
...FOLLOW IG AUTHOR: Oni_RA...
...SELAMAT MEMBACA...
“Bisakah kau jauh sedikit, aku tidak nyaman seperti ini,” ucap Aletta, saat Daniel mengikis jarak di antara nya.
“Memang seperti ini aturan nya Alexa, kenapa kau bawel sekali,” balas Daniel, wajah nya sangat berdekatan dengan Aletta.
“Fokus aja Alexa, lihat ke depan, bukan kah kau ingin agar cepat selesai,” lanjut Daniel.
Aletta mengangguk, Daniel mendekatkan wajah nya ke wajah Aletta, tangan Daniel melingkar di perut rata Aletta.
“Sudah siap? Nona tolong tersenyum,” pinta sang fotografer.
‘Ini bukan profesi ku, ini profesi Alexa, aku tidak nyaman seperti ini,’ batin Aletta.
Bibir Aletta melengkung membentuk senyuman, iya... Senyuman terpaksa, sungguh Aletta tidak nyaman dengan posisi seperti ini.
Aletta terlihat sangat kaku, karna model bukan lah profesi Aletta melainkan profesi Alexa.
“Tuan Daniel, bisa lebih dekat lagi,” pinta sang fotografer pada Daniel, agar wajah Daniel lebih dekat dengan wajah Aletta.
“Iya seperti itu, siap? 1 2,”
Bbbbbbrrrrraaakkkkkk tiba tiba pintu terbuka lebar.
Semua yang berada di ruang itu terdiam, tubuh mereka kaku, saat melihat seseorang datang dengan wajah memerah, mata nya seperti elang yang ingin memangsa mangsa nya siapa lagi jika bukan Al.
Al sudah mengetahui jika Aletta pergi diam diam, dengan menggerakan beberapa bawahan nya, Al menugaskan agar mengikuti Aletta.
__ADS_1
Tangan Al mengepal, hati nya bergemuruh saat melihat Aletta dan Daniel yang begitu dekat, apalagi tangan Daniel yang melingkar di pinggang Aletta, Al benar benar sangat marah.
Bbbbrraaakkkkkk Bbbbrrraakkkk Ppprraaanggg...
Al menghancurkan isi studio foto itu. “Siapa yang menyuruh mu mengambil foto mereka!” teriak Al dengan lantang di depan sang fotografer.
Fotografer itu bergetar, dirinya sangat takut, lidah nya kelu.
“Katakan!!!! Apa kau bisu ha!!! Siapa yang menyuruh mengambil foto mereka,” teriak Al sekali lagi dengan emosi yang meluap luap.
“KATAKAN!!!!!” Al menarik kerah baju fotografer itu.
Fotografer itu menunjuk ke arah Daniel, mata Al mengikuti arah telunjuk fotografer itu, Al melepaskan tangan nya dari kerah fotografer itu, lalu berjalan ke arah Daniel, dengan meremas jari jemari nya.
Aletta membuka mulut nya, dirinya ingin menjelaskan pada Al. “A a aku bi__”
“LEPAS!!!!!” Teriak Al, karna tangan Daniel masih memeluk pinggang Aletta.
Bukan malah melepas, Daniel malah mengeratkan tangan nya di pinggang Aletta. “Jangan seperti Daniel, lepas!” ucap Aletta dengan nada tinggi.
“KAU TIDAK DENGAR!!!! LEPASSSS!!!!” Teriak Al pada Daniel.
“Jika aku tidak mau, kau mau apa?” balas Daniel dengan santai.
Al meremas jari jemari nya, urat urat nya sampai terlihat, mata nya memerah, rahang nya mengeras, saat ini emosi Al sangat meluap luap. “Kau memancing amarah ku sialan, kau benar benar....” Al menarik Daniel, dengan sekali sentakan, Daniel melepaskan tangan nya dari pinggang Aletta
Bbbbbuuugggghhhhhh satu tinjuan melayang di pipi Daniel, hingga tubuh Daniel tersungkur ke lantai.
“Kauuuuuu.” Daniel mengeram amarah, dirinya langsung bangkit.
__ADS_1
Bbbbuuuuuggghhhh Daniel membalas tinjuan Al, Al hampir terjatuh, tetapi dengan cepat Al menyeimbangkan kembali dirinya.
“Sialan, Kau.....” Bbbuuuggghhhh Al kembali memukul Daniel.
Beberapa orang yang ada di studio foto itu, berusaha untuk meleraikan perkelahian mereka, tetapi Al dan Daniel sama sekali tidak ingin di lerai dan malah menyakiti orang-orang yang berusaha melerai mereka.
“Hentikan....” teriak Aletta.
“Hentikan, ku mohon hentikan,” teriak Aletta sekali lagi.
Tetapi mereka tidak memperdulikan teriakan Aletta, Al dan Daniel saling memukul satu sama lain, saling membalas pukulan satu sama lain.
Aletta berlari mendekati Al, entah keberanian dari mana, Aletta memeluk lengan Al. “Berhenti, hiks hiks hiks, berhenti, ku mohon,” isakan tangis Aletta.
Al menepis tangan Aletta dengan kasar, sampai tangan Aletta terlepas dari lengan Al dan tanpa sadar kepala Aletta terbentur ke dinding, Al sama sekali tak sadar apa yang di lakukan nya, karna saat ini Al di liputi emosi.
Aletta sedikit pusing, karna benturan di kepala nya, dengan sekuat tenaga Aletta berjalan mendekati Al kembali dan langsung memeluk tubuh Al dengan erat se erat nya.
“Ku mohon... hentikan, hiks hiks hiks, ini semua salah ku, hiks hiks hiks, tolong berhentiiii...” tangis Aletta di pelukan Al dengan begitu pilu.
Sesaat Al terdiam, hati nya terenyuh karna perlakuan Aletta dan tangisan Aletta dalam keadaan memeluk tubuh nya, sungguh... Al tidak tega melihat Aletta menangis seperti ini.
Hati nya terasa sakit melihat isakan tangis Aletta dalam memeluk tubuh nya, Al membalas pelukan Aletta, lalu mengelus rambut Aletta.
“Urusan kita belum selesai!” ucap Al penuh penekanan, menatap Daniel dengan tatapan tajam.
Al menarik tangan Aletta, sebelum Aletta meninggalkan studio itu, Aletta menoleh ke arah Daniel dan mengucapkan, “Maaf...” kata Aletta sambil berlalu pergi.
...KALAU SUKA DENGAN NOVEL INI, DUKUNG AUTHOR YA DENGAN LIKE, VOTE, HADIAH DAN KOMEN. AGAR AUTHOR SEMANGAT UNTUK UP LAGI....
__ADS_1
...TERIMAKASIH SUDAH MAMPIR DI NOVEL PYDT, SEMOGA NOVEL INI BISA MENGISI WAKTU LUANG KALIAN YA DAN SEMOGA KALIAN SUKA....
...JANGAN LUPA FOLLOW IG AUTHOR: Oni_RA...