Gadis Miskin Milik CEO

Gadis Miskin Milik CEO
Menyayangiku atau membenciku?


__ADS_3

Rangkaian tulisan itu sudah dicoret dengan tanda silang, berarti salah.


Nayra membaca tulisan itu sambil menangis ternyata selama ini Ayahnya memarahi ibunya hanya karna dirinya.


"Apa aku anak sial?" gumam Nayra sambil mengusap pipinya yang basah terkena air mata.


"Aku anak hasil zina? Aku pikir Ibu menjanda lalu menikah dengan Ayah, Pantas aku disebut anak sial."


"Hahahah, aku memang anak sial" kata Nayra lagi sambil tertawa namun tertawa ini terlihat sangat menyedihkan karna dia tertawa sambil menangis.


Berusaha untuk tersenyum disaat menangis itu sudah terbiasa bagi Nayra.


Kini Nayra mengambil kertas lain yang berada didekatnya lalu membacanya.


Teruntuk anak tiriku, Nayra Agustia mulyadi.


Maafkanlah Ayahmu ini


yang telah kasar kepadamu


Aku tau pasti kamu sangat sakit mendengar perkataanku yang kasar


Yang selalu memukulmu disaat masih kecil.


maafkan aku, aku terlalu banyak salah kepadamu.


Mungkin ini adalah kode dari kalian untuk meninggalkan ku sendirian, tapi kalian tidaklah salah meninggalkan ku karna memang aku tak pantas untuk tinggal bersama kalian.


Nayra, Ayah sebenarnya menyangimu. tapi entah kenapa ada rasa benci didalam hatiku untukmu


Maaf karna Ayah, tidak pernah memberimu kasih sayang sedikit pun.


Maaf karna Ayah, tidak seperti Ayah lainnya.


Maaf karna Ayah, kamu selalu dibully

__ADS_1


Ayah harap kamu tidak membenci Ayah, karna hati ini masih tersimpan rasa sayang yang tidak bisa diungkapkan lewat kata kata.


From Your Father


(Dari Ayahmu)


Rangkaian kata itu juga disilang, berarti salah.


Nayra membacanya sambil menangis ada rasa bersalah juga karna dia membenci Ayahnya.


Kini dia sedih dan bingung, Sedih karna dia telah membenci Ayahnya dan bingung karna Ayahnya menyayanginya atau membencinya.?


Tapi Nayra sedikit senang melihat tulisan itu, karna Ayahnya masih menyayanginya.


Dia bangun dari duduknya tapi kepalanya tiba tiba berdenyut, pelipisnya panas. dia segera pergi keluar kamar untuk mengambil tasnya


Dia mengeluarkan obatnya sebelum kepalanya bertambah sakit, lalu mengambil Air minum untuk memudahkannya menelan obat tersebut


Kini kepalanya lumayan mereda karna sudah meminum obat, dia melanjutkan kembali membersihkan rumahnya.


Keesokan harinya……


Nayra pergi kerumah sakit untuk menjenguk Ayahnya dia membelikan bubur lagi untuk Ayahnya sarapan.


Dia memasuki kamar pasien dimana Ayahnya berada, dilihatnya lelaki yang sudah menginjak kepala empat itu sudah terbangun.


Ayahnya hanya melihat Nayra masuk membawa bubur itu lalu berkata "Mau ngapain kau?" tanya dia ketus


Nayra tidak menanggapinya dia mengambil mangkok lalu memasukan bubur itu kedalamnya


"Ini makanlah, Yah." beri Nayra kepada Ayahnya tetapi lelaki itu menolaknya.


"Tidak perlu, aku tidak lapar"


"Yaudah, kalau gak mau" ucap Nayra lalu menaruh mangkok itu diatas meja dan pergi keluar dari kamar tersebut

__ADS_1


Nayra tidak pergi dia mengintip Ayahnya dari kaca dipintu, berharap sang Ayah memakan makanan pemberiannya.


Nayra melihat Ayahnya celingak celinguk, Nayra masih memantau keadaan Ayahnya.


Di bibirnya terukir jelas senyuman, melihat Ayahnya memakan makanan pemberiannya rasanya ingin menangis tapi dia takut ketahuan telah mengintip.


Dia pun pergi dari Rumah Sakit itu setelah mengetahui Ayahnya sudah makan, dia pun pulang lewat Ojek Online.


Dia mampir kewarung terlebih dahulu untuk membeli Mie Instan dan telur untuk sarapannya.


Setelah Mienya matang dia makan sambil memainkan ponselnya karna TV rumahnya tiba tiba tidak bisa dihidupkan.


...****************...


Dikediaman Harrison....


Erlan baru bangun tidur, semenjak ulang tahun Al sudah dekat dia dibebaskan sementara dan Mamanya tidak marah sekali jika terlambat bangun.


Erlan hanya memakai pakaian piyama disaat menuruni tangga, setelah benar benar turun dari tangga terdapat beberapa koper.


Erlan melihat Alora sedang memainkan ponselnya dan duduk disofa sambil menyilangkan kakinya.


Dari penampilan Alora sudah bersiap untuk pergi kebandara dan meninggalkan Indonesia


"Nyet, koper siapa ini?" tanya Erlan kepada Alora dia memanggil Alora dengan nama panggilan Yaitu Monyet


Alora yang mendengar nama panggilannya langsung melemparkan bantal sofa kewajah Erlan, Pas diwajahnya.


"Nama aku tuh Alora bukan Monyet" sargas Alora cepat dan menatap Erlan tajam


"Iya aku tau Nyet eh maksudnya Alora, ini koper siapa?"


Hargai aku lewat jejak cinta kalian :)


Kalau ada typo kasih tau ya:)

__ADS_1


__ADS_2