Gadis Miskin Milik CEO

Gadis Miskin Milik CEO
Tamat – Part 2


__ADS_3

Dengan bantuan pengendara lainnya yang tidak terluka, mereka menghubungi petugas pemadam kebakaran serta ambulans untuk orang orang yang terluka.


Erlan dilarikan kerumah sakit setempat dalam keadaan tidak sadarkan diri begitupun juga dengan orang yang ikut terluka. Berita tersebut dengan cepat sampai ke telinga Tuan rumah. Setelah mengetahui kabar bahwa pewaris keluarga Harrison mengalami kecelakaan dilakukan penyelidikan dengan segegera mungkin walaupun ledakan tersebut belum padam.


Erlan dipindahkan ke rumah sakit keluarga Harrison yang menjadi rumah sakit dengan fasilitas mewah terbesar di kota tersebut. Tentu saja orang tua Erlan sangat shock mendengar anaknya masih dalam keadaan kritis.


Setelah beberapa jam Erlan dapat melewati masa krtisnya, namun sayangnya Erlan masih tidak sadarkan diri padahal sudah melewati 8 jam lamanya, tidak ada tanda tanda pergerakan atau perkembangan dalam layar monitor sehingga membuat kedua orang paruh baya itu semakin cemas.


Para Dektetif dan Polisi memberikan pernyataan bahwa yang menyebabkan kecelakaan tersebut adalah terdapat bom didalam mobil yang kapasitas ledakannya berbeda dengan bom legal yang terjual di negara ini bahkan pernyataan dari Dektetif bahwa bom tersebut dari wilayah asing. Jika itu adalah bom ilegal yang dibuat dinegara ini mereka dengan sangat cepat membuat kesimpulan. Karna pengalaman mereka yang hidup dalam bayang bayang.


Polisi menemukan sisa tengkorak yang hanya tersisa setengah bagian kepala dan sisanya sudah menghitam karna mutung akibat panasnya api. Detektif pribadi keluarga Harrison memutuskan untuk pergi terlebih dahulu dari tempat tkp. Karna mereka ingin menyelidiki ditempat berbeda karna salah satu anggota Dektetif memiliki insting kuat dalam menangani hal ini.


Orang orang yang ikut menjadi korban sudah ditangani oleh keluarga Harrison dengan memberikan biaya pengobatan secara gratis dengan menggunakan Dokter terbaik serta fasilitas mewah serta tunjangan hidup sebagai tanda maaf atas nama keluarga Harrison.


Walaupun mereka tidak serumah ataupun satu negara Alfred sudah mendengar kabar bahwa anak kesayangan orang tuanya mengalami kecelakaan. Entah ekpresi apa yang akan dia tunjukkan ketika bertemu dengan orang tuanya karna melihat wajah menyedihkan mereka. Yah, walaupun dia benci dengan mereka tetap saja dia harus meninggalkan pekerjaannya dan menjenguk Adiknya.


Polisi membawa tengkorak sisa itu untuk melakukan autopsi. Serta membawa saksi ke kantor polisi untuk mendengar pernyataan dari mereka.

__ADS_1


Sedangkan Ibunya Nayra sedang menunggu anaknya pulang dan berharap anak satu satunya itu senang dengan masakan yang telah dia buat untuk memberikan ucapan selamat karna tangannya sudah sembuh. Dia tetap menahan kantuknya, dan tidak menghubungi anaknya walaupun sekarang sudah malam karna Ibunya Nayra berpikir bahwa anaknya sedang menikmati kesenangan yang dia nanti nantikan bersama Erlan walaupun dihatinya sangat cemas.


Polisi menanyakan tujuan korban dan terakhir kali korban bersama siapa kepada orang tua Erlan, Polisi juga mengatakan bahwa menemukan tengkorak. Mendengar pertanyaan yang diajukan oleh polisi, Mama Erlan teringat dengan ucapan Erlan yang pamit pergi untuk mengantarkan Nayra melakukan terapi. Apakah tengkorak yang dimaksud adalah tengkorak Nayra? Pikir Mama Erlan. Karna terlalu shock dia tiba tiba pingsan saat memikirkan itu.


Karna sudah terlalu malam. Ibu Nayra menghubungi anaknya tapi tidak diangkat. Karna tidak memiliki nomor telepon Erlan, Ibu Nayra memutuskan untuk menghubungi Hanna yaitu teman Nayra dan bertanya apakah Nayra menginap di Apartemen Hanna tapi Hanna bilang tidak. Ibu Nayra meminta Hanna untuk menghubungi Erlan, tapi tetap saja nihil.


"Terakhir kali Nayra bilang mau kemana, Tante?" tanya Hanna lewat telepon, jujur saja dia belum tidur selama dua hari ini dan sangat lelah karna bekerja lembur. Karena perasaannya yang mengkhawatirkan temannya karna sudah jam 1 malam temannya belum pulang membuat dia cemas.


"Katanya setelah melakukan terapi Dia mau bermain bersama Nio di panti asuhan. Dari jam 10 tante telpon tidak diangkat sama sekali. " ujar Ibu Nayra memberitahukan kepada Hanna.


"Iya Tante, Hanna cari dulu mungkin saja ada kabar." ucap Hanna lewat telpon dan segera mengambil jaketnya untuk menghangatkan tubuhnya dari dinginnya angin malam. Dia tidak berganti pakaian lagi, dan masih menggunakan pakaian kerja karna posisinya saat ini baru pulang kerja.


"Tidak apa apa Tante." Hanna memutuskan sambungan telepon nya dan segera berangkat pergi menggunakan motornya.


Ketika Mama Erlan telah sadar dari pingsannya. Dia menjawab apa yang ditanya oleh para Polisi. Para Polisi mendatangi tempat yang sudah ditujui korban yaitu tempat terapi dan panti asuhan.


Mereka melakukan penyelidikan terlebih dahulu ditempat terapi dengan memeriksa cctv dan menanyakan dokter ahli terapis yang merawat Nayra.

__ADS_1


Kedua orang paruh baya itu masih saja menunggu anaknya sadar. Mama Erlan sejak tadi menangis dia berharap apa yang dia pikirkan tidak menjadi kenyataan. Kegundahan didalam hatinya membuat air matanya mengeluarkan air mata.


Sedangkan didalam mimpi Erlan, dia sedang berada di rerumputan hijau, angin yang sangat sejuk namun tidak ada siapapun disana. Erlan duduk di tanah yang ditutupi oleh rumput hijau, menghirup udara yang berhembusan. Dia tidak merasakan beban hidup sama sekali, terasa ringan seolah tidak terjadi apa apa.


Dimana tempat ini? Dia juga tidak tahu, tapi ini tempat yang sangat nyaman. Pikirnya.


Dia mulai memejamkan matanya, tapi ketika menutup matanya bukannya ketenangan yang dia dapatkan, tapi kejadian kejadian yang menimpa hidupnya. Erlan teringat kembali kejadian yang belum lama menimpanya. Rasa cemasnya mulai merasuki tubuhnya. Erlan berlari dan hendak mencari Nayra, namun ternyata dia tidak bisa pergi ke tempat itu.


Erlan samar samar mendengar suara isak tangis. Dia mencari suara itu dengan mengelilingi tempat ini, namun juga tidak ketemu. Erlan menyerah dan duduk kembali, dia tahu jika pemilik suara tangis ini adalah suara Nayra.


"Nayra, kau kenapa? Kemarilah. Aku tidak tahan mendengar suara tangismu." Teriak Erlan sekeras mungkin, suara isak tangis itu mengayat hatinya. Dia merasa bersalah, kenapa tidak dia saja yang mati dihari itu.


Erlan duduk meringkuk, sambil menutup wajahnya dan mulai menangis. Erlan merasakan ada tangan yang memegang pundaknya, dia menoleh. Ternyata itu adalah tangan Nayra yang memegang pundaknya. Erlan berdiri dan ingin memeluknya, Erlan senang ternyata Nayra tidak apa apa. Tapi ternyata Nayra menghindari pelukan itu sehingga membuat Erlan terkejut. Wajah Nayra menunjukkan ekspresi takut ketika Erlan ingin mendekati nya. Erlan menjauhi Nayra walaupun kenyataan nya dia sangat ingin mendekati nya.


"Nayra, kenapa?" tanya Erlan sedih atas perilaku Nayra yang menghindarinya.


"Kenapa kau membiarkan ku mati sendirian didalam mobil? Kenapa kau tidak menyelamatkan ku? Cinta apa yang kau maksud jika melindungi ku saja kau tidak bisa? Kau jahat! Aku benci kau! Hiks ... Kenapa kau menghancurkan kepercayaan ku kepadamu? Ke–kenapa kau sejahat itu?" ucap Nayra dengan nada keras sambil menangis.

__ADS_1


Kaki Erlan terasa lemas, dia terjatuh dan terduduk dengan tubuh yang tak berdaya. Air matanya mengalir, dia mengadahkan kepalanya keatas. Menatap Nayra yang masih menangis.


“Ma–maafkan Aku. Maaf...." hanya perkataan maaf yang dapat Erlan katakan. Dia tidak sanggup berkata kata lagi, dia menyalahkan dirinya sendiri. Dia menangis karena merasa tidak berguna. Dia menangis karna telah menyakiti orang yang dia cintai. Dia menangis karna sekarang dia tidak bisa berbuat apa apa lagi.


__ADS_2