Gadis Miskin Milik CEO

Gadis Miskin Milik CEO
Alora pergi


__ADS_3

"Ya, koper aku lah masa koper kamu" Jawab Alora ketus.


Erlan hanya bisa mendengus kesal lalu pergi dari situ, Er kedapur untuk melihat Nayra namun didapur tidak ada siapa pun kecuali Bik Ila dan Mamanya.


"Mama, Nayra mana?" Tanya Erlan sambil menatap sekelilingnya.


"Pulang" jawab Mamanya singkat, membuat sang anak melebarkan matanya


"Apa!! Kenapa dia pulang? Kapan dia perginya? terus kenapa gak bilang sama aku!" ucap Erlan spontan.


Mama Arleya mengerutkan pelipisnya dia heran dengan Anaknya kenapa bertanya tentang Nayra dengan secara menggebu?


"Kenapa bertanya seperti itu?" Tanya Mamanya membuat Erlan menelan salivanya dengan susah payah


Erlan terkekeh menyembunyikan rasa gugupnya dan berkata "Gak papa kok" jawabnya lalu pergi kekamar mandi


Sarapan pun tiba semua orang duduk dikursi masing masing, Erlan hanya bisa menunjukan wajah lesuhnya didepan semua orang, tanpa Nayra membuat dia tidak semangat!!


Al tidak perduli dengan Adiknya sama sekali dia pun hingga saat ini tidak menyadari kalau Nayra pergi, karna dari pagi tadi dia pamit untuk nge gym.


Mama Erlan menyadari hal itu dia memikirkan anaknya, apa Erlan menyukai Nayra? Entahlah, waktu terus berjalan jadi tidak usah takut melihat kedepannya.


"Pembantu itu kemana?" Tanya Max sambil mengunyah sandwich

__ADS_1


"Pergi" jawab Alora santai lalu dibalas Max dengan ber oh ria


Alfred baru sadar ternyata Erlan murung karna Nayra, jika Nayra pergi rencana dia bisa berantakan oleh gadis itu. Al kini memikirkan siasat untuk membuat Erlan cemburu.


Sarapan sudah selesai, tinggal waktunya keluarga Alora berangkat ke bandara.


"Aku akan merindukanmu, kak" ucap Alora yang kini berpelukan dengan Al.


Al mengusap kepala Alora yang jauh pendek darinya dan berkata "Gak usah lebay, ke Spanyol aja apa susahnya"


Alora memukul dada bidang Al pelan lalu berkata "Aku kuliah, kalau gak kuliah aja mau tinggal disitu."


"Kuliah tapi pacaran, mana bisa pintar" Kata Al sekalian menyindar Erlan karna Er selalu bergonta ganti pacar semasa kuliah.


Alora terkejut kenapa kakaknya bisa tahu kalau dia pacaran, Alora mendekati telinga Al lalu berkata "Kenapa kakak bisa tau?"


Max yang sedari tadi memperhatikan Adiknya itu, menarik telinga Alora sehingga menjauh dari Alfred.


"Dad, lihat Anak gadismu pacaran" teriak Max ke Daddynya.


Alora langsung menginjak kaki Max dengan kuat lalu menutup mulut kakaknya, tapi yang dilakukannya hanya sia sia karna sang Daddy sudah datang.


Max mengggigit tangan Alora sehingga terlepas dari mulutnya dan berkata "Lihat Dad, dia berusaha menutupi kesalahannya dengan menyiksa ku"

__ADS_1


Alora menatap Max dengan tajam, rasanya dia ingin menangis karna ketahuan pacaran, tapi apa boleh buat Daddynya sudah mendengarnya


"Alora" teriak Daddynya marah


Alora tidak bisa berkata kata lagi mendengar teriakan Daddynya, dia hanya bisa menunduk sambil meremas pakaiannya.


"Apa yang dikatakan Kakakmu itu benar?" Lantang Daddy nya membuat Alora tak bergeming


Max melihat Adiknya kena marah, dia merutuki dirinya sendiri kenapa mengadukan hal ini kepada Daddy nya, dia merasa kasihan dengan Alora yang berdiri mematung.


Alfred pun begitu merasa kasihan dengan Alora, gadis bar bar yang selalu berkomat komit kini terdiam dihadapan Daddy nya.


Alfred maju dua langkah dan berkata "Aku dan Max hanya bercanda Om, semua 6ang kami katakan tidak benar"


Baru kali ini Al membela seseorang, Yaitu Alora. Al dengan Adiknya sendiri tidak pernah membelanya apalagi ini yang hanya sepupu.


"Iya Dad, Max. Hanya bercanda" celutuk Max sambil menarik Alora dibelakangnya


Sebenarnya Daddy nya tidak percaya dengan perkataan dua pria muda ini, tidak mungkin jika Alora tidak bersalah pasti akan langsung protes karna dituduh sembarangan, tapi dia mengatur emosinya karna ini bukan rumah dia melainkan rumah dari Kakak iparnya.


"Baiklah Daddy memaafkanmu" Kata Daddy nya lalu pergi dari tempat itu lalu disusul sang istri


Alora bernafas lega, berkat pertolongan sang Kakak dia tidak dihukum tapi dia juga kesal karna mereka berdualah yang membuat dia kena marah.

__ADS_1


Kalau ada typo kasih tau ya :)


Nanti auhtor lanjutin kisah Alora nya tapi tunggu cerita ini tamat dulu, takut terbengkalai semuanya :D


__ADS_2