Gadis Miskin Milik CEO

Gadis Miskin Milik CEO
Getaran cinta!


__ADS_3

...SELAMAT MEMBACA :)...


Tak terasa bulinang kristal keluar dari sudut mata Ibu Nayra, dia merasa tidak becus menjadi orang tua. Tidak perhatian sama sekali kepada Anaknya. Bukan tidak perhatian, namun keadaan yang harus membuat dia seperti itu.


"Terima kasih, Nak." Ujar Ibu Nayra kepada Erlan, dia hanya bisa mengucapkan terima kasih kepada keluarga lelaki itu yang bersedia membantunya dengan senang hati. Padahal, uang operasi Nayra mencapai ratusan juta rupiah yang tidak bisa dicari dalam waktu semalaman.


"Tidak apa apa, Te." Balas Erlan tulus, lagian dia juga menyukai Nayra, seluruh hartanya pun bisa dia berikan ke Nayra semua, asalkan wanita itu bersamanya. harta dia tidak sebanding dengan kecintaannya kepada Nayra.


Selain mendapatkan hati sang kekasih ia juga harus mendapatkan hati calon mertunya kelak. Menghalu dulu gak papa kan, pikir Erlan.


Orang tua Erlan pun datang, mereka juga sangat senang bahwa Nayra sudah terbangun dari masa kritisnya, apalagi orang tua Nayra yang tak henti henti mengucapkan terima kasih kepada keluarga Erlan.


3 minggu kemudian...


Mereka datang secara bergantian untuk merawat Nayra. Kini Nayra sedang duduk dikursi roda sambil didorong Erlan untuk menghirup udara segar dipagi hari.


"Tuan, apakah aku terlalu menyusahkan bagimu?" Tanya Nayra sambil menatap lelaki dibelakangnya.


"Tentu saja tidak. Tapi, kenapa kau berbica seperti itu?" Erlan balik bertanya sambil menaikan satu alisnya sembari menunggu jawaban yang akan keluar dari bibir Nayra.


Nayra menghembuskan nafas dengan kasar lalu berkata "Kau terlalu banyak membantuku, sehingga aku tak mampu untuk membalasnya dengan cepat."


Erlan berjongkok menyesuaikan tubuhnya dengan Nayra yang sedang duduk dikursi roda, tampak sudah senyum manisnya untuk Nayra. Orang yang melihatnya akan salah tingkah kepada Erlan begitu juga dengan Nayra. Tapi, sekuat mungkin dia menunjukan reaksi biasa padahal jantung sudah bergetar hebat.


Nayra merasa Erlan terlalu berlebihan kepada dirinya yang membuat Nayra keheranan kepada Tuannya itu, sikap yang manis, posesive, dan melakukan hal apapun untuk dirinya membuat Nayra ada rasa yang tidak bisa diungkap kan lewat kata kata.


Erlan bahkan sangat jarang kekantor demi Nayra hanya demi Nayra! Membuat sang Asisten mengeluh karna semua tugas diberikan kepadanya.

__ADS_1


Nayra terkadang tersenyum sendiri membayangkan hal itu, apalagi jika seperti dinovel novel yang suaminya sangat posesive jika istrinya hamil atau kenapa napa membuat


Nayra berpikir, pantaskah dirinya untuk Erlan? Dia juga selalu berpikir kenapa hatinya terlalu mudah mencintai seseorang yang sayang dan dekat kepadanya? Menurutnya ini bukan salahnya, tapi salah hatinya yang tidak bisa diajak kompromi karna derajat dan latar belakang mereka sangat jauh berbeda, membuat Nayra tidak percaya diri.


"Kenapa kau memikirkan uang itu? Uang itu bukanlah apa apa dibandingkan keselamatan dirimu." Kata Erlan membuat Nayra salah tingkah lagi.


Tak terasa senyum simpul terbit dibibirnya membuat dia merubah ekspresinya menjadi datar kembali. Jantungnya pun tidak bersahabat lagi disaat Erlan menatapnya terus menerus.


'Kenapa dengan diriku ini? Ayolah Nayra dia hanya berkata bukan mengungkapkan perasaan.'  Batin Nayra berucap untuk meyakinkan dirinya agar tidak telalu percaya diri.


Erlan berdiri dari tempat jongkoknya dia mendekatkan kepala kepada Nayra membuat wanita berambut cokelat itu melotot. 'Apa Tuan Er akan menciumku?' Itulah yang dipikirkan Nayra membuat wajahnya memanas padahal udara disana sangat sejuk.


Kedua tangan Erlan menyentuh lembut kepipi Nayra dan berkata "Jangan kau pikirkan perihal uang itu. Yang harus kau pikirkan itu, hidup sehat agar kita bisa hidup bersama." Jelas Erlan lalu pindah posisi kebelakang untuk mendorong kursi roda yang dipakai Nayra.


Wajah Nayra memanas mendengar perkataan Erlan 'Hidup bersama' apa yang dimaksud lelaki itu? Entahlah. Yang kini Nayra rasakan wajah memanas dan jantung berdegup kencang.


Erlan tidak menyadari perkataannya itu tapi setelah dia mengingat reaksi wajah Nayra tadi membuat dia melotot dan tersenyum sendiri.


Erlan berhenti mendorong lalu melihat wajah Nayra dengan sangat dekat. Membuat wanita berambut coklat itu terkejut. Jantung yang tadi sedikit normal kini berdetak dengan cepat kembali, Nayra merasa apakah dia mempunyai riwayat penyakit jantung? Tapi untunglah penyakit itu tidak menyerang ketubuhnya yang dia rasakan sekarang itu adalah getaran cinta.


Nayra hanya bisa mengangkat dua alisnya sebagai pertanyaan dia tidak berani membuka suara nya karna takut dia menjadi gugup.


"Tidak apa apa." Jawab Erlan lalu mengatur posisnya kembali dan lanjut mendorong kursi roda yang dipakai Nayra.


'Wajahnya memerah? Apa dia juga merasakan hal sama kepada ku' tanya Erlan kepada dirinya sendiri didalam hati.


Yang tadinya ingin menghirup udara segar sambil bercanda tawa tapi kini mereka sama sama diam sambil bergelut dengan perasaan mereka sendiri sendiri.

__ADS_1


Setelah 15 menit kemudian ada seorang lelaki yang memanggil nama Nayra membuat sang empuh menoleh ke sumber suara tersebut.


Lelaki itu mendekat kearah Nayra lalu berkata "Kau Nayra bukan? Kenapa dengan dirimu? Apa yang terjadi dengan rambut indahmu? Kenapa kamu duduk dikursi roda? Kenapa kepalamu diperban? Kenapa kau tidak pernah mengabariku tentang dirimu?" Tanya Arsyan menggebu kepada Nayra. Dia adalah Arsyan teman lelaki yang dijumpainya di Cafe.


"Ya. Aku Nayra, Arsyan. Aku terkena Kanter otak sehingga rambutku harus dipotong dan kepalaku diperban. Maaf, aku tidak pernah mengabarimu tentang diriku." Jawab Nayra lembut sambil menatap Arsyan.


Erlan hanya bisa menatap Arsyan dengan kecemburuan. Apalagi Nayra berkata maaf kepada Arsyan karna tidak pernah memberinya kabar.


'Kenapa kau tidak menghargai perasaanku sama sekali? Apa belum cukup perhatian dan kasih sayangku kepadamu? Kenapa kau tidak peka sama sekali Nayra!' Erlan berucap didalam hati sambil menahan cemburu.


Arsyan menatap Nayra dengan iba, hatinya juga hancur melihat Nayra dalam kondisi seperti ini.


"Kau kenapa tidak pernah membicarakan hal ini kepadaku? Apa keadaanmu sudah membaik?" Tanya Arsyan sekali lagi.


"Aku hanya tidak ingin merepotkanmu dengan memberi tahu penyakitku dan Alhamdullilah keadaanku mulai membaik, tapi itu belum pasti." 


"Huf, Syukurlah kalau begitu. Tapi, kenapa belum pasti?" Tanya Arsyan lagi dia ingin mengorek informasi tentang Nayra yang belum dia ketahui sama sekali.


"Aku rasa ada yang aneh saja. Tapi yasudalah kita ganti topick. Kok, kamu ada dirumah Sakit?"


"Skretarisku, Laura. Tiba tiba sakit, karna itu aku masih berada disini." Jelas Arsyan lalu dijawab Nayra dengan ber oh ria.


"Oh ya, ruang rawatmu kira kira dimana?"


"Ruang VVIP nomor 05."


"Sudah selesai bicaranya! Tidak ada hal penting yang harus disebutkan. Kalau begitu kami permisi karna Nayra harus melakukan pemeriksaan." Kata Erlan datar kepada Arsyan. Er memutar kursi roda Nayra dan berbalik kebelakang tanpa mendengarkan perkataan dua orang manusia itu terlebih dahulu.

__ADS_1


Arsyan tetap memperhatikan Nayra dan Erlan yang sudah berbalik dari dirinya lalu berkata dengan sedikit mengencangkan suaranya agar Nayra bisa mendengarkannya "Kapan kapan aku akan menjengukmu, Nayra." Kata Arsyan membuat Nayra menoleh dan dibalas dengan senyuman saja.


Dukungannya ya, Maaf jarang up.


__ADS_2