Gadis Malang Mengubah Takdir!

Gadis Malang Mengubah Takdir!
BAB 37


__ADS_3

...FOLLOW IG AUTHOR: Oni_RA...


...SELAMAT MEMBACA...


Saat ini Al sedang duduk di kantor nya, menyandarkan tubuhnya di kursi kerja nya, mata Al menatap serius benda pipih milik nya, yang saat ini berada di genggaman nya.


“Bagus... ternyata, wanita itu menuruti apa yang aku katakan!” Al tersenyum melihat layar benda pipih nya.


Al sengaja memasang CCTV di rumah pribadi yang saat ini di tempati dirinya dan Aletta. CCTV itu langsung tersambung ke HP pribadi milik Al, semua yang di lakukan Al hanya untuk mengawasi gerak gerik Aletta.


“Apa apaan tingkah wanita itu! kenapa dirinya menari nari seperti itu.” Al tertawa melihat Aletta yang tampak sedang menari nari.


“Maaf pak.” Suara nyaring salah satu karyawan wanita yang tiba tiba mengagetkan Al.


Al yang panik karna kehadiran karyawan nya, langsung membalik kan layar HP nya dengan, “Ka ka kau, kenapa kau tidak mengetuk pintu terlebih dahulu! Apakah kau tidak tau aturan kantor ini!” seru Al dengan menatap tajam karyawan yang berada di hadapan nya.


Karyawan itu menunduk ketakutan saat melihat kilatan amarah dari mata Al.


“Kau harus ingat, kantor ini bukan milik mu, karna kau tidak punya sopan santun, maka... hari ini kau ku pec__”


“Maaf pak.” Karyawan wanita itu memberanikan diri memotong ucapan Al, saat Al ingin mengatakan ‘Kau ku pecat.’


“Berani sekali kau memotong ucapan ku, hhaaaa!!!!!” teriak Al dengan menggebrak meja kerja nya.


Karyawan wanita itu berjinjit kaget saat mendengar suara nyaring karna gebrakan meja Al, dirinya bergetar ketakutan saat melihat wajah Al yang tampak nya benar benar sangat marah.


“Maaf pak,” ucap karyawan wanita dengan menunduk dan menautkan jari jemari nya.


“Sebelum masuk ke ruangan bapak, saya sudah mengetuk pintu berulang kali, tetapi tidak ada sautan dari bapak, maka dari itu... saya memberanikan untuk langsung masuk pak, karna saya berpikir bapak sedang sibuk sampai tak mendengar ketukan pintu yang berulang kali,” jelas karyawan itu.

__ADS_1


“Saat saya sudah masuk dan sudah berada di ruangan ini, bapak juga tidak menyadari kehadiran saya, bapak hanya fokus pada HP bapak dan saya lihat bapak senyum senyum sendiri melihat layar HP bapak,” sambung karyawan wanita itu.


“Maaf sebelum nya pak, jika saya lancang dalam berucap, tetapi memang benar saya sudah mengetuk pintu lebih dulu pak, saya mohon pak, jangan pecat saya dari pekerjaan ini,” lanjut karyawan wanita itu dengan memelas.


Mata Al terbelalak mendengar penjelasan dari karyawan nya, Apa benar dirinya tadi senyum senyum sendiri? Dirinya merasa sangat malu karna mendengar penjelasan dari karyawan nya, bisa bisa nya, karyawan nya melihat dia tertawa sendiri, hal ini sungguh sangat memalukan.


‘Ini semua karna ulah wanita itu, sampai diri ku tidak fokus dengan urusan kantor,’ batin Al.


“Baiklah, aku tidak akan memecat mu, aku juga minta maaf karna sudah membentak mu,” ucap Al.


“Soal yang tadi, jangan pernah kau ceritakan pada siapapun!” kata Al penuh penegasan.


“Terimakasih pak, saya tidak akan menceritakan hal ini pada siapapun,” balas karyawan wanita itu.


“Saya ingin memberi ini pak, laporan keuangan perusahaan,” kata karyawan itu menyodorkan beberapa berkas.


Karyawan itu langsung mengayunkan langkah kakinya untuk keluar dari ruang Al dengan perasaan lega.


Sementara Al, dirinya merasa sangat malu karna tingkah nya sendiri.


Al mengambil benda pipih milik nya kembali, menatap serius layar benda pipih nya, dirinya penasaran kenapa Aletta bisa menari nari seperti itu.


Terlihat jelas di layar itu, Aletta sedang memegang sapu, tubuh Aletta yang menari nari dengan mengayun kan langkah kakinya ke kanan dan ke kiri sambil bernyanyi dan sesekali ujung sapu itu Aletta gunakan sebagai mic.


Let it go, let it go!


Can’t hold it back any more.


Let it go, let it go!

__ADS_1


Turn away and slam the door.


I don’t care what they’re going to say.


Let the storm rage on.Let the storm rage on.


The cold never bothered me anyway.


Al tertawa geli melihat tingkah konyol Aletta, bagaimana bisa wanita dewasa seperti itu bertingkah seperti anak kecil?


Sejenak Al berpikir, ternyata wanita yang bersama nya saat ini, sifatnya sangat jauh berbeda dengan sifat Alexa.


Inilah sifat Aletta yang asli, periang dan penuh keceriaan, meski Al tau, beban yang di tanggung Aletta sangatlah berat saat ini, karna untuk berpura pura menjadi Alexa, itu tidaklah mudah. Tetapi... Aletta mampu untuk melupakan beban yang di pikul sejenak dan menghibur dirinya sendiri.


Hanya saja, saat ini Al tidak tau, kenapa Aletta ingin menikah dengan dirinya dan pura pura menjadi Alexa? Bahkan, Aletta sama sekali tidak mengenali siapa Al sebenarnya.


“Apakah kau menyadari jika umur mu sudah tua, kenapa kau bertingkah laku seperti itu, ternyata... selain kau pintar untuk bersandiwara, kau juga... sangat pintar bernyanyi,” ucap Al dengan tertawa dan menatap layar benda pipih milik nya.


“Tetapi... apakah kau tau, suara mu itu sangat jelek, dari jauh saja telinga ku sangat sakit mendengar nya.” Al bermonolog dengan dirinya sendiri sambil tertawa.


Al tidak bisa berbohong, walaupun sikap Aletta saat ini terlihat begitu konyol, tetapi bagi Al, tingkah Aletta sangatlah lucu.


‘Ah.... apa yang sedang aku pikirkan, tidak tidak, kenapa aku harus memikirkan wanita itu, mau suara nya jelek atau tidak, itu bukan urusan ku!’ kata Al menegaskan dirinya sendiri, karna tugas nya saat ini hanya mengawasi gerak gerik Aletta saja, bukan untuk memerhatikan Alexa.


...MANA NIH TEAM ALETTA? TUNJUKIN KEBERADAAN KALIAN DONG!...


...TERIMAKASIH SUDAH MAMPIR DI NOVEL PYDT, SEMOGA NOVEL INI BISA MENGISI WAKTU LUANG KALIAN YA DAN SEMOGA KALIAN SUKA....


...JANGAN LUPA FOLLOW IG AKU: Oni_RA...

__ADS_1


__ADS_2