
...FOLLOW IG AUTHOR: Oni_RA...
...SELAMAT MEMBACA...
Setelah selesai pertempuran Al dan Aletta di atas ranjang. Mereka membersihkan diri dan langsung pergi ke rumah sakit untuk melihat kondisi Alexa.
Ternyata sampai di rumah sakit Alexa sudah pindah ke ruangan. Aletta berjalan menyusuri koridor rumah sakit, untuk mencari ruangan Alexa.
Langkahnya terhenti tepat di depan ruangan yang Aletta cari, Aletta langsung mendorong pintu ruangan itu dan tampak lah Alexa yang terbaring lemah.
Mendengar suara pintu terbuka, membuat Alexa menoleh ke arah pintu itu. Wajah gadis itu terlihat sangat pucat dengan infus yang terpasang di lengan wanita itu.
Bibir Aletta melengkung membentuk senyuman. Dirinya sungguh bahagia melihat sang kakak yang sudah kembali pulih dan menjalan kan operasi nya dengan lancar.
Aletta berjalan mendekati Alexa. Lalu berkata, “Apakah kakak sudah makan?” tanya Aletta menatap wajah pucat Alexa.
Alexa enggan menjawab pertanyaan Aletta. Dirinya hanya menatap mata Aletta dengan tatapan yang begitu dalam.
“Apakah ada yang sakit kak?” tanya Aletta mengelus lembut surai panjang milik Alexa.
Alexa menggeleng. Mengisyaratkan jika dirinya tidak ada yang sakit dan baik baik saja.
“Apakah kakak sudah makan? atau kakak ingin makan sesuatu?” tanya Aletta sekali lagi.
Jari telunjuk Alexa terulur ke arah satu buah apel. Aletta melihat arah jari telunjuk Alexa dan dirinya langsung paham jika Alexa menginginkan buah Apel.
Dengan sigap Aletta mengambil buah apel itu dan mengupasnya lalu memberikan apel itu kepada Alexa dengan terpotong.
Aneh nya Alexa tidak berontak apalagi memaki Aletta, dirinya menerima apapun yang Aletta lakukan terhadap nya.
__ADS_1
“Maafin aku Aletta,” ucap Alexa di sela sela dirinya memakan buah yang Aletta berikan.
“Maaf?” Dahi Aletta mengkerut.
“Maaf untuk apa kak? Kakak tidak pernah salah,” lanjut Aletta.
“Aku salah Aletta. Aku jahat. Aku sudah menyekap mu. Bahkan kau hampir mati karna ulah ku Aletta. Aku adalah kakak yang jahat Aletta. Sangat jahat!” jelas Alexa menyalahkan dirinya sendiri.
Aletta memeluk Alexa. “Tidak kak, bagaimana pun perlakuan mu terhadap diriku. Kamu tetap lah kakak ku yang sangat aku cintai,” ucap Aletta lalu melepaskan pelukan nya.
“Apakah kakak sudah siap untuk bertemu mama dan papa, mereka sangat merindukan mu kak,” sambung Aletta.
“Bertemu?” tanya Alexa.
Aletta membalas dengan mengangguk.
“Siapa bilang tidak ada yang menyayangi mu kak. Mama dan Papa kita sangat menyayangi mu kak. Mereka sangat merindukan mu,” kata Aletta.
“Tidak Aletta. Mereka tidak merindukan ku. Aku adalah manusia kotor dan banyak dosa. Tidak ada yang menyayangi ku Aletta,” ucap Alexa.
“Siapa yang bilang tidak ada yangmenyayangi mu, kami semua... sangat menyayangi mu,” kata Mama Al yang tiba tiba membuka pintu ruangan Alexa, di ikuti oleh Al dan Papa nya juga.
Aletta dan Alexa terjinjit kaget. Mereka menoleh ke arah sumber suara. Dalam hati mereka berkata, bagaimana bisa tiba tiba Mama dan Papa Al hadir di ruangan ini.
“Tante...” kata Alexa masih dalam keadaan kaget karna kehadiran Mama Al.
Mata Alexa beralih menoleh ke arah Papa Al, “Om...” lanjut Alexa.
Mama dan Papa Al tersenyum ke arah Alexa. “Maafin Alexa Tante, Om...” ucap Alexa merasa bersalah kepada Mama dan Papa Al yang berada di hadapan nya.
__ADS_1
“Alexa salah Tante. Maafin Alexa. Walaupun Alexa tau, Tante dan Om gak akan maafin kesalahan besar yang sudah Alexa lakukan. Tapi.... ku mohon Tante, Om... jangan membenci diriku yang hina ini!!!” kata Alexa begitu memilukan.
“Aku mohon Tante, Om... jangan membenciku....” lanjut Alexa dengan isak tangis.
“Tante dan Om, sudah memaafkan kamu Alexa,” ucap Mama Al dengan lembut.
Mama Al menoleh ke arah Papa Al. “Benarkan pa?”
Papa Al membalas dengan mengangguk.
“Kamu memang pernah melakukan kesalah Alexa. Tapi... Tante yakin, kamu adalah orang baik. Berubah dan berhentilah untuk menyakiti siapapun,” nasehat Mama Al.
“Kamu adalah wanita, wanita itu semuanya makhluk sempurna. Bukan karna kamu berbuat kesalahan, menjadi wanita hina seperti yang katakan Alexa, tidak!!! Kamu tetap bisa memperbaiki masa depan mu Alexa,” lanjut Mama Al.
“Seharusnya, kamu meminta maaf pada Al. Bukan pada Tante dan Om,” sambung Mama Al.
Alexa menoleh ke arah Al. Memandang netra hitam mata dengan lekat.
Setelah itu, Al beralih menatap mata Aletta begitu juga dengan Aletta. Netra hitam mata mereka saling bertemu, beradu menjadi satu.
Dari sorot mata Aletta, terlihat dirinya sedang menyiapkan hati atas keputusan yang akan Alexa ambil.
Bahkan, Aletta siap mundur jika Alexa meminta hal itu terjadi.
...KALAU SUKA DENGAN NOVEL INI, DUKUNG AUTHOR YA DENGAN LIKE, VOTE, HADIAH DAN KOMEN. AGAR AUTHOR SEMANGAT UNTUK UP LAGI....
...TERIMAKASIH SUDAH MAMPIR DI NOVEL PYDT, SEMOGA NOVEL INI BISA MENGISI WAKTU LUANG KALIAN YA DAN SEMOGA KALIAN SUKA....
...JANGAN LUPA FOLLOW IG AUTHOR: Oni_RA...
__ADS_1