
"Oh ya, dimana Perawat yang ku tugaskan untuk menjagamu?" Erlan bertanya kepada Nayra sambil buah yang dia beli.
"Aku menyuruhnya keluar. Aku sudah bosan melihat wajah mereka setiap hari."
"Kau ingin pulang?"
"Ya, sangat ingin pulang"
Nayra kini sudah tidur dibantu oleh Erlan untuk menaiki brangkar. Erlan masih berkutak dengan Laptopnya sambil duduk di sofa dan segelas kopi hangat.
"Penurunan saham sangat drastis, apakah perusahaan ku akan bangkrut?" Erlan bergumam sambil memegang dagunya.
Memang benar, saham Perusahaannya mulai menurun drastis disaat dia tidak datang ke kantornya selama beberapa minggu. Diki memang sudah bekerja benar akan tetapi dia juga membutuhkan istirahat, tanpa dibantu oleh asisten membuat Diki sangat lelah.
__ADS_1
Diantara semua orang yang bekerja di kantornya, hanya Diki yang Erlan percaya. Dia adalah sahabatnya sejak kecil serta Ibunya adalah teman dari Mama Erlan.
"Huh. Apakah aku harus meminta bantuan Papa?" Erlan bermonolog sendiri "sekali ini saja mungkin bisa."
Erlan memang memiliki orang tua pengusaha yang terkenal akan kesuksesannya. Akan tetapi Erlan berbeda dengan orang tuanya yang bisa berjaya seperti sekarang.
Erlan hanya belum tahu perjuangan Daddy Dallin nya. Yang mati matian untuk menjadi pengusaha terkenal.
Dallin berusaha keras untuk menghalalkan Arleya yang pernah dia temui di Inggris. Pertama kali dia melihat Arleya yang sedang berkuda, menggunakan pakaian rok selutut serta topi yang menghiasi kepalanya membuat dia bertambah cantik. Sejak saat itu Dallin menyukai Arleya dan mendekatinya sehingga wanita itu pun mencintainya balik.
Dallin diusir dari rumah dan dinyatakan tidak akan pernah mendapatkan harta warisan sedikit pun. Dallin tidak terlalu perduli dengan harta warisan, tetapi dia juga tidak akan pernah membantah kedua orang tuanya dan kakeknya. Dia lebih memilih hidup diluar tanpa orang tua dan berusaha keras untuk menjadi pengusaha terkenal.
"Pergi kau dari rumah ini. Aku ingin lihat apakah kau bisa menjadi pengusaha seperti ku? Jika, bisa kau akan ku restui dengan wanita itu." itulah kata kata yang diingat Dallin sewaktu masih muda.
__ADS_1
Perjuangan demi perjuangan terus dia lakukan untuk menghalalkan sang pujaan hati. Sehingga pada waktunya dia pun menjadi sukses yang terkenal.
Orang tuanya pun merestui anaknya untuk menikahi Arleya. Mereka pun menikah dan mendapatkan dua orang anak laki laki yang tidak akan pernah akur karna masalah kasih sayang. Padahal semaksimal mungkin Dallin dan Arleya untuk tidak pilikasih terhadap kedua anaknya tersebut.
Harta warisan sudah diatur oleh Daddy nya. Tetapi, bukankah memakai uang hasil dari keringat sendiri itu enak? Erlan juga ingin merasakannya akan tetapi dia selalu gagal.
"Hidup dalam kegagalan itu tidak enak." Erlan bermonolog sendiri sambil merenggakan otot otot tangan yang kaku sejak tadi.
Setelah apa yang dikerjakannya selesai. Erlan baru bisa tidur di sofa dengan mata yang sangat mengantuk.
"Rumah sakit sangatlah menyeramkan. Jam dua malam banyak sekali suara bising dan aneh. Tetapi, aku hanya diam seperti tidak tahu apa apa." Erlan bergumam didalam hati. Ingin membuka mata tetapi dia sangat takut apalagi suara yang dia dengar tak henti henti mengganggunya.
Keringan dingin mulai bercucuran di pelipis Erlan. Rasa takut mulai mengelilingi pikiran dan hatinya, serta hembusan angin yang menelisik leher Erlan.
__ADS_1