
"Sudah sudah kenapa kita jadi melow ayo makan nanti keburu dingin" kata Arsyan lalu tersenyum
Nayra pun mengangguk dia pun ikut makan bersama sesekali mereka berbicara sebentar disela sela makan
Namun ada seseorang yang menggepalkan tangannya menahan amarah Ya. siapa lagi kalau bukan Erlan
Ternyata Erlan dan Diki sering sekali ketempat itu untuk makan dan mereka datang kesini karna rindu mencicipi sop buntut milik sang penjualan
Erlan dan Diki lebih dulu datang sebelum Nayra dan Arsyan datang, Er sempat melihat Nayra yang sedang antri memesan makanan disaat pertama melihat sebenarnya Erlan ingin memanggil Nayra namun sayang dia harus menelan pahit nya kekecewaan saat melihat Arsyan yang memanggil Nayra dia pun mengurungkan niat nya untuk memanggil Nayra
Erlan tampak memperhatikan Nayra dan Arsyan yang begitu akrab dari kejauhan ia sesekali iri dengan Arsyan yang begitu dekat dengan pujaan hati
Emosi Erlan kini sampai diubun ubun saat melihat Nayra menyuapi arsyan dengan tulus
Nayra menyuapi Arsyan memakai tangannya bukannya ilfeel tapi Arsyan malah suka dan terlihat sangat senang
Balik lagi ke Arsyan dan Nayra
"Rasanya jadi berbeda" Arsyan sambil mengunyah
"Lah kok iso" tanya Nayra menggunakan bahasa meme
"Rasanya jadi manis ketika kau menyuapiku apalagi pakai tangan" gombal Arsyan membuat Nayra tersipu
"Gak usah gombal gombal mending mangan" ucap Nayra sambil mendorong pelan lengan Arsyan
"Kamu orang jawa.?" tanya Arsyan
"Bukan saya orang Afrika" candaNayra lalu tertawa
"Lah nyasar dong" balas Arsyan sambil tertawa
"Beneran aku nanya kamu orang jawa ?" tanya Arsyan lagi sambil menatap Nayra yang lagi meminum es teh
"Ayahku orang bandung kalau ibu orang jakarta" jelas sambil meminum
"Oooh, tapi wajahmu seperti orang bule" ujar Arsyan membuat Nayra terbatuk
"Uhuk uhuk."
"Pelan pelan dong minumnya" kata Arsyan lembut sambil mengelus belakang badan Nayra
"Aku pun tidak tau kenapa wajahku seperti ini bahkan disekolah aku dipanggil bule nyasar" ucapnya terkekeh dan mereka pun lanjut makan
Sedangkan Erlan sangat sangat menahan amarah melihat perlakuan Arsyan terhadap Nayra yang begitu romantis seperti pasangan yang sedang pacaran
__ADS_1
Erlan pun beranjak dari duduknya dan berkata "Ayo Diki kita balik lagi kekantor" ucapnya
"Tapi makanan kita belum habis" ucap Diki sedih
"Terserah aku tunggu dimobil" ceuk Erlan yang acuh tak acuh
Diki hanya bisa menahan kesal karna bos nya "Bos sialan bisa bisanya aku lagi makan disuruh berhenti mendadak" ucapnya
"Kenapa lagi juga dia itu wajahnya jadi merah apa karna kepedasan ya" sambungnya lagi lalu pergi untuk membayar setelah selesai membayar Diki segera menaiki mobil dan segera menghidupkan mesin mobil dia melihat bos nya dari pantulan kaca
Tampaknya Erlan sedang sibuk di ponselnya sebenarnya Erlan hanya ingin merendam amarahnya namun tidak bisa
Sedangkan ditempat Arsyan dan Nayra berada mereka masih menikmati makanan mereka masing masing setelah selesai makan mereka tidak langsung pulang ya iyalah masa gak bayar dulu setelah selesai membayar Nayra mengajak Arsyan untuk foto foto ala anak lebay
Arsyan pertama tama menolak karna dia tidak suka berfoto apalagi jika kamera menyorotnya, Namun karna Nayra memasang wajah memelas membuat Arsyan luluh dan menuruti permintaan Nayra
Ceklek..Ceklek bunyi suara kamera mereka hanya dua kali saja berfoto dan
*ilustrasi pakaian Nayra
Setelah selesai berfoto Arsyan mengantar Nayra untuk pulang karna sudah sore
...******...
Arsyan membuka kaca mobilnya dan berkata "Terima kasih juga sudah membuat hari hari saya menyenangkan"
"Bay" ucap Nayra sambil melambaikan tangan disaat mobil Arsyan sudah pergi
Pintu gerbang pun dibuka untuk Nayra lalu memasuki Mansion sambil berkata
"Assalammu'alaikum. Bik" teriak Nayra
Namun tak ada balasan Nayra pun menuju ke dapur dan ternyata Bik Ila sedang masak
"Eh nok udah pulang" ucap Bibi sambil tersenyum, dia memakai logat jawa
"Iya Bik barusan, lah kok Bibi cepet banget masak dan kenapa gak nunggu Nayra untuk masak" ucap Nayra
"Setelah masak Bibi mau pulang dulu besok baru datang lagi" ujar si Bibi
"Oooh jadi gak tidur disini?" tanya Nayra lalu dibalas anggukan Bik ila
"Tapi ini baru jam 5 Bik keburu dingin nanti makanannya"
__ADS_1
"Gak papa tinggal panasin aja nanti"
Setelah itu Nayra pamit untuk keatas ia segera mandi untuk membersihkan dirinya terlebih dahulu
Dia merendam dirinya didalam bathub yang berisi air dan busa yang beraroma lavender
Setelah setengah jam berada dikamar mandi Nayra segera memakai baju piyama nya bewarna merah marron
Nayra turun dari atas dan dilihatnya meja makan yang penuh dengan beberapa makanan
"Nok mau makan makanlah" kata Bik Ila sambil melakukan sesuatu
"Nayra gak lapar tadi sudah makan diluar" sahut Nayra
Nayra melihat Bibi tua itu sedang memasukan makanan dikotak bekal untuk dibawa kerumah
"Nayra. Bibi pamit dulu kalau Tuan nanya bilang aja kalau Bibi udah pulang" ujarnya lalu pamit keluar
sekarang tinggal Nayra seorang diri didalam mansion besar itu
Jam 9 malam...
Nayra sedang duduk disofa ruang tamu sambil memainkan ponselnya ia sedang menunggu Tuannya jujur saja sebenarnya dia mengantuk tap idia ingat kalau tuannya itu harus makan pada tepat waktu
Nayra tampak gelisah ia mengirim chat kepada Erlan melalui Aplikasi hijau namun tak kunjung dibalas balas
Nayra itu sebenarnya peduli kepada Erlan dia takut kalau Erlan terjadi apa apa apalagi Erlan yang memiliki penyakit membuat Nayra tambah gelisah
Jika sudah jam 10 malam Erlan belum pulang pulang Nayra berjanji akan mencari anak itu sampai dapat
Sedangkan ditempat lain....
"Tambah lagi" kata Erlan yang sedang minum minuman keras bersama Diki
"Heh tuan kamu sudah sangat banyak minum ayo kita pulang" ajak Diki
"Ayolah Diki gak usah berlagak polos kau., jika kau mau main kamar tinggal pilih saja wanita kelas atas nanti aku yang bayarin" tawar Erlan membuat Diki menelan saliva dengan susah
Tentu saja siapa yang tidak mau dikasih barang gratis... tentu semua orang mau. apalagi Diki yang ingin sekali mencoba wanita kelas atas karna ingin merasakan goyangan lihai para ******* di atas tubuhnya
Diki sedikit bingung ia terima atau tidak tawaran bos nya, dia memikirkan kalau dia meninggalkan bosnya sendirian disini apalagi dalam keadaan mabuk Erlan bisa ditarik oleh wanita j@lang dan bisa bisa keadaan Erlan dalam bahaya., tapi kalau dia tidak terima tawaran bos bisa bisa impiannya hancur untuk menikmati wanita kelas atas
"Ayolah Diki berpikir kesempatan tidak datang berkali kali" gumam Diki berpikir ia memperhatikan Erlan yang asik dengan minumannya
BERSAMBUNG :)
__ADS_1
Maaf banyak typo harap maklumi aja ya π