Gadis Miskin Milik CEO

Gadis Miskin Milik CEO
Makan bersama Arsyan


__ADS_3

Setelah diberi kartu black crad Nayra segera masuk kedalam mobil dan menyuruh sang sopir untuk menuju kesupermarket termahal dikota tersebut


Setelah sampai Nayra turun dari mobil ia menyuruh sopir tunggu dan sang sopir setuju ia pamit untuk menaruh mobil tersebut ditempat parkir


Nayra masuk kedalam ia segera mengambil troli karna mungkin ia akan berbelanja banyak


Mata Nayra berbinar melihat barang barang yang ia lihat, dia berjalan sambil mencari tempat bahan makanan dan akhirnya ketemu


Yang pertama ia ambil adalah daging daging segar


"Daging apa ini mahal banget"


"Daging wagyu. daging sapi premium" ucap Nayra sambil membaca tulisan di depan sapi.


"Ya gak semahal ini juga kali, tapi aku beli boleh gak ya. dibikin semur pasti enak" gumam Nayra lalu memasukan daging sapi tersebut kedalam troli


2 jam lamanya belanja akhirnya selesai ia segera kekasir dan mengantri untuk membayar..


Setelah gilirannya dia membayar, Nayra menyerahkan kartu black crad tersebut, semua orang tampak melongo karna bukan orang biasa yang memakai kartu tersebut


"Tunggu sebentar ya mba" ucap si kasir ramah dan dibalas anggukan Nayra


Setelah selesai berbelanja ia segera pulang kemansion Erlan dan merebahkan tubuhnya kekasur


"Apa aku pinjam aja uangnya" gumam Nayra


"Tapi kalau aku gak bisa bayar. bagaimana?"


"Arrgggghhh...bingung"


Setelah mengatakan tersebut Nayra memilih tidur ia tak jadi bikin kue karna dirinya sudah kelelahan


...********...


Pukul 2 siang Nayra terbangun dari tidurnya ia menggeliat malas saat bangun dari tidurnya


"Hoaamm..ini udah jam berapa" ucapnya sambil melihat jam yang ada dikamarnya


"Ohh jam 2 siang" sambungnya lagi lalu memejamkan matanya


"Apa sudah jam 2. Oh my guad" ucapnya lalu pergi kekamar mandi untuk mandi dia ada janji dengan Arsyan untuk mengajaknya jalan


Biasanya Nayra tidak suka diajak sama cowok jalan jalan atau dirayu tapi entahlah kenapa dia sangat suka kalau jalan dengan Arsyan.


Karna menurut Nayra, Arsyan memiliki sifat lembut dan sopan kepada perempuan itulah mengapa setiap kali Arsyan mengajak jalan dia selalu mau

__ADS_1


Nayra memakai pakaian yang dibelikan Arsyan pada tempo hari lalu. pakaian yang terlihat sederhana namun terlihat cantik jika dipakai


Nayra memutar mutar tubuhnya didepan cermin "Cocok sekali" ucapnya senang


Ia pun turun dari kamar dan duduk disofa menunggu jemputan


Kebetulan Bik Ila sedang lewat sambil berkata "Eh mau kemana udah rapi banget ?" tanya wanita lansia itu


"Mau diajak jalan sama cowok" jawab Nayra santai


"Kamu sudah punya pacar?" tanyanya lagi


"Eh bukan. Nayra masih jomblo Bik yang ngajak jalan cowok nyasar di cafe" ucap Nayra cengengesan


"Dasar anak muda jaman sekarang pikirannya cowok melulu. Yasudah Bibi pamit kekamar kamu jangan lupa jaga diri kamu" ucap bik ila sambil memberi peringatan


"Okey Bik"


Setelah menunggu beberapa menit akhirnya mobil yang ditunggu tunggu Nayra datang, ia segera pamit dengan Bik Ila lalu menutup pintu rumah setelah keluar pagar Nayra menyapa Arsyan


"Apa kabar Tuan?" sapa Nayra


"Baik. kalau kamu?"


"Alhamdullilah saya baik" Balas Nayra


"Wah ternyata baju yang kupilih sangat cocok dengan tubuhmu" puji Arsyan


"Ah.biasa aja kok" sela Nayra


"Kamu bukan biasa tapi luar biasa" puji Arsyan lalu membuka pintu untuk Nayra


Nayra hanya tersenyum diperlakukan seperti itu, mereka pun masuk kedalam mobil dan pergi meninggalakn tempat Mansion


"Kita mau kemana?" tanya Nayra untuk memecah keheningan


"Entah. kau mau kemana ke mall, bioskop, atau kerestoran" ujar Arsyan


"Aku gak mau disitu terlalu mahal mahal" sahut Nayra


"Lalu kita kemana. ketaman?" tanya Arsyan


"Hemm... gak usah kita ketempat makan rumahan sambil melihat pemandangan indah. udah lama aku gak kesitu tapi kalau kamu gak mau yaudah sih itu terserah kamu"


"Kalo kamu mau ya gak papa" ucap Arsyan lalu Nayra menunjukan jalan dimana tempat makan itu berada cukup jauh akhirnya mereka sampai

__ADS_1


Arsyan sempat terkagum kagum oleh pemandangan tersebut mata mereka seperti dimanjakan oleh pemandangan yang indah sejuk dan juga asri


Saat keluar dari dalam mobil Nayra menghirup udara dalam dalam lalu menghembuskannya udara yang tampak masih bersih dan segar


"Tidak salah kau memilih tempat makan Nayra, disini sangat bersih asri dan rerumputan yang hijau hijau" ujar Arsyan senang


"Tentu dong siapa dulu. Nayra gitu loh" Nayra menyombongkan diri


Bukannya marah atau kesal Arsyan malah mencubit hidung Nayra dengan gemas sehingga hidung Nayra merah


"Aduh kenapa dicubit" protes Nayra sambil memegangi hidungnya yang merah


"Kamu itu terlalu gemas sehingga aku tak tahan untuk mencubitmu"


"Kamu pikir aku bayi gitu" Nayra kesal namun tak dihiraukan oleh arsyan


"Hey tunggu" teriak Nayra mengejar Arsyan yang pergi meninggalkan dia sendirian


Setelah sampai ditempat makan ternyata ramai pengunjung sehingga mereka antri terlebih dahulu


Setelah selesai memesan mereka memilih tempat duduk beserta meja sambil menghadap danau yang sangat bersih serta pemandangan yang sangat indah


Mereka berbincang bincang sambil menunggu pesanan datang dan akhirnya tiba


Terdapat Nasi dan berbagai lauk pauk terdapat ayam, ikan, tahu, tempe dan sambal yang sangat dijadikan favorit semua orang dan terdapat sop buntut dan sayur asem dan minuman untuk mereka berdua dengan rasa yang sama yaitu es teh


Sebelum makan mereka mencuci tangan terlebih dahulu dan membaca doa sebelum makan


Nayra memperhatikan Arsyan yang makan begitu lahap dengan menggunakan tangan


"Kupikir Tuan tidak suka memakan pakai tangan dan ternyata dugaan kusalah" ujar Nayra kepada Arsyan


"Kau tahu dulu aku orang miskin, disaat itu ayahku bekerja sebagai kuli bangunan dan ibuku sebagai buruh cuci diwaktu itu ada seorang Ibu ibu yang menuduh ibuku merusak bajunya sehingga tidak ada lagi yang mau mencuci di ibuku. diwaktu bersamaan ayahku juga sedang tidak ada kerjaan kami terpaksa memakan nasi dan dan garam dikala kami tak ada uang" jelas lirih Arsyan ternyata dahulu dia dari kalangan biasa


Mendengar cerita tersebut Nayra menjadi sedih dia teringat disaat dia mengalami hal yang sama seperti Arsyan namun bukan nasi dan garam yang ia makan melainkan nasi dan terasi digoreng


"Maafkan aku sehingga membuat mu sedih" ucap Nayra sambil menyeka air matanya


"Sssstt. jangan menangis didepan nasi nanti nasinya juga nangis" Arsyan sambil menghapus air mata Nayra yang masih tersisa


"kau tahu Makanan ini membuat ku merindukan Ibuku yang sudah di surga sana" lanjut Arsyan lagi sambil menatap diatas


"Kamu jangan bersedih nanti Ibumu yang sudah bahagia disana jadi sedih juga" Nayra sambil memegang pipi Arsyan


Terasa sangat hangat dihati Arsyan saat Nayra memegang pipinya

__ADS_1


BERSAMBUNG :)


__ADS_2