
“Ada apa ini ma? Kenapa ribut ribut?” tanya papa Al menghampiri Al dan mama.
Al dan mama menoleh ke arah papa, “Tidak apa apa pa, Al sedang menunggu Alexa,” jawab mama.
“Menunggu Alexa? papa lihat, tadi Alexa baru saja masuk gerbang rumah ma,” kata papa.
“Al cob__”
Saat papa ingin berbicara pada Al, Al langsung mengayun kan langkah kaki nya dengan tergesa gesa menuju keluar rumah, karna Al mendengar ucapan papa yang mengatakan jika Alexa baru saja masuk gerbang rumah nya.
Al berdiri di ambang pintu untuk menunggu Aletta dengan kedua tangan nya yang masuk pada saku celana nya.
Kini Aletta sudah berdiri di hadapan Al, “Dari mana saja kau? Kenapa jam segini baru pulang?” tanya Al saat berhadapan dengan Aletta.
Aletta melihat Al sejenak, tanpa menjawab pertanyaan Al, Aletta berjalan ke sisi kiri Al untuk masuk ke dalam rumah.
Saat Aletta berjalan ke sisi kiri Al, Al menghalangi Aletta dengan badan tegap nya, lalu Aletta berjalan ke sisi kanan Al, lagi dan lagi Al menghalangi jalan Aletta dengan badan tegap nya.
__ADS_1
“Hhhuuffftttt, Minggir! Aku mau masuk.” Pinta Aletta.
“Aku tanya, kau dari mana saja Alexa? Kenapa kau pergi tanpa memberi tahuku terlebih dahulu dan meminta izin pada ku!” kata Al dengan kesal.
“Dan kenapa pakaian mu berubah seperti ini? Apa yang kau lakukan di luar sana wanita murahan,” pekik Al melihat Alleta dari atas sampai kebawah.
Deg ‘Kenapa aku begitu ceroboh! Aku belum mengganti pakaian ku seperti Alexa,’ kata Aletta dalam hati.
Aletta memilih untuk diam, dirinya tidak ingin menjawab pertanyaan yang di lontarkan oleh Al, meski Aletta melihat wajah Al sedang kesal terhadap dirinya, Aletta berusaha untuk bersikap biasa saja.
“Aku tanya, Kau dari mana Alexa!!!!” pekik Al dengan menarik pergelangan tangan Aletta dan menggenggam sangat kuat.
Mendengar rintihan Aletta yang keluar dari bibir Aletta, Al semakin kuat menggenggam pergelangan tangan Alleta.
“Lepas, ini sangat sakit sekali...” rintih Alleta dengan suara yang memilukan.
“Al....” tegur mama Al dari kejauhan, mama Al berjalan mendekati Al dan Aletta.
__ADS_1
Al yang mendengar suara mama nya langsung melepaskan genggaman nya di pergelangan tangan Aletta dan mengubah posisi untuk berdiri di samping Aletta, Al langsung merangkul bahu Aletta.
“Jangan mengadu pada mama, jika kau berani mengadu, akan ku pastikan kau menyesal! Tersenyum lah dan tunjukan wajah ceria mu.” Bisik Al di telinga Alleta.
Al menyembunyikan tangan Aletta yang memerah karna perbuatan nya untuk merangkul pinggang nya.
“Ada apa ma?” tanya Al.
“Kenapa kalian tidak masuk dan berdiri sini?” tanya mama pada Al.
“Emmm ka- emm i-ini kami mau masuk ma,” ucap Al terbata bata.
Kening mama menggerut, lalu mama menoleh ke arah Aletta dan memerhatikan wajah Aletta.
Mama memerhatikan Aletta dari atas hingga ke bawah, “Alexa, Kenapa wajah kamu seperti itu? Apakah Al menyakiti kamu?” tanya mama.
Alleta terdiam, dirinya bingung ingin mengatakan apa, kepala Aletta mendongak ke atas untuk melihat wajah Al, saat mata mereka bertemu Al mengitimidasi Alleta dengan sorot mata nya.
__ADS_1
“Kenapa diam Alexa? Apakah Al menyakiti kamu nak? Katakan pada mama!” kata mama.