
...FOLLOW IG AUTHOR: Oni_RA...
...SELAMAT MEMBACA...
Kedua mata Aletta terbuka perlahan, pandangan nya sedikit buram, tapi ia tetap berusaha untuk membuka nya. Kepala nya terasa sangat pusing dan berat.
Aletta mencoba memejam kan kembali matanya, mengumpulkan kekuatan untuk dirinya yang saat ini terasa sangat lelah. Namun tidak lama mata Aletta terbelalak saat di mana dirinya mengingat kembali apa yang terjadi pada nya.
Aletta berusaha bangkit, namun gagal. Ternyata saat ini kedua tangan dan kaki Aletta di ikat dan mulut Aletta di lakban. Bagaikan sebuah seorang tahanan yang ingin di eksekusi. Aletta berusaha untuk melepaskan tali yang mengikat tangan dan kaki nya. Tapi mustahil, ikatan nya sangat erat.
Mata Aletta menelusuri ruangan dengan penerang yang sangat minim, namun masih bisa terlihat jelas oleh mata Aletta isi dari ruangan itu. Sempit dan kotor itulah yang Aletta lihat saat ini.
“Bagaimana bisa aku di sini?” tanya Aletta pada dirinya sendiri.
Aletta terdiam sejenak, mengumpulkan kepingan kepingan memori yang masih berada di ingatan saat ini. Sampai pada detik dirinya mengingat kembali saat dirinya dan Al berada di bandara Seoul.
Dan pada saat itu ada yang membekap mulutnya dan dirinya pingsan. Lalu, saat terbangun dirinya sudah berada di tempat ini.
Mata Aletta beralih pada pakaian yang di kenakan saat ini. Pakaian yang berbeda saat dirinya berada di bandara Seoul.
“Siapa yang mengganti pakaian ku?” batin Aletta.
Cccciiiitttttt.....
Suara decit pintu mengalihkan pandangan Aletta. Terlihat sosok pria berbadan tegap dengan jaket hitam yang melekat pada tubuh tegap nya masuk ke ruangan itu.
__ADS_1
“Sudah bangun?” tanya pria berbadan tegap duduk di hadapan Aletta.
Mata Aletta menatap tajam sosok pria yang berada di hadapan nya. Dalam hati Aletta berkata kenapa pria ini menculik nya. Apa yang di inginkan oleh pria ini.
Dengan mata merah dan sisa tenaga Aletta berusaha berontak, “Eemmmhhhhh,” ucap Aletta yang tidak bisa bicara karna mulut nya di lakban.
“Kau ingin berbicara?”
“Sebentar! Aku membuka ini dulu, agar kau bisa berbicara.” Pria itu membuka lakban mulut Aletta.
“Lepaskan aku! Lepaskan!!!!” Teriak Aletta di hadapan pria itu.
“Kenapa kau menculik ku? Apa salah ku! Lepaskan aku!!!! Lepaskannnn!!!!!” teriak Aletta hingga menampakan urat di leher nya.
Tetapi pria itu tidak memperdulikan ucapan Aletta, telinga nya seakan tuli. Dirinya duduk santai sambil melipat kedua tangan di dada nya.
“Aku tidak bisa!” kata pria itu dengan lantang.
“Aku tidak bisa melepaskan mu sekarang!” kata pria itu sekali lagi.
“Kau ingin apa dari ku? Apa salah ku pada mu? Kenapa kau menculik ku?” tanya Aletta penuh amarah.
“Kau tidak ada salah, hanya saja aku masih membutuhkan mu!” balas pria itu dengan santai.
“Lepaskan aku.... biarkan aku pergi,” ucap Aletta penuh permohonan.
__ADS_1
Hiks hiks hiks hiks tangis Aletta pecah, air mata mencucur dengan deras membasahi pipi nya.
“Aku mohon, lepas aku, biar aku pergi.” Aletta memelas, mengharap pria ini akan iba pada dirinya.
“Papa mama..... Hiks hiks hiks.” Tangis Aletta.
“Makan lah.” Pria itu menyodorkan sepotong roti ke bibir Aletta.
“Aku tidak mau!” teriak Aletta.
“Makan.” Pria itu lebih mendekatkan sepotong roti ke bibir Aletta sampai menyentuh bibir Aletta, memaksanya agar memakan roti itu.
Dengan tatapan nyalang penuh amarah, Aletta mengigit roti itu. Pria berbadan tegap itu tersenyum tipis, tetapi hanya sesaat. Karna setelah itu, Aletta membuang roti yang berada di mulut nya.
Cccuuuiiihhhhh.... Aletta membuang roti dari mulut nya.
“Kau!!!!” Pria itu meremas jari jemari nya, giginya gemerlutuk menahan amarah.
Dada nya memanas, tangan nya refleks terangkat ingin menampar Aletta, namun terhenti di udara karna suara dering telpon.
“Apakah dia sudah sadar?” tanya seseorang di sebrang telpon.
...KALAU SUKA DENGAN NOVEL INI, DUKUNG AUTHOR YA DENGAN LIKE, VOTE, HADIAH DAN KOMEN. AGAR AUTHOR SEMANGAT UNTUK UP LAGI....
...TERIMAKASIH SUDAH MAMPIR DI NOVEL PYDT, SEMOGA NOVEL INI BISA MENGISI WAKTU LUANG KALIAN YA DAN SEMOGA KALIAN SUKA....
__ADS_1
...JANGAN LUPA FOLLOW IG AUTHOR: Oni_RA...