Gadis Malang Mengubah Takdir!

Gadis Malang Mengubah Takdir!
BAB 26


__ADS_3

Al tampak keluar dari kamar nya dengan setelan jas yang melekat pada tubuh tegap nya.


Ternyata, pakaian yang di kenakan oleh Al adalah pakaian yang di pilih dan di sediakan oleh Aletta dan kebetulan Al menyukai selera pakaian yang di sediakan oleh Aletta.


Saat Al melewati dapur, tanpa sengaja Al mendengar pembicaraan antara mamanya dan Aletta.


“Alexa… Apakah kamu tau, jika al sangat menyukai makanan ini,” ucap mama Al mengaduk opor ayam yang sudah di racik nya dengan bumbu yang sudah menyatu di dalam wajan.


Aletta menoleh ke arah mama sejenak, ‘Bagaimana bisa aku mengetahui makanan kesukaan dirinya, aku saja baru mengenalnya saat ini!’ kata Aletta dalam hati.


“Waktu kecil, Al sangat suka meminta mama untuk memasak makanan ini, dan kamu tau nak, hati mama akan merasakan sangat sedih dan terkadang mama juga menangis saat Al meminta mama memasak makanan ini,” jelas mama Al tersenyum getir.


“Kenapa harus sedih ma? Bukankah mama bisa memasak nya!” balas Aletta.


Mama tersenyum lalu menarik nafas dalam dalam dan menghembuskan nya, “Mama memang tau cara memasak nya, tetapi... Saat itu, keadaan keluarga kami tidak memungkinkan untuk ayam nak, jangankan membeli ayam, untuk membeli berasa saja kelurga kami kesusahan nak,” jelas mama.


“Ma... Maafin Alexa ya, Alexa tidak tau, maafin Alexa sudah membuat mama sedih karna mengingat masa lalu mama, maafin Alexa ya ma.” Aletta memegang dan mengelus pundak mama, Aletta merasa sangat bersalah kepada mama Al, karna dirinya mama Al jadi sedih mengingat masa lalu nya.

__ADS_1


“Jangan seperti itu nak, kamu gak salah kok, kamu juga harus tau bagaimana masa lalu Al, benarkan? Karna pernikahan itu akan langgeng dengan kejujuran termasuk kejujuran tentang masa lalu,” ucap mama Al.


Deg.... Kejujuran? Memang benar apa yang di katakan oleh mama Al, pernikahan harus di landasi dengan kejujuran, bagaimana dengan pernikahan yang di jalani oleh Aletta, pernikahan yang di landasi dengan dasar kebohongan.


Mendengar perkataan yang di lontarkan oleh mama Al, membuat suasana hati Aletta berubah menjadi sendu.


“Apakah kamu bisa memasak Alexa? Jika kamu yang memasak makanan kesukaan Al, pasti Al sangat menyukai nya,” kata mama Al memecah lamunan Aletta.


Aletta berjinjit kaget, “A i-iya ma Ale__”


Aletta dan mama menoleh ke arah Al yang tiba tiba sudah berada di belakang mereka.


“Al... Jaga ucapan kamu, kenapa kamu mengatakan hal itu, Alexa itu istri kamu!” kata mama.


“Al hanya bercanda ma,” balas Al tertawa kecil.


“Alexa, jika kamu belum bisa masak, nanti akan mama ajarkan gimana masak opor ayam ini,” ucap mama pada Aletta.

__ADS_1


“Iya ma, ter__”


“Tidak perlu ma, dia lebih baik menghabiskan waktu untuk berbelanja dan foya foya, dari pada belajar masak.” Al memotong ucapan Aletta lagi.


Mama menoleh ke arah Al dan menatap nya dengan tatapan tajam, “Al…” Mama menekan ucapan nya pada Al


Melihat mama nya yang menahan amarah, Al langsung berkata, “Mama jangan melihat aku seperti itu, aku tau kok jika anak mama yang satu ini tampan, benarkan ma?” ucap Al dengan bercanda untuk mencairkan suasana.


“Tetapi... Jangan menatap ku serius seperti itu ma, itu membuat ku takut! Aku hanya bercanda saja ma,” sambung Al.


“Al... Mama tidak ingin dengar ucapan kamu seperti itu, jika ingin bercanda, kamu seharusnya bisa menggunakan bahasa yang sopan kepada istri kamu nak.” Mama menasehati Al.


“Kamu paham tidak, jika ucapan yang kamu lontarkan pada Alexa, semua itu menyakiti hati Alexa,” lanjut mama.


“Sudah ma tidak apa apa,” ucap Aletta berusaha untuk mencairkan suasana agar hangat kembali.


“Kamu ingin makan masakan aku! Nanti malam akan aku masakin untuk kamu ya sayang,” kata Aletta dengan manja pada Al.

__ADS_1


__ADS_2