Gadis Miskin Milik CEO

Gadis Miskin Milik CEO
Kritis


__ADS_3

"Mau apa lagi?" Tanya Hanna ketus dan juga kesal, lelaki yang selalu membuatnya marah dan terjerat masalah.


"Tidak, kau mau kemana?" tanya lelaki itu, tangan satunya sedang memegang Kopi panas yang siap diminum.


"Tidak usah kepo!!!" Ketus Hanna lalu menarik tangan yang digenggam lelaki tadi dengan kuat sehingga kopi yang dibawa sampai tumpah, Hanna berlari cepat meninggalkan lelaki itu yang sedang menatap sepatunya karna terkena tumpahan kopi panas.


Hanna berlari sambil mengejek lelaki itu, Akhirnya dia sampai dimana tempat Erlan berada. Wajah yang tertawa karna berhasil menindas lelaki tadi berubah menjadi menyedihkan melihat semua orang yang sedang bersedih.


Hanna mendekati Ibunya Nayra menyentuh pundaknya perlahan, Ibu Nayra menoleh kebelakang menatap Hanna. lalu dibalas dengan senyuman tulus Hanna.


Hanna memeluk Ibu Nayra lalu mengusap tubuh belakangnya dan berkata "Tante jangan menangis, kita doakan saja semoga operasinya berjalan lancar"


"Aamiin"


Hanna juga ikut duduk disebelah Ibu Nayra sedangkan Erlan dibarisan bangku satunya, Sedangkan orang tua Erlan sedang keluar untuk membeli sesuatu.

__ADS_1


Megi pun ikut datang bersama Udin, dia juga sedih melihat mantan sahabatnya yang sedang berusaha untuk bertahan hidup.


Hanna, Megi, dan Nayra. Mereka masih Menyapa dan menanyakan kabar lewat Aplikasi hijau, karna sahabat itu seperti saudara namun tidak sedarah, tetapi mereka juga bisa menjadi musuh terbesar kita sendiri.


Nayra tidak pendendam dia mudah memaafkan seseorang namun tidak melupakannya, karna. Seorang penghianat tidak begitu mudah untuk dilupakan.


Kata kata sindiran Nayra waktu itu dia hanya khilaf, entah kenapa dia bisa mengeluarkan kata kata yang kasar dan menyakitkan hati bagi yang mendengarnya.


Hanna dan Megi tidak ada kata canggung diantara mereka berdua, mereka juga sudah saling memaafkan hanya saja mereka jarang bertemu.


Sedangkan Udin dia sangat canggung didekat orang tua Nayra apalagi Hanna yang menatapnya tajam seolah mengisyaratkan kebencian mendalam, bukan sebab apa Hanna membencinya. Karna satu lelaki yang tak lain Udin persahabatan mereka menjadi retak.


Tanpa mereka ketahui ternyata Al menyewa stalking (menguntit) agar bisa mematai matai Er.


Semenjak tertarik memanfaatkan Nayra, Al memerintahkan Hacker Perusahaannya untuk mengetahui segala identitas Nayra, sejak saat itulah dia mengetahui Nayra mengidap penyakit kanker otak namun sikap dia biasa saja dan menurutnya hal ini lah yang membuat Er bertambah sedih.

__ADS_1


Benar sekali dugaannya, Kini Erlan sedang menempelkan tissu didekat matanya sambil memainkan ponselnya, wajahnya yang putih kini berubah menjadi merah, bibir yang selalu tersenyum kini berubah menjadi raut kesedihan.


Balik lagi kerumah sakit....


Dokter lelaki itu keluar dari ruang operasi, Semua orang menatap Dokter itu dengan tanda tanya berharap jawaban yang akan diberikan Dokter itu tidak mengecewakan.


Dokter itu menarik nafas dalam dalam dan membuangnya secara perlahan lalu berkata "Pasien mengalami masa kritis karna pendarahan di otaknya, kita hanya bisa menunggu pasien siuman, Saya permisi"


Deg


Semua orang terkejut mendengar perkataan Dokter, kita tidak tau kedepannya apa? Bagaimana? Dan seterusnya, Hanya Othor lah yang tau wkwkw.


Semua orang bertambah sedih mendengar kabar itu, Erlan melihat Nayra dari kaca pintu karna tidak ada yang boleh masuk kecuali Suster dan Dokter.


Erlan keluar dari rumah sakit untuk berjalan jalan menenangkan hati dan pikirannya. Dia menghirup udara lalu menghembuskannya berulang kali, bahaya dong kalau gak bernafas.

__ADS_1


Kira kira Nayra selamat gak yah?


Kecewa gak kalau Erlan dapet yang baru?


__ADS_2