
"Kenapa Tuan bawa saya kesini?" tanya Nayra sambil menatap Tuan anehnya itu
"Kamu itu pembantu jadi harus nurut sama majikan" ucap Al penuh penekanan
"Hah! majikan saya orang tua anda Tuan" ucap Nayra penuh keberanian
Rahang Al mengeras dia menggertakan giginya menahan emosi, dia mencengkram dagu Nayra dengan kuat dan berkata "Aku anak dari majikan mu jadi aku berhak memerintahkan apapun kepadamu" ucap Al penuh penekanan lalu melepaskan cengkeraman dengan kasar dan berjalan memasuki Club
Nayra memegangi dagunya yang merah itu dan terasa panas karna Al terlalu kuat mencengkram dagu nya
Dia menyusul Alfred kedalam Club, matanya terperangah melihat semua orang sedang berlari kesana sini mempersiapkan segalanya
Dilihatnya Al sedang duduk dengan bergaya angkuh sambil menghisap rokoknya dan berkata "Tugasmu membersihkan semua kamar diatas"
Nayra melongo, Club ini sangat besar dan mewah pasti disini kamarnya sangat banyak
"Tuan tidak salah kata kan" ucap Nayra
"Tentu saja tidak, tenang saja kau akan dibantu oleh pelayan disini" katanya membuat Nayra senang setidaknya dia tidak terlalu berat pekerjaannya
Nayra lalu naik ke atas bersama pelayan, dia melihat sekelilingnya sangat indah walaupun itu tempat haram tapi pemandangannya tidak merusak mata sekali kecuali pada malam hari mata kamu akan ternodai
Nayra masuk kamar dengan membawa alat kebersihan yang sudah disiapkan, dia membersihkan kamar VVIP
Ini kamar nya
Lampu berwarna merah itu masih menyala, lantainya mengkilat sangat indah bukan jika anu anu disini
__ADS_1
"Oh ya ampun ini sangat cantik sekali" gumam Nayra lalu dia mematikan lamou berwarna merah itu dan menyalakan lampu seperti biasa
Dia melihat ke arah seprei masih ada noda yang membuat Nayra hampir mual dia lalu mengantinya dengan seprei baru yang wangi
Nayra menyapu dibawah ranjang takut ada kotoran, dia terkejut menemukan balon dibawah ranjang
"Tunggu tunggu, balon kok ada disini?" gumam Nayra sendiri lalu dia mengambil ponselnya dan memotret balon itu lalu mencari di aplikasi jawaban sejuta umat
Mulutnya menganga melihat jawaban yang keluar dari aplikasi itu lalu melempar balon itu dengan rasa jijik karna dia tadi memegangnya
"Bodoh! kenapa malah ditinggalkan disini?" ucap Nayra sambil mengelap tangannya di sprei yang baru dia ganti
Nayra mencari lagi barang di bawah ranjang kasur dan dia menemukan segitiga bermuda yang tergulung gulung, Nayra dengan sergap membuangnya dengan cepat.
Dia membuka laci menemukan banyak sekali bekas obat yang entah apa itu namanya, lalu kembali membuang sampah itu
Nayra melihat ada botol di meja dekat sofa lalu mendekati dan mengambilnya "Eh ini kan, Pompa ASI, udah tua kok *****?" tanya Nayra kepada dirinya sendiri sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal sama sekali
Dia membuka lemari yang ada di dalam kamar VVIP itu dilihatnya semua baju kurang bahan
"Ckckck, Tuan Al sudah miskin kah? sampai memberi pakaian kurang bahan seperti ini" gumam Nayra
Setelah membersihkan kamar VVIP itu dia keluar dan kekamar selanjutnya sehingga sampai akhir dan juga dibantu pelayan
Setelah tugas nya selesai dia turun kebawah melihat Tuan Al yang sedang mengotak atik laptop nya sambil menghisap rokok
Nayra menghampirinya duduk di sofa satunya karna asap rokok tidak baik bagi kesehatan sama sekali
"Emmm, Tuan" panggil Nayra
__ADS_1
"Hemm" deheram Al
Nayra menyerah Pompa ASI itu kepada Al dan berkata "Tuan ini kan tempat Club malam, kok ada Pompa ASI? apa bayi diperbolehkan menginap disini? atau----" Nayra menjeda ucapannya sebentar lalu tersenyum geli
"Atau apa?" tanya Al sambil mengangkat satu alisnya
"Atau bayi besar yang itu itunya" kata Nayra tanpa malu sekali
Alfred bingung ingin menjawab pertanyaan Nayra dari mana dia juga tidak mungkin menjelaskannya secara detail
"Setelah menikah kamu juga akan tau" jawaban Al datar dan singkat
Nayra melongos mendengar jawaban dari Al "Masih lama" ketus Nayra
Al tersenyum licik kepada Nayra lalu berkata "Apa mau aku praktekkan"
Nayra melongo mendengar ucapan Tuannya dan berkata "Hah! maksudnya gimana nih? pakai ini aku" kata Nayra sambil menunjukan dadanya
"Ya iyalah gak mungkin pakai punyaku"
"No!!! Tuan mesum" kata Nayra
"Lah kata kamu mau tau, ini mau di praktekkan malah gak mau" senyuman jahat diwajahnya terlihat jelas
"Gak gitu juga kali" sungut Nayra menahan malu
"Sini mana nomor kamu" pinta Al lalu merebut ponsel yang ada ditangan Nayra
Nayra hanya memperhatikan apa yang Tuan absurd nya lakukan lalu Al memberikan kembali ponsel Nayra
__ADS_1
"Tonton itu" suruh Al lalu Nayra menontonnya, Sial. volumenya sangat besar sehingga orang disana menoleh semua