
"Aku sudah bilang tidak usah mencampuri kehidupan ku, Apa kau tuli.!" bentak Er
"Ups, tapi Tuan saya sudah tau letak semua barang barang mu, dari yang tak kau suka sampai yang kau suka"
"Ck ck " berdecak kesal "Apa apaan mama emang aku anak kecil" gumam Erlan
"Kalau begitu saya pamit tuan"
Erlan tak habis pikir dengan mamanya bagaimana bisa pria dewasa sehat normal memiliki pmbantu pribadi? entahlah. hanya untuk berjaga jaga mungkin
"Wah wah apa aku sedang bermimpi.!!! ini kamar ku?" gumam Nayra tak percaya
"Gaji besar, dapat kamar mewah, makan disini tinggal disini..aargggh… terasa bukan pembantu" gumam nyya
Nayra tak berhenti bersuara dia bersorak ria baru kali ini dia tidur dikamar mewah
"Sangat mewah dan klasik" ia berteriak kesenangan seperti orang gila
Dia naik keatas kasur dia melompat lompat seperti anak kecil karna senang mendapat kasur empuk dan besar
"Huf..cape" ia segera mandi karna merasa gerah sambil memegang kepalanya yang lumayan sakit
"Wow ini kamar mandi atau bukan" teriaknya kegirangan
Setelah satu jam menghabiskan waktu dikamar mandi ia segera memakai baju santai ala rumahan
Nayra hanya memakai kaos sepaha dan celana panjan
Pukul 17.00. Dia segera memasak karna Bik Ila tidak bisa pulang karna Suaminya ternyata sakit jadi Nayra yang mengurus semuanya
Menurutnya bekerja sebagai Pembantu di Mansion Erlan sangatlah Enak karna dilengkapi sapu listrik Ace Hardware dan pel lantai listrik jadi gak cape cape banget kan
Setelah selesai semuanya Nayra tinggal memanggil Tuuannya untuk makan malam
"Tuan, makan malam sudah siap" teriak Nayra sehingga yang dipanggil pun turun
Mereka pun duduk berhadapan dimeja makan banyak yang sudah tersaji dimeja tapi kebanyakan makanannya yang berkuah seperti soup ayam, soto, soup buntut, dan masih banyak lagi
__ADS_1
"Kenapa makanannya kuah semua?"
"Nyonya menyuruh saya agar Tuan makan banyak yang berkuah karna Tuan mudah sekali panas dalam" jelas Nayra
Erlan hanya diam dia tidak tahu apa yang dipirkan oleh Mamanya sampe segitunya "Enak juga tuh bocah masak" gumam nya setelah menghirup kuah itu
"Heh Tuan kalau mau puji, puji langsung gak usah pakai ngatain bocah juga umur saya 20 tahun sudah dewasa" jawab Nayra penuh penekanan hingga Er bungkam
Tidak ada suara pun saat makan hanya terdengar suara sendok dan garpu setelah selesai Nayra membereskan semuanya, Erlan sesekali melirik tapi tak diperdulikan oleh Nayra
"Ternyata dia lebih cuek" gumam Erlan lalu Naik keatas untuk melihat data yang dikirim asistennya
"Serem juga nih rumah engga ada rame rame nya, ihh takut kalau ada kunti bagaimana? kalau setannya ada dibelakang aku bagaimana?" gumam Nayra setelah mengatakan itu dia jadi ketakutan apalagi dia lagi didapur
"Aaarrgghhhh...setan.!! setan" teriak Nayra sambil menaiki tangga dia memang sangat takut dengan setan karna dia pernah lihat setan diatas pohon semacam kunti
Setelah diatas tangga Nayra mengatur nafasnya yang tersengal sengal "Huf, cuman ilusi ku saja sepertinya"
Karna merasa mendengar teriakan Erlan segera keluar kamar untuk melihat apa yang terjadi kebetulan Nayra di depan kamarnya tapi dengan membelakangi pintunya
Nayra merasa ada nafas dan dia pun berbalik " Aaarggghh setan, pergi kau setan biadap" karna mendengar teriakan Nayra otomatis Erlan juga ikut teriak
"Hey kamu ini sudah gila teriak teriak gak jelas, pakai ngatain setan emang muka aku kek setan apa" ketus Err tidak terima
"Huf… untung saja Tuan, maaf ku kira Tuan setan tapi wajah Tuan memang kek setan" ledek Nayra karna Erlan memakai masker warna hitam
"Blewh, gak dapat gak dapat" ledek Nayra lalu masuk kekamar nya "Sial susah lagi dikunci" gumamnya namun Erlan mampu menerobos masuk kamarnya
karna kamar Nayra besar mereka saling kejar mengejer layaknya kucing dan anjing
Dia lupa kalau ia menjatuhkan barang saat sedang asik didalam kamar karna tidak melihat kebawah Nayra terjatuh
BRUK.!!
"Auh sialan. sakit banget lagi"
"Hahah, kasian kena karma" ejek Erlan yang masih berdiri didekat Nayra
Nayra tidak tinggal diam dia menendang menendang kaki Er hingga terjatuh dan malah menimpa tubuhnya sendiri
DEG.!! suara jantung keduanya seperti mau keluar
__ADS_1
Kedua mata hitam mereka bertatapan sehingg membuat ritme jantung mereka lebih cepat dari biasanya
Nayra yang merasa keberatan lalu berkata "heh Tuan pergi sana berat tau" ketusnya tapi Erlan serasa tidak dengar dia seperti terhipnotis oleh tatapan Nayra
"Apa dia tuli sehingga tak mendengarku?" batin Nayra
Nayra menampar pipi Erlan pelan sehingga pria itu tersadar "Sir anda bisa pergi tidak? saya bisa mati karna anda menimpa tubuh saya" kata Nayra sehingga Erlan langsung bangun
Nayra menyadari kalau suasana sedang tegang dia tidak mau kalau merasa canggung didekat Erlan lagian juga itu hanya main main jadi gak usah terbawa hati "Tuan berat badan kamu itu berapa sih? berat banget kek Gajah" tanya Nayra lalu ketawa
Erlan yang merasa diejek pun tak terima dia s menjewer telinga Nayra dengan kuat "Tubuh ku gak seberat yang kau kira" Kata Erlan sambil menjewer
"Auh Tuan sakit. lepasin dong aku gak ada salah" desis Nayra kesakitan
"Sebagai hukumannya kamu harus menuruti perintah aku 24 jam"
"Gak"
"Apa kamu lupa kamu itu pembantu pribadiku jadi aku berhak dong mau menyuruhmu apa saja" ketus erlan
"Iya ya ya" ucap Nayra cemberut sambil mengerucutkan bibirnya membuart Erlan gemas tidak tahan ingin mengecupnya namun dirinya masih menahan sekuat mungkin
"Apa yang terjadi kepada diriku?"
"Im nervous (Aku gugup)" guman Erlan seperti orang gila
Mereka berada dikamar masing masing, Erlan sedang memikirkan dirinya, apa yang terjadi?
Sedangkan Nayra dia lagi rebahan sambil memainkan ponsel kesayangannya walaupun sudah retak dan buruk ia tetap menyayanginya karna tidak ada uang lagi untuk membeli lagi, yang kedua dia menyayanginya karna hasil dari jerih payahnya sendiri
pukul 21.00 wib setelah selesai melakukan pekerjaannya Erlan memanggil Nayra untuk minta di pijati
"Nayra, kesini cepat" teriak Erlan untung saja kamar mereka bersebelahan so masih kedengaran juga
"Ada apa tuan"
"Cepat pijatkan kepala ku" perintah Erlan kepada Nayra, dan dia segera naik kekasur dan duduk di belakang Erlan sambil memijatinya
Erlan lagi lagi merasa gugup karna suara deruhan nafas Nayra sangat terasa di lehernya jelas saja membuat dia geli dan membuat hasrat laki lakinya keluar
"Apa enak Tuan?" Tanya Nayra berada didekat telinga Er
"Sshitt… dia memang membuatku gila terdengar nafasnya saja membuat yang disana tegang apalagi suara seksi nya" ucap batin Er menjadi geli sendiri
__ADS_1
Nayra menepuk nepuk pipi Erlan dengan pelan "Tuan kalau aku tanya dijawab dong" kesal Nayra karna dari tadi dia bertanya tapi tidak dijawab satu kata pun
Hargai aku lewat like, komen, vote, dan bunganya 》;