
Abaikan saja ketikan yang tidak jelas...dan kata kata yang kurang pantas π
Setelah menuruni mobil tiba tiba kepala Nayra berdenyut hebat sehingga membuat Nayra kesakitan
Tapi Nayra menutupinya seolah tidak terjadi apa apa. Nayra berjalan seperti orang mabuk rasanya dia ingin pingsan tapi dia harus tetap tegar
Erlan yang tak sengaja melihat Nayra berjalan seperti itu jadi terheran heran..
Erlan segera membantu Nayra tapi segera ditepis Nayra
"Kamu kenapa Nay. kamu sakit?" tanyanya
"Gak" sahutnya
"Tapi kenapa kamu berjalan seperti itu" Selidik Er
"Buukan urusanmu" ketus Nayra lalu menaiki tangga dengan susah payah dia takut kalo Tuan nya akan curiga kepadanya
Setelah sampai dikamar, Nayra langsung terduduk dan meraih obat untuk diminumnya
"Kenapa sesakit ini ya Allah" lirih Nayra sambik memegangi kepalanya
Setelah agak mereda Nayra segera bangkit dari tempat duduknya dan langsung menuju kekasur. karna efek obat yang membuat mengantuk ia langsung terlelap
sebenarnya Erlan masih bingung dengan Nayra tapi karna sudah malam ia lebih baik tidur
Pukul 03.00 pagi...
"Tidak...." teriak Er ia terbangun dari tidurnya karna mimpi buruk yang menimpanya
Erlan mengusap wajahnya dengan kasar "Semoga ini tidak terjadi" gumam Er
karna sudah tidak mengantuk lagi Er beranjak dari tempat tidurnya dan kekamar mandi untuk mandi
Ia pikir sholat shubuh lebih baik untuk merilekskan pikirannya
Sedangkan di kamar sebelah.. Nayra merasakan kepalanya pusing kembali sehingga membuat ia terbangun dari tidurnya
Ia duduk sambil memegangi kepalanya yang berdenyut, Nayra menarik rambutnya agar sakitnya mereda, bukannya mereda tapi malah rambutnya rontok ia mencoba mengambil air minum di meja sebelah kasur, karna penglihatannya buram, gelas yang ia ambil jadi terjatuh
PRANGG....
Suara gelas terjatuh. karna terkejut Nayra turun dari kasur dan malah membuat kakinya terluka
"Auw" rintih Nayra kesakitan
"Kenapa pakek pecah segala lagi" gumam Nayra
Kebetulan Erlan sudah didepan pintu Nayra sebenarnya dia ingin menanyai perihal tadi tapi karna mendengar suara pecahan gelas Erlan langsung masuk kekamar tanpa izin terlebih dahulu
"Nay kamu gak papa" ucap Er sedikit teriak karna panik
"Heheh, aku gak papa cuman kesenggol aja" dusta Nayra yang mencoba untuk menahan sakit
__ADS_1
"kamu tumben bangun pagi pagi" tanya Er penuh selidik
"Gak tau tiba tiba terbangun" ujar Nayra tidak mungkin ia mengatakan kalau kepala sakit
"Yasudah kalau begitu kamu turun aja nanti aku bantu obatin kaki kamu yang terluka. dan kaca yang pecah ini nanti suruh Bik Ila aja dia juga sudah terbangun mau sholat shubuh" jelas Erlan dengan lembut
"Sejak kapan Bik Ila dirumah?" tanya Nayra
"Sore tadi dia udah pulang suaminya sudah sembuh"
"Kenapa aku gak lihat?" Nayra bingung
"kamu tadi langsung kekamar jadi kamu gak lihat, sudah jangan banyak tanya lihat darahnya keluar lebih banyak" suruh Er
"Tapi.."
"Tidak ada penolakan" tegas Er lalu Nayra bangkit dari tempat duduknya dan meninggalkan Er yang masih terduduk untung saja sakit kepalanya sudah mereda
Erlan melihat sekeliling kamar Nayra ia melihat banyak sekali rambut dikasur Nayra. ia semakin curiga kalau Nayra ada yang disembunyikannya., untung saja obat Nayra sudah disimpan jadi tidak kelihatan oleh Erlan
Erlan pun turun dari atas untuk mengobati kaki Nayra
Disaat turun... Erlan melihat Nayra yang sedang makan dessert dan kakinya dibiarkan saja padahal darah sudah menetes sejak tadi
Nayra menoleh kepada Erlan dan berkata "Lama banget udah ditungguin dari tadi"
Bukannya menjawab pertanyaan Nayra, Erlan malah menanyai hal lain "Bik Ila mana?"
Erlan segera mengambil kotak P3K didalam laci setelah mengambil ia langsung mengobati kaki Nayra sambil berjongkok
"Auwh" desis Nayra
"Apa sakit?" tanya Er
"Ya sakitlah" ketus Nayra
Setelah mengobati kaki Nayra, Erlan segera mengambil wudhu dan sholat bersama Bik Ila, Nayra tidak bisa ikut sholat dikarenakan kaki luka yang cukup parah
Setelah selesai sholat Erlan menghampiri Nayra yang sendirian didapur sambil makan dessert dan bermain ponsel
Nayra menoleh ke Erlan yang duduk disampingnya ia terkesima melihat Erlan yang memakai baju koko + sarung plus peci
"Sudah puas natapin aku" kata Er dengan sombongnya
"Jangan kepedean" sungut Nayra
Nayra meninggalkan Erlan yang masih terduduk. ia mau membantu Bik Ila yang mau membuatkan sarapan
"Sini Bik biar Nayra bantu" kata Nayra dengan lembut
"Jangan Non" tolak Bik Ila
"Apaan sih Bik panggil aku Nayra aja jangan panggil Non lagian kita sama sama pembantu" jelas Nayra
__ADS_1
"Iya"
Setelah selesai memasak mereka bertiga makan dimeja makan, baik itu pembantu mereka boleh memakan makanan dengan bebas tanpa ada yang melarang kecuali mereka mencuri. ia bisa dimasukan penjara seumur hidup
Mereka semua tampak menikmati makanan yang dibuat Bik Ila dan Nayra walaupun makanan sederhana tapi Erlan tidak masalah lagian toh yang penting Higienis dan masih bisa dimakan
Selesai sarapan Erlan sudah dijemput oleh sahabatnya Diki karna mereka ingin ke Perusahaan AR01 milik Arsyan untuk membahas proyek yang akan mereka buat
Diki masuk saja kedalam Mansion tanpa permisi dahulu ia tahu karna Nyonya dan Tuan besar tidak ada dirumah
"Selamat pagi Bro" teriak Diki sehingga orang yang dia maksud mendengar teriakan dirinya
"Gak usah gila teriak teriak dirumah orang" kata Erlan yang tak kalah besar juga suaranya
"Santai Bro aku cuman mau jemput kamu" balas Diki
"Jemput emangnya ada apa" tanya Er
"Masih mudah udah pelupa apa lagi udah tua" gumam Diki kecil
"Apa kamu bilang.!!! bonus bulan ini kamu gak dapat" ancam Diki
"Eh. jangan dong kalau aku miskin nanti gak ada yang suka sama aku" ucap Diki penuh kepedean
"Idih. muka seperti pantat kuali aja bangga. lihatlah muka aku nah tampan dari lahir" sombong Er
"Sombong amat kalau bukan bos aku aja udah aku tendang sampe samudra pasifik" umpat Diki didalam hati
"Berhenti mengumpatku Diki"
"Eh gak kok" balas Diki
Setelah selesai mengobrol dengan temannya Erlan segera bersiap
Nayra yang sudah selesai mencuci piring ia ketempat ruang tamu tempat Diki duduk
"Eh Tuan kok ada disini, mau minum gak?" tawar Nayra
"Lah kamu cewek yang jualan kue basah itukan kok ada disini?" tanya Diki
"Saya disuruh Nyonya besar untuk menjadi pembantu, Tuan mau minum?" tawar Nayra lagi
"Gak usah aku cuman jempur Er aja" ucap diki
"Owh"
"Itu kaki kamu kenapa?"
"Oh ini kena kaca pecah" jawabnya Nayra
BERSAMBUNG :)
kira kira Nayra sakit apa ya? entahlah tunggu kelanjutanya say
__ADS_1