Gadis Malang Mengubah Takdir!

Gadis Malang Mengubah Takdir!
BAB 30


__ADS_3

“JAWAB ALEXA!” Al semakin kuat mencekram bahu Aletta sambil menggoyangkan tubuh Aletta.


Dengan sekuat tenaga Aletta menepis tangan Al dari bahu nya, hingga cengkraman Al terlepas karena perlakuan yang di berikan oleh Aletta.


“Jika aku cari kepuasan kenapa? apa salah? apa kau cemburu.” Aletta bedecih di hadapan Al.


“Bukankah kau sendiri yang mengatakan, jika aku adalah wanita murahan, ******, lalu... kenapa kau harus marah jika aku cari kepuasan, KENAPA!!!!” teriak Aletta dengan dada naik turun.


“Kau....” Rahang Al mengeras, jari jemari Al mengepal hingga menampakan urat urat di tangan nya, mata Al sangat jelas terlihat memerah karna menahan amarah atas perlakuan Aletta.


Al jelas sangat marah, bagaimana bisa wanita di hadapan nya berteriak seperti itu, wanita ini sudah jelas salah dengan membantah ucapan Al, tetapi dirinya seolah olah tidak melakukan kesalahan.


“Ternyata nyali mu besar juga Alexa, wanita murahan seperti mu sangat berani membentak diri ku,” kata Al penuh penekanan.


“Ikut aku!” Al menarik Aletta dengan kasar.


“Aku tidak mau, lepassss!!!!” Aletta memberontak saat lengan nya di cengkram oleh Al dan di tarik paksa oleh Al.


“Ku bilang lepas, kau tidak berhak memaksa ku dan mengatur hidupku!” teriak Aletta tetap berusaha berontak agar Al melepas cengkraman nya.


Al tidak memperdulikan ocehan dari Aletta, dirinya tetap menarik tangan Aletta meski Aletta berusaha keras agar Al melepaskan nya.


Al langsung menghempaskan Aletta di kamar miliknya, hingga Aletta tersungkur ke lantai.

__ADS_1


“Kau bilang apa tadi? Aku tidak berhak memaksa mu dan mengatur hidup mu?” Al berjalan mendekati Aletta selangkah demi selangkah.


Al terdiam sejenak, kakinya terus melangkah dengan perlahan mendekati Aletta, lalu tiba tiba Al tertawa kecil “Hahahaha.” Tawa Al dan menatap Aletta dengan tatapan dalam.


“Aku berhak Alexa! aku berhak memaksa mu dan mengatur hidup mu sejak kau menikah dengan ku dan kau tau! seluruh hidup mu bahkan tubuh mu sudah menjadi milik ku Alexa! kau harus ingat itu,” kata Al penuh penekanan dengan gemertak giginya.


Melihat Al yang berjalan mendekati dirinya dan takut jika Al melakukan sesuatu hal pada dirinya, dengan gerakan cepat Aletta berlari menuju pintu.


Tetapi saat Aletta berlari ingin menggapai pintu, Al dengan gerakan cepat pula langsung memeluk pinggang Aletta.


“Kau ingin kemana sayang? kabur? kau tidak akan bis kabur,” kata Al menghempaskan tubuh Aletta ke atas kasur king size miliknya.


Aletta beringsut mundur, “Kau ingin apa?” tanya Aletta dengan penuh ketakutan.


Al mulai naik ke tempat tidur, saat Al ingin mendekati Aletta, Aletta langsung mengulurkan lima jari milik nya, “Jangan mendekat,” teriak Aletta.


“Kau kira aku perduli? tidak!” jawab Al melanjutkan aksinya untuk mendekati Aletta.


“Aku bilang jangan mendekat! apa kau tuli ha!” teriak Aletta semakin ketakutan karna Al yang tampak semakin mendekati dirinya.


Al tidak perduli apa yang di katakan Aletta, dengan gerakan cepat Al menarik kaki Aletta dan saat ini jarak wajah antara Aletta dan Al sangat dekat.


Al sangat tau, jika saat ini wanita di hadapan nya sangat ketakutan, terlihat dari binar mata wanita ini jelas terpancar rasa takut dan tubuh dari wanita yang di hadapan nya bergetar.

__ADS_1


“Kenapa tatapan mu seperti ketakutan seperti itu? bukankah kau tadi berteriak dengan lantang di hadapan ku! di mana keberanian mu tadi saat berteriak di ku!” kata Al.


“Tunjukan keberanian mu sekarang di hadapan ku!” sambung Al.


Aletta berusaha untuk menenangkan dirinya lebih dahulu, agar suara nya tidak terdengar bergetar saat membalas ucapan Al, “Apa? kau bilang aku takut! aku tidak takut padamu!” balas Aletta dengan sengit.


“Lepas!!!!” teriak Aletta mendorong tubuh Al.


Mendengar teriakan Aletta membuat Al semakin naik pitam, “Kau yang memaksa ku, baik lah!” kata Al dengan sorot mata tajam.


“Ka_ka kau__”


Ucapan Aletta terhenti saat Al merobek paksa pakaian yang di kenakan oleh Aletta, Aletta berusaha berontak, berteriak dan memukul mukul Al, tetapi seperti Al tidak perduli akan hal itu.


Al langsung mencumbu Aletta, mengecup Aletta dengan kasar meski Aletta bersi keras menolak.


Gerakan Al terhenti saat melihat di punggung Aletta tidak ada tanda lahir seperti Alexa.


“Siapa kau?” Al menghentikan aksinya.


Tetapi Aletta tidak menjawab dirinya masih shock karna perlakuan yang Al berikan.


“Aku tanya, kau siapa?” teriak Al dengan prustasi.

__ADS_1


__ADS_2