
“Ma maksud mu apa?” tanya Aletta dengan terbata bata, sementara wajah Aletta terlihat kusut dan matanya masih basah karna menangis akibat dari perlakuan Al terhadap dirinya.
“Aku tanya, kau siapa?” kata Al dengan dada naik turun.
“Aku tidak mengerti, apa maksud mu, kau bertanya aku siapa? aku wanita yang sering kau rendahkan dan kau hina,” teriak Aletta.
Al mencengkram dagu Aletta dengan kuat, “Aku tanya sekali lagi! jangan berbelit, kau siapa? kau bukan Alexa, benarkan? kau bukan Alexa!” kata Al dengan gemertak giginya.
Degggg..... Bagaimana Al bisa tau jika dirinya bukan Alexa, bukankah selama ini peran Aletta sangat baik, bahkan peran nya untuk berpura pura menjadi Alexa tidak di curigai oleh Al bahkan orang tua Al juga tak mencurigai dirinya.
“Siapa kau sebenarnya? JAWAB!” teriak Al tepat di depan wajah Aletta.
‘Bagaimana ini? kenapa Al mendadak tau jika dirinya bukan Alexa, jika Aletta jujur maka pengobatan papa nya akan di hentikan, tetapi... untuk berbohong dengan berpura pura menjadi Alexa, Aletta tidak punya celah lagi.’
“A aku Alexa, Alexa Wijaya,” ucap Aletta.
Al melepas cengkraman nya dari dagu Aletta dengan kasar sampai wajah Aletta beralih ke samping.
“Kenapa kau tiba tiba bertanya seperti itu, aku jelas Alexa, Alexa Wijaya,” kata Aletta berusaha meyakinkan Al.
Aletta memang sangat marah karna perlakuan Al, tetapi saat ini Aletta memilih untuk meredam segala ego nya, di pikiran Aletta saat ini adalah bagaimana agar Al tidak mencurigai dirinya.
__ADS_1
“Apakah kau tidak yakin jika aku Alexa?” sambung Aletta menatap manik hitam mata Al.
“Apakah kau benar benar Alexa?” tanya Al balik pada Aletta.
“Sudah aku katakan, aku Alexa, Alexa Wijaya,” jawab Aletta.
‘Lihat wanita ini! Dirinya tetap tidak ingin jujur pada Al, meski Al sudah tau jika wanita yang di hadapan nya bukan Alexa, lalu siapa? siapa wanita yang di hadapan nya ini.’
Al menatap wajah Aletta secara rinci, dari mulai mata, wajah, hidung, wanita yang di hadapan sangat mirip dengan Alexa, sangat mirip sekali, tetapi.... wanita ini bukanlah Alexa, jadi siapa sebenarnya wanita yang di hadapan saat ini?
Cukup lama Al dan Aletta saling bertemu pandang, mata mereka saling beradu satu sama lain. sampai pada akhirnya Al memutuskan untuk turun dari tempat tidur nya dan pergi meninggalkan kamar nya serta Aletta yang masih berada di atas ranjang king size milik nya.
Al memasuki ruang kerja milik nya, dirinya menatap ke arah luar dengan kedua tangan nya melipat di dada.
“Siapa wanita itu?”
“Dirinya bukanlah Alexa!”
“Lalu siapa dia? Ternyata selama ini aku bukan menikahi Alexa, keluarga Abraham sudah menipu ku dan keluarga ku!”
“Pantes saja sifat nya berbeda dengan Alexa, bicara nya, tatapan nya, tetapi dia adalah rubah yang sangat licik, dirinya sangat pandai bersandiwara, sampai aku tak curiga jika yang bersama ku selama ini bukan lah Alexa.”
__ADS_1
Batin Al berkata. Segala pertanyaan muncul di benaknya saat ini tentang sosok Aletta.
“BAIKLAH AKAN IKUTI PERMAINAN MU,” ucap Al dengan tegas dan tersenyum smirk.
Entah apa yang saat ini di rencana kan Al untuk Aletta ke depan nya, dirinya seperti memikirkan sesuatu yang akan di perbuat pada Aletta.
Al mengambil benda pipih miliknya yang berada di saku celana, jari jemari mulai menekan nomor seseorang.
“Hallo tuan,” ucap seorang pria dari sebrang telpon tak lain adalah sekretaris pribadi miliknya.
“Ada apa tuan? Kenapa tuan menelpon mal__”
“Cari tau wanita yang bersama ku saat ini,” Al memotong ucapan seketarisnya.
“Maksud tuan? Nona Alexa?” tanya sekretaris.
“Dirinya bukan lah Alexa, kau cari identitas asli dirinya, aku tunggu dalam waktu 24 jam,” kata Al dengan tegas.
“Ba__”
Tut Tut Tut telpon terputus satu pihak.
__ADS_1