Gadis Miskin Milik CEO

Gadis Miskin Milik CEO
Merajuk ?


__ADS_3

Hari ini Erlan agak telat pulang karna terlalu sibuk apalagi dia sedang mengembangkan produk baru bersama Arsyan


Setelah beberapa menit akhirnya mobil Er sampai dan disambut oleh penjaga keamanan


Erlan mencari cari Nayra tapi wanita itu tidak menunjukan batang hidungnya sama sekali


"Kemana tuh anak" gumam Er


Erlan menulusuri dapur ternyata Nayra sedang mesem mesem dengan ponselnya hingga membuat Er bertanya tanya


"Ehem.." Erlan berdehem dan Nayra pun menoleh


"Ada apa Tuan" tanya nya


"Gk" jawabnya singkat


Nayra baru sadar ternyata ini sudah waktunya makan malam dengan segera dia memasak makanan untuk dirinya dan Tuannya


Setelah beberapa menit, Erlan sudah selesai dengan ritual mandinya dan Nayra pun selesai memasak, mereka sudah duduk dimeja makan tapi Nayra masih fokus ke ponselnya sambil mesem mesem


"Ehem" Erlan berdehem lagi namun Nayra tetap tidak perduli


Sebernanya Nayra masih marah dengan Tuannya karna di medsos Erlan menghinanya


"Nayra.., fokus kemakanan bukan ke ponsel" ucapnya tapi Nayra tetap tdk bergeming


"Woy tuli" kata Erlan


"Hemm..ada apa" jawabnya masih fokus keponsel jadulnya


"Makan cepat" perinta Er


"Sorry aku dah kenyang" ujarnya lalu pergi meninggalkan meja makan


"Kalau kamu gak makan aku juga gak makan" tegas Er


"Terserah" sahut Nayra singkat

__ADS_1


Erlan pun beranjak dari tempat makan lalu naik keatas, Nayra yang melihat itu ada rasa senang dan bingung


"Kenapa dia tidak makan., padahal aku sudah kenyang" gumamnya


Nayra lebih tidak perduli tapi ucapan mama Erlan segera masuk kepikirannya


"Nak jangan sampai Erlan tidak makan karna dia punya penyakit maag. bisa bisa maag nya kembali kambuh" kata kata Mama Er teringat di kepalanya


"Oh ya ampun aku hampir lupa," panik Nayra segera dia berlari ditangga


Nayra terlalu panik ia takut penyakit Tuannya kambuh karna jam makan malam sudah lewat karna panik ia langsung mendobrak pintu Erlan sehingga yang mempunyai pintu terkejut


"Tuan ayo turun anda harus makan sekarang kalau tidak penyakit Tuan bisa kambuh" perintah Nayra tersengal sengal


"Terserah" balasnya singkat lalu menutupi tubuhnya dengan selimut tebal


Nayra mendekati Tuannya dan segera naik keatas kasur sambil mengguncang tubuh Er dengan kasar "Ayo Tuan kita turun, nanti penyakit Tuan kambuh kalau Tuan sakit nanti gaji ku dipotong" ucapnya sambil terkekeh


Namun Er tetap tidak bergeming


"Oke aku juga akan makan"


"Atau aku suapi bagaimana?" tawar nya


"Dia kira aku anak kecil apa" batin Er


karna Erlan membelakanginya sambil menutupi badannya dengan selimut Nayra membuka sedikit selimut tersebut sehingga nampaklah kepala Erlan


Nayra mengendus ngendus leher Erlan dan sesekali menciumnya agar orang tersebut bangun


"Sedang ngapain kau?" tanya Erlan tapi tak dijawab oleh Nayra


Nayra tetap mengendus ngendus kuping Erlan sambil berbisik "Akan kuperkosa kau" kata Nayra enteng


Erlan melotot mendengar ucapan Nayra ia segera duduk dari tempat tidurnya


"Kau sudah gila Nayra" ucap Erlan

__ADS_1


"Ya aku sudah gila" balas Nayra


Nayra memegang pipi Erlan dengan kedua tangannya "Jangan merajuk lagi nanti gantengnya ilang loh" ujar Nayra sambil mencubit gemas pipi Erlan


"Apaan sih" ucap Erlan mengacak acak rambut Nayra sehingga seperti singa


"Tuan" geram Nayra


"Hehehe"


"kenapa tiba tiba aku mau pipis" batin Nayra


"Kau kenapa Nayra seperti menahan sesuatu" tanya Erlan


"Aku mau pipis Tuan, jadi aku pinjam kamar mandinya sebentar" katanya sambil terkekeh dan dibalas anggukan Erlan, Nayra berlari kecil karna sudah tidak tahan lagi


Erlan tak sengaja melihat ponsel Nayra yang menyala karna penasaran Erlan mengambilnya


"Siapa ini" gumam Er karna melihat ada yang mengirim pesan ke Nayra


"*S*ekitar pukul 3 sore kita ketemu ditaman jangan lupa pakai baju pilihan aku" pesan orang itu ternyata Arsyan


Erlan hanya tersenyum kecut melihat pesan itu rasanya dia ingin marah dan menghancurkan perusahaan Arsyan tapi apalah daya dia Pekarang membutuhkan perusahaan itu agar perusahaan nya berkembang


Erlan bisa saja menyuruh papanya untuk meratakan Perusahaan Arsyan. tapi dia tidak ingin dibantu oleh siapapun


Setelah keluar dari kamar mandi Nayra terkejut karna Erlan membanting pintu kamar dengan sangat keras


"Kenapa lagi tuh anak nyusahin orang saja" gumam Nayra


...***************************...


...Mohon dukungannya kawan...


...Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya kawan...


...terima kasih yang sudah mau memberi dan mendukung othor...

__ADS_1


...Maaf kemaren gak up...


__ADS_2