Gadis Malang Mengubah Takdir!

Gadis Malang Mengubah Takdir!
BAB 50


__ADS_3

...FOLLOW IG AUTHOR: Oni_RA...


...SELAMAT MEMBACA...


Aletta menatap dirinya di depan cermin sambil membenahi rambut nya. Malam ini dirinya dan Al akan Dinner bersama di salah satu Restaurant yang terletak di kota Seoul.


“Kamu tidak perlu berdandan berlebihan, seperti ini sudah cukup bagi ku!” ucap Al yang tiba tiba memeluk Aletta dari belakang.


“Ah... kamu, mengagetkan ku saja,” balas Aletta melihat dirinya dan Al di depan cermin yang sama.


“Aku harus berdandan cantik malam ini, bukan hanya untuk malam ini saja, tetapi malam malam selanjutnya. Kau tau? Aku tidak ingin melewatkan moment bahagia seperti ini sedikit pun,” lanjut Aletta dengan senyum sumringah nya.


“Moment bahagia?” tanya Al dengan sedikit kaget.


“Apakah moment bahagia itu bersama ku? Benarkan? Kau bahagia bersama ku saat ini?” lanjut Al mengec*p leher jenjang Aletta.


“Haha....” Aletta tertawa kecil sambil menutup mulut nya.


“Kenapa kau terlalu percaya diri sekali, aku bahagia bukan karna bersama mu, aku bahagia... karna aku bisa berlibur di sini,” lanjut Aletta.


‘Walaupun aku menepis rasa itu, aku tidak bisa berbohong, bahwa hadir mu juga jadi pelengkap bahagia ku,’ lirih Aletta dalam hati.


“Apa????” Suara tinggi Al melepas pelukan nya dari pinggang ramping Aletta.


“Kau membuat mood ku sangat buruk malam ini, kenapa kau tidak memilih untukberbohong saja,” kata Al dengan nada datar dan dingin.

__ADS_1


“Berbohong? Apakah kau ingin aku membohongi mu?” balas Aletta.


“Iya, kau seharusnya berbohong saja, jika kau bahagia bersama ku. Setidak nya hal itu, tidak membuat mood ku menjadi buruk!” ucap Al.


“Kenapa kau seperti anak kecil seperti ini? Sudahlah, kita jangan bertengkar untuk saat ini, bukan kah kita ingin makan malam bersama?” Aletta melangkahkan kaki nya mendekati Al.


“Ayolah, aku sudah tidak sabar,” ucap Aletta merangkul lengan Al yang kekar.


“Emh... baik lah,” kata Al.


Al dan Aletta berjalan beriringan keluar dari kamar hotel dan menuju salah satu Restaurant di kota Seoul.


Dinner malam ini cukup romantis, mereka menciptakan romansa hangat yang membuat siapapun yang melihat nya akan menginginkan kekasih seperti mereka.


Al memperlakukan Aletta dengan baik dan seperti seorang kekasih yang sangat di cintai ya. Dari mulai saling menyuapi, berbicara bersama bahkan mereka saling melontarkan candaan hingga Al dan Aletta saling tertawa.


Selanjutnya Al membawa Aletta melihat kembang api yang menerangi langit malam ini.


“Bagaimana? Apakah kau menyukai nya?” tanya Al duduk di samping Aletta.


Al dan Aletta duduk di hamparan rumput, melihat keindahan kota Seoul dengan kembang api yang bertebaran di udara.


“Aku sangat menyukai nya,” jawab Aletta mata nya masih melihat ke langit langit malam.


“Aku akan berjanji membuat bahagia, asalkan kau berjanji untuk tetap bersama ku,” kata Al.

__ADS_1


Aletta menoleh ke arah Al, melihat sorot mata Al, mencari kebenaran dari ucapan yang keluar dari bibir Al.


“Kenapa kau mengatakan itu, kau mengatakan seolah olah diri ku akan pergi dari mu,” ucap Aletta di selingi tertawa kecil.


“Bagaimana jika benar kau pergi dariku?” tanya Al dengan sorot mata sendu.


“Kenapa jika aku pergi, bukan itu yang kau mau?” balas Aletta.


“Aku tidak pernah menginginkan mu pergi dari hidup ku! Kau tau, hadir mu adalah cahaya bagi kehidupan ku,” ucap Al dengan nada sendu.


“Tidak mudah bagi ku menjalani kehidupan beberapa tahun ini. Kau tau?” Al menggenggam jari jemari Aletta.


“Aku harus melewati banyak hal sendirian, kesedihan, kesepian, bahkan waktu ku hanya untuk bekerja, aku tidak pernah merasakan balasan cinta dari seseorang yang aku cintai.” Tangan Al masih setia menggenggam jari jemari Aletta.


“Selain cinta dari mama ku. Dan kau tau? Ayah ku memang baik tetapi dia terlalu keras terhadap ku, aku harus menuruti semua perkataan dia bahkan sangat bertentangan dengan ku,” ucap Al.


“Dan sejak kau di sini, kau sudah mengubah segala nya di hidup ku. Ku mohon, tetap lah bersama ku, jangan pernah meninggalkan ku.” Al semakin erat menggenggam jari jemari Aletta.


‘Aku tidak sanggup menatap mu seperti ini? Sorot mata mu terlihat sangat menyedihkan. Bagaimana jika takdir tidak berpihak pada kita?’ lirih Aletta dalam hati.


‘Aku juga mempertanyakan diri ku. Apakah aku bisa menjalani kehidupan tanpa mu? Sementara, aku sudah terbiasa akan kehadiran mu.’ kata Aletta dalam hati, seakan dirinya tidak ingin pergi dari kehidupan Al.


...TERIMAKASIH BUAT KOMENTAR YANG SUDAH SUPPORT AKU. THANKS YOU SO MUCH GUYS. AKU JADI SEMANGAT NULIS LAGI KARNA BACA KOMENTAR KALIAN....


...KALAU SUKA DENGAN NOVEL INI, DUKUNG AUTHOR YA DENGAN LIKE, VOTE, HADIAH DAN KOMEN. AGAR AUTHOR SEMANGAT UNTUK UP LAGI....

__ADS_1


...TERIMAKASIH SUDAH MAMPIR DI NOVEL PYDT, SEMOGA NOVEL INI BISA MENGISI WAKTU LUANG KALIAN YA DAN SEMOGA KALIAN SUKA....


...JANGAN LUPA FOLLOW IG AUTHOR: Oni_RA...


__ADS_2