
Al semakin memperdalam kecupan nya di bibir Aletta, dirinya tidak memperdulikan Aletta yang terus berontak dengan memukul mukul bidang dada miliknya yang berotot, karna bagi Al, pukulan yang di berikan Aletta sangat lembut.
Aletta akhirnya menggigit bibir Al dengan sangat kuat, “Aaauuuwwww.” Al spontan memundurkan langkahnya dan memegang bibirnya yang sedikit berdarah akibat gigitan Aletta.
Aletta yang terlepas dari Al langsung mengusap usap bibirnya dengan tangannya secara bergantian.
“Berani sekali kau mencium ku!” Bentak Aletta pada Al.
“Kenapa? Bukan kah kau menyukai nya?” tanya Al tersenyum sumbing.
“Tidak, aku sangat membenci perlakuan kotor mu terhadap ku! Lantas siapakah yang pantas di sebut murahan? Aku atau kau.” Aletta menatap tajam ke arah Al.
“Alexa, Alexa... Kenapa kau harus marah? dan berlagak menjadi wanita sok suci!” ucap Al menghina Aletta secara halus.
“Kau hanya wanita murahan Alexa!”
“Kau lah yang murahan! kau memaksa ku un__” Ucapan Aletta menggantung di udara.
__ADS_1
“Kau lah yang murahan Alexa! Kau yang rela memberikan tubuh mu kepada pria lain demi harta dan karir mu.” Teriak Al dengan lantang.
“Bahkan, kau rela....” Al menghentikan sejenak ucapan nya yang terdengar sangat getir.
“Kau rela meninggalkan ku dan mengkhianti ku Alexa,” teriak Al dengan menahan sesak di dadanya.
Al memejamkan matanya berusaha untuk mengatur nafas nya dan emosi yang saat ini menyelimuti pikiran nya.
“Kau bereskan semua barang mu, kau akan ikut aku pindah ke rumah pribadi milik ku besok pagi!” ucap Al dengan dingin lalu melangkah untuk meninggalkan Aletta.
“Apa pindah! Aku tidak mau ik__”
“Lagi dan lagi dia meninggalkan aku saat belum selesai bicara, dasar pria nyebelin!” gerutu Aletta mengepal jari jemarinya dan menghentak hentakan kaki nya.
“Apakah dugaan ku benar, jika Alexa dan dirinya pernah saling bersama,” ucap Aletta dalam hati.
“Lantas apa yang membuat mereka berpisah? Dan kenapa Alexa harus pergi dan lari dengan pernikahan ini, bukan kah pria yang akan di nikahin Alexa adalah pria yang dia kenal sebelum nya,” ucap Aletta.
__ADS_1
***
Aletta menunggu Al untuk masuk ke kamar sampai larut malam, tetapi Al tak kunjung menampakan dirinya juga sampai tengah malam sejak pertengkaran mulut yang mereka lakukan tadi.
“Aku tau pasti dia sangat marah pada ku karna pertengkaran tadi? Lebih baik aku tidur di sofa aja, biar diri nya tidur di ranjang.” Aletta mengambil bantal dan selimut lalu membawa nya ke sofa.
Aletta merebahkan badan nya di sofa, tubuhnya di baluti dengan selimut tebal. Setelah beberapa menit, Aletta sudah terlelap dengan alam mimpi nya.
Al membuka pintu dengan perlahan, kaki Al mulai melangkah untuk masuk ke kamar yang di tempati diri nya dan Aletta.
“Kenapa dia tidur di sofa?” Al melihat Aletta yang terlelap dengan tidur nya.
Al mulai berjalan mendekati Aletta, lalu memandang wajah Aletta yang damai dan menenangkan dengan mata yang terpejam.
Mata Al tertuju pada pergelangan tangan Aletta yang terlihat membiru, “Apakah aku sangat menyakiti mu, kenapa pergelangamenyakiti mu, kenapa pergelangan tangan mu bisa membiru seperti ini?” Batin Al melihat pergelangan tangan Aletta.
Al mengambil kotak P3K lalu mengobati tangan Aletta dengan perlahan dan sangat lembut karna Al takut jika Aletta terbangun dari tidur nya.
__ADS_1
Setelah mengobati tangan Aletta, Al mengangkat tubuh Aletta lalu merebahkan nya di atas tempat tidur dan Al tidur di samping Aletta.