa belum sadar. Banyak pertanyaan dan kekhawatiran yang muncul di benak dan hati Aletta saat ini.


Al menoleh ke arah Aletta, sejenak memandangi wajah wanita cantik yang saat ini memenuhi ruang hati nya. Tentu, Al mengetahui pasti apa yang saat ini Aletta pikirkan.


Al merangkul Aletta, lalu mengelus lembut bahu Aletta. Mengisyaratkan bahwa semua baik baik saja.


Aletta menoleh ke arah, dari sorot matanya sangat terlihat. Jika dirinya sangat berat jika harus pergi dan berpisah dari Al.


Tetapi dirinya tidak boleh egois, karna sedari awal dirinya hanya seorang pengganti. Karna sedari awal dirinya hanya Pengantin Yang Di Tukar. Bagaimana pun Aletta harus siap menanggung semua konsikuensinya yang sudah di lakukan nya.


“Kamu kenapa? Apa yang kamu khawatirkan? Percayalah, semua akan baik baik saja,” bisik Al di telinga Aletta.


“Apa kamu yakin?” tanya Aletta balik.


“Yakin, mari kita ke tempat mama papa.” Al menggenggam jari jemari Aletta.


...KALAU SUKA DENGAN NOVEL INI, DUKUNG AUTHOR YA DENGAN LIKE, VOTE, HADIAH DAN KOMEN. AGAR AUTHOR SEMANGAT UNTUK UP LAGI....


...TERIMAKASIH SUDAH MAMPIR DI NOVEL PYDT, SEMOGA NOVEL INI BISA MENGISI WAKTU LUANG KALIAN YA DAN SEMOGA KALIAN SUKA....


...JANGAN LUPA FOLLOW IG AUTHOR: Oni_RA...

__ADS_1


__ADS_2