
Keesokan harinya, orang suruhan Erlan sudah kembali ke Mansion dengan membawa kotak kotak yang berisikan makanan tersebut
Tampak mereka sedang bergantian memindahkan kotak kotak tersebut kedalam rumah, orang orang suruhan Erlan pun ikut membantu membawa kotak kotak tersebut
Nayra pun ikut membantu membawa kotak yang berisikan makanan tersebut kedalam rumah
tap..tap....tap
Suara kaki Erlan yang baru turun dari tangga ia hanya mengenakan kaos dan celana pendek selutut, setelah turun dari tangga ia duduk disofa ruang tamu dimana kotak kotak yang berisikan makanan itu berada
"Kau pesan berapa, kok banyak banget?" tanya Erlan yang kebetulan ada Nayra disitu yang sedang merapikan kotak kotak sambil menghitungnya.
"kurang lebih tiga ratus kotak" ucap Nayra sambil merapikannya
"Secepat itu" tanya Erlan tak percaya
"kan keluarga bibi ku banyak jadi mereka ikut membantu memasak" jawabnya
Nayra memesan makanan kepada Bibinya pemilik tempat makan yang tempo hari Nayra dan Arsyan makan bersama
Nayra tahu bahwa bibi nya itu memiliki banyak keluarga yang tinggal serumah, jadi menurut Nayra bibinya tidak mungkin kerepotan kalau dia pesan makanan dalam jumlah sebanyak itu
Setelah selesai semua Bibinya menghampiri Nayra dan berkata
"Semuanya sudah selesai Nay" kata Bibinya kepada Nayra yang masih menghitung
"Jumlahnya pas Bik tidak ada yang kurang malahan lebih, makasih ya Bik" kata Nayra sambil tersenyum tentu saja ia tidak perlu meragukan Bibinya karna yang ia tahu Bibinya sangat baik kepadanya bahkan jika kedua orang tua Nayra tidak masak Nayra akan datang kepada Bibi nya meminta makan dan itu tidak masalah bagi Bibinya
"Uangnya sudah aku transfer ke rekening Bibi" sambung Nayra lagi
"Terima kasih Nayra., terima kasih tuan. saya pamit dulu" ucap bibinya yang sedikit membungkukan badannya ia tahu bahwa orang yang didepannya ini bukan orang biasa
"Iya Bik" jawab Nayra lalu mengantarkan Bibinya sampai kedepan gerbang, Bibinya diantar oleh supir Erlan karna Bibinya datang tidak membawa kendaraan yang tak lain dijemput oleh orang suruhan Erlan
Nayra masuk lagi kedalam mansion ia duduk di sofa berbeda namun berhadapan dengan Erlan ia mengeluarkan handphonenya dari sakunya untuk dimainkan
"Pergi jam berapa" tanya Erlan yang masih fokus kelayar handphone
"Kisaran jam tiga" jam Nayra dan dibalas anggukan Erlan
Drreet.....drreet...drrett
mama : Assalammu'alaikum.
Erlan : waalaikum'salam. ada apa mah
__ADS_1
mama : kemungkin besok mama pulang
Erlan : lah kok cepet banget bukannya seminggu lagi mama baru pulang
mama : oh jadi kamu gak suka mama pulang cepat
Erlan : bukan mah. tapi kan biasanya mama pulang lama. biasanya sampe beberapa tahun atau beberapa bulan
mama : Ck. kau ini masih muda sudah pikun. kau tidak ingat lusa nanti ulang tahun kakak mu
Erlan : gak pikun mah. cuman lupa aja, tumben tuh anak mau ngerayain ulang tahun di indonesia
mama : ya mana mama tau
Erlan : ok lah kalau gitu. telpon Erlan ya kalau sudah dibandara nanti Erlan jemput
mama : yayaya...assalammu'alaikum
Erlan : ya waalaikum'salam
Panggilan selesai
"Ada apa Tuan?" tanya Nayra yang dari tadi memperhatikan Erlan yang sedang menelpon
"Besok Mama ku pulang" jawabnya
"kakak ku mau ulang tahun diberi hadiah apa ya" tanya Erlan balik
"Belikan saja barang yang ia suka"
"Kau itu tak tahu setiap dia ulang tahun aku selalu beri hadiah tapi bukannya diterima malah dilemparnya kalo gak dilempar pasti dibuang" ucapnya sedih mengingat kakaknya yang tak pernah menerima sesuatu yang diberi Erlan
"Ribet banget orang kaya" gumam Nayra lalu fokus ke handphonenya lagi
"Hei! lihat sudah jam berapa itu" kaya Erlan yang menunjukan jam besar dirumahnya
"Oh ya ampun sampe kelupaan" ujarnya sambil terkekeh
Nayra dan Erlan pun pergi bersama sambil menaiki mobil sport Erlan yang harganya mencapai miliaran
Mereka membawa kotak kotak yang berisikan makanan itu kedalam mobil walaupun tidak semuanya dibawa karna tidak muat setidaknya setengah dari kotak itu masih bisa diangkut
Mereka keliling Jakarta dan membagikan makanan makanan tersebut kepada orang orang yang mereka temui
Mereka pun membagikan makanan tersebut ke panti asuhan dan memberi sedikit dana (Pastinya uang Erlan ya)
__ADS_1
...*******...
Sementara di Negara Spanyol yang disebut Negara Matador tersebut tampak sebuah keluarga sedang menyantap sarapan paginya
Jakarta, khususnya ibukota jakarta lebih cepat 5 jam dari spanyol
Madrid. Ibukota Spanyol adalah kota terbesar dan terpadat di Spanyol dengan 3 juta penduduk, menjadi wilayah metropolitan terbesar ketiga di Eropa dengan 6 juta, setelah London dan Paris.
Ibu kota Spanyol Madrid
Jika dijakarta sudah jam tiga sore berbeda dengan Spanyol yang masih jam 10 pagi menjelang siang
Tampak sebuah keluarga yang sedang menyantap sarapannya. disebuah Mansion yang sangat besar bagaikan istana
Flasback #
"Besok kita ke Indonesia" suara bariton yang memecahkan keheningan disaat sedang menyantap sarapan, siapa lagi kalau bukan Al
"Wah..benarkah? kamu ingin ke Indonesia? rasanya Mama sudah rindu dengan Erlan" ucap Mama Arleya dengan mata berbinar
Lagi lagi Alfred begitu muak mendengarkan ucapan mamanya yang selalu menyebutkan nama Erlan Erlan terus
"Tumben mau ke Indonesia. mau ngapain?" tanya papa Dallin dengan suara baritonnya
"Ck. Ulang tahun anak aja lupa!" sindir Al yang masih dengan wajah datar
"Apa!. kamu besok ulang tahun maafkan Mama yang lupa hari spesialmu" kata mama Arleya yang merasa bersalah tapi tidak ditanggapi oleh Al, kebiasaan orang tuanya yang hanya mengingat hari jadi Erlan sedangkan Alfred mereka tidak mengingatnya sama sekali
"Jadi kamu di Indonesia mau merayakan pesta dimana?" tanya Papanya
"Di Club milik A Dad" jawab Al. ia memanggil kedua orang tuanya dengan sebutan Daddy dan Mommy walaupun sebutan itu terdengar sangat manja tapi sangat beda dengan kenyataanya
"Bisa tidak kau menjual Club itu atau kau berikan saja pada orang. aku sudah muak melihatmu bergonta ganti wanita dan selalu mabuk mabukan" ujar Daddy Dallin seperti menahan amarah
"Aku juga sudah muak dengan kalian yang selalu memanjakan anak kesayangan kalian itu." ucapnya dengan lantang membuat emosi daddy Dallin sampai ke ubun ubun
"Dasar kau anak durhaka" teriak daddy Dallin sambil berdiri dari duduknya
"Mau tak mau. suka tak suka. itu terserah kalian" ucap Al lalu pergi meninggalkan kedua orang tuanya
Daddy Dallin yang melihat sikap anaknya terhadap dirinya membuat dirinya sangat marah sehingga ingin mengejarnya untung saja Mommy Arleya langsung mencegahnya dan mengelus ngelus tangan Daddy Dallin agar lebih tenang
"Biarkan saja dia seperti itu mungkin suatu hari nanti akan ada seseorang yang merubah sikapnya menjadi lebih baik" kata mama Arleya lembut, membuat hati papa dallin tenang
__ADS_1
Sorry author gak up selama berberapa hari ini dikarenakan author sedang banyak pekerjaan di dunia nyata sehingga tak sempat untuk update, jadi jangan marah ya. love you sekebon😘