Gadis Miskin Milik CEO

Gadis Miskin Milik CEO
ke indonesia


__ADS_3

"Tahu pak! Orang kalangan atas saja yang mampu membeli Apartemen tersebut" ucapnya


"Kau tahu Mobil yang kukasih harganya berapa?" Tanya Alfred menahan emosinya, rahangnya mengeras, tangannya mengepal menahan semuanya


"Tahu pak! harga mobil tersebut mencapai ratusan juta" jawabnya lagi dengan tegas


"Jika orang tuamu sakit parah, kenapa tidak kau jual saja salah satu barang pemberianku! Kenapa kau harus korupsi? Apa aku pernah melarangmu untuk tidak boleh menjual barang pemberianku?" Kata Alfred menghempaskan kepala cabang tersebut lalu membersihkan tangannya memakai tisu yang selalu ada dikantong jasnya


Glek


Semua kepala cabang menelan salivanya dengan susah payah saat melihat salah satu temannya yang sudah ketahuan bohong


"Saya tahu orang tuamu tidak sakit dan istrimu tidak pernah menuntutmu untuk membelikan rumah yang lebih mewah bahkan istrimu tidak pernah meminta barang branded darimu, jika mau memberikan alasan jangan membawa bawa nama keluarga" Alfred dengan penuh penekanan


Glek


Lelaki itu menelan salivanya dengan susah payah. Bagaimana Pak Alfred mengetahui kalau orang tuanya tidak sakit? Dan dari mana pak Alfred mengetahui bahwa istrinya tidak pernah meminta barang branded? Sungguh tidak masuk akal menurut kepala cabang tersebut


"Jika mau membohongiku setidaknya yang jelas sedikit! Ingat yang kau bohongi bukan orang biasa" sambung Alfred


"Dan kalian semua jangan mencontoh lelaki bodoh seperti dia" ucapnya sambil menunjuk kepala cabang yang memberikan alasan yang tidak jelas


Mereka sudah keringat dingin dengan tubuh gemetaran mereka memikirkan pekerjaannya yang sudah diujung tanduk


"Orang orang serakah seperti kalian tidak berhak bekerja disini, jadi mulai detik ini jangan pijakan kaki kalian disini. Semua barang pemberianku akan kuambil kembali, ambil pesangon dan bonus kalian"


"Nanti saya kasih kalian rumah yang lebih kecil dari sebelumnya dan sekarang tinggalkan ruangan ini segera" sambung Alfred dengan tegas untung saja Alfred masih memiliki hati nurani untuk memberikan rumah walaupun tidak semegah yang dulu ia kasih


Ia tahu pasti ke empat orang ini susah mencari pekerjaan apalagi semua orang yang bekerja di perusahaan Alfred tukang gosip pasti berita ini dengan cepat menyebar


Ke empat orang itu meninggalkan ruangan meeting mereka keluar dengan wajah yang lusuh


Baru saja keluar dari ruangan meeting mereka lagi lagi harus menghadapi jahatnya hinaan orang


"Idih dikasih hati malah minta jantung" sindir Cleaning Service yang kebetulan lewat didepan mereka sambil membawa alat kebersihan


Mereka berempat tetap mengabaikan Cleaning Service itu barulah berjalan selangkah dua langkah banyak seseorang yang menatap mereka tak suka


"Serakah banget jadi orang"

__ADS_1


"Jadi orang gak bersyukur banget udah diberi fasilitas mewah tapi malah minta lebih, ingat diluaran sana banyak orang yang kekurangan"


"Huh jadi orang serakah banget, malu woy sama istri"


Dan masih banyak lagi ocehan ocehan semua karyawan kantor terhadap mereka


Sedangkan di dalam ruang meeting...


"Kesini" kata Alfred menunjuk Skretarisnya


"Saya" tunjuk kepada dirinya sendiri bernama Stefany


"Ya iyalah siapa lagi kalau bukan kamu" ujar Alfred dengan sedikit kesal


Stefany pun duduk disebelah Alfred ia seolah santai saja tak merasakan takut sama sekali karna dia sudah terbiasa dengan sikap Tuannya


"Kenapa mereka mau korupsi padahal sudah jelas dari barang bahkan bonus uang pun sangat besar, apa kau tahu alasan mereka berbuat seperti itu?" tanya Alfred kepada Stefany


"Sudah saya cari tahu Tuan, uang yang mereka korupsi hanya untuk kepentingan pribadi tidak ada hal lainnya" jawab Stefany dan dibalas anggukan Alfred


"Bagaimana perkembangan perusahaan Daddy saya?" tanya Alfred kepada Skretarisnya. Perusahaan milik Daddy nya yang sekarang sudah di urus oleh Alfred


"Dalam beberapa bulan ini Perusahaan itu sedang pesat pesat nya Tuan"


"Ini semua laporan dari setiap Perusahaan Tuan" Stefany memberikan berkas berkas yang sangat banyak kepada Alfred


Alfred pun mengambil tumpukan berkas berkas yang ada ditangan stefany


"Oh ya, besok saya akan ke indonesia saya minta kamu yang akan mengurus Perusahaan selama berberapa hari ini" ujar Alfred sambil membaca laporan di setiap perusahaan


"Baik tuan, kalau begitu saya pamit ke ruangan saya" sahutnya lalu dibalas anggukan A


Setelah beberapa jam dikantor Alfred pun kembali ke mansionnya, setelah beberapa menit untuk menuju ke Mansionnya akhirnya pun sampai


Gerbang pun di bukakan untuk Alfred disaat masuk ke Mansion semua orang disana menunduk hormat ke Alfred karna ia adalah Tuan rumah


Dilihatnya terdapat koper yang sudah di tata rapi ternyata Alfred menghubungi kepala pelayan untuk memasukan barang kedalam koper


Alfred hanya membawa barang seperlunya saja ia tidak akan lama lama tinggal di Indonesia sedangkan orang tuanya juga sama membawa barang seperlunya karna di Mansion Alfred hanya beberapa milik orang tuanya

__ADS_1


"Ayo kita berangkat" ucap Alfred lalu pergi di ikuti anak buahnya yang membawa koper keluarganya


Mereka menaiki pesawat pribadi Alfred sehingga mereka bebas mau kapan saja mereka pergi


Perjalanan waktu yang lama membuat sekeluarga itu mengantuk sehingga mereka tertidur di Pesawat


Setelah dua puluh empat jam lebih beberapa jam akhirnya pesawat mereka mendarat di bandara udara internasional Soekarno-Hatta


Disaat mereka keluar dari badan pesawat mereka langsung disambut oleh Erlan, ternyata Mommy Arleya sudah memberi tahu Erlan lewat telepon


"Welcome to Indonesia" teriak Erlan lalu memeluk kedua orang tuanya


Ia ingin memeluk kakaknya namun Alfred langsung menyingkir lewat kode agar ia tak mau di peluk, Erlan hanya memasang wajah cemberut karna ia tak bisa memeluk kakaknya


Mereka berjalan berwibawa sambil di iringi anak buah mereka masing masing


Mereka menjadi tontonan di bandara karna memiliki wajah tampan bak pangeran, sudah sangat terlihat bahwa mereka orang kaya dan bukan orang biasa


Erlan dan kedua orang tuanya menaiki mobil yang sama sedangkan Alfred menaiki mobil yang berbeda ia seperti menjaga jarak dengan adik nya sendiri


Setelah menempuh perjalanan panjang akhirnya mereka sampai di Mansion Erlan mereka di sambut oleh Bik Ila dan Nayra dengan senyuman manis mereka


"Selamat datang nyonya, Tuan" sambut mereka bersamaan lalu menunduk hormat


"Apa kabar Bik, Nayra?" tanya Nyonya Arleya


"Alhamdullilah baik Nyonya" ucap mereka bersamaan


Nayra merasa terganggu dengan keberadaan Alfred yang menatapnya terus menerus


"Siapa wanita itu? istri kamu kah?" tanya Alfred, membuat Nayra membulatkan matanya


"Heh jangan asal bicara! dia itu pembantu baru di sini" tegas Erlan


"Kemana pembantu lainnya? pasti mereka gak betah tinggal sama kamu" tuduh Alfred


"Alfred berhenti membuat masalah" tegas Daddy Dallin


Alfred tak menghiraukan ucapan daddy nya ia langsung naik keatas untuk menuju ke kamarnya

__ADS_1


"Ayo Nyonya mari masuk" ajak Nayra untuk menghilangkan rasa tegang


BERSAMBUNG :)


__ADS_2