
Sinar mentari sayup sayup menerobos masuk melalui celah jendela yang bertirai itu, cahaya nya menyinari wajah Aletta yang tampak kedua bola mata nya masih terpejam.
Aletta mengerjap kedua matanya saat merasakan cahaya mentari yang mengenai wajah cantik milik nya.
“Haa... Bagaimana bisa aku tidur di sini? Bukankah malam itu, aku memilih untuk tidur di sofa, tetapi... Kenapa tiba tiba saat aku bangun bisa berada di atas ranjang,” ucap Aletta kaget, karna menyadari jika dirinya tidur di atas ranjang.
Aletta menoleh ke arah Al yang tampak sedang menikmati alam mimpinya, lalu mata Aletta beralih pada tangan Al yang melingkar di atas perut rata nya.
“Bagaimana bisa dia tidur dengan memeluk ku? aku harus cepat cepat turun dari ranjang ini sebelum dirinya bangun, jika tidak... Dia akan mengatakan diriku wanita murahan lagi!” kata Aletta dalam hati.
“Jika pria ini tau, dirinya tidur dengan memeluk ku, dia akan memutar balikan fakta dan mengatakan kalau diriku yang mengambil kesempatan saat dirinya tidur,” ucap Aletta mengangkat tangan Al dengan perlahan.
Setelah memastikan Aletta terlepas dari pelukan Al, Aletta langsung turun dari ranjang lalu melangkahkan kaki nya ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
__ADS_1
Meski Aletta mengenal Al dalam hitungan hari, Aletta sudah sedikit mengerti dan paham sifat yang di miliki oleh Al, sifat Al yang tidak ingin mengalah dalam pertengkaran dan selalu menyalahkan Aletta setiap pertengkaran yang terjadi.
***
Aletta berdiri di ambang pintu kamar mandi dengan handuk yang menggantung di leher nya, mata Aletta beralih melihat pergelangan tangan nya yang tampak membaik.
Aletta sedikit bingung. Bagaimana bisa pergelangan tangan nya membaik? Karna, sejak pertengkaran dengan Al malam itu, Aletta tidak mengobati pergelangan tangan nya, meski diri nya tau jika pergelangan tangan nya membiru.
“Aku sama sekali tidak mengobati pergelangan tangan ku, tetapi, kenapa bisa membaik seperti ini,” ucap Aletta melihat pergelangan tangan nya.
“Tidak mungkin dia melakukan hal itu pada ku, bagaimana bisa lelaki jahat, arogan dan kasar melakukan hal itu pada ku! Mungkin... aku hanya bermimpi saja,” sambung Aletta mengingat kejadian malam itu.
“Tetapi... Hal itu terjadi seperti nyata, tidak, tidak, mungkin saja aku hanya bermimpi, lalu tanpa sadar aku berjalan sambil menutup mata, yayaya benar! Aku hanya bermimpi!” kata Aletta, karna merasakan kejadian malam itu antara mimpi dan seperti nyata terjadi pada dirinya.
__ADS_1
“Ehm...” Deheman Al membuyar lamunan Aletta.
Aletta menoleh ke arah Al, “Minggir,” ucap Al.
Aletta langsung menggeserkan tubuh nya untuk memberi ruang pada Al, “Dia... Dia sejak kapan berada di situ,” ucap Aletta dalam hati.
“Apakah dirinya mendengar apa yang ku katakan tadi! Ya ampun Aletta, kenapa kau ceroboh sekali!” kata Aletta memukul pelan dahi nya.
***
Di kamar mandi, Al tampak kalut dengan pikiran nya sendiri, karna Al mendengar semua yang di katakan oleh Aletta.
“Tadi dirinya mengatakan apa? Aku lelaki jahat, kasar dan arogan,” kata Al menatap dirinya di depan cermin kamar mandi.
__ADS_1
“Ternyata jika tidak ada aku, dirinya suka mengatakan hal buruk tentang diriku, Alexa, Alexa... Ternyata selain kau murahan, kau juga wanita yang manipulatif!” kata Al mengingat apa yang di ucapkan oleh Aletta tentang dirinya.
“Dan lalu dia mengatakan jika yang ku lakukan malam itu pada dirinya hanya mimpi! Alexa, Alexa, ternyata kau juga wanita yang sangat bodoh!” Al tertawa mengingat perkataan Aletta yang mengatakan jika dirinya mungkin hanya bermimpi.