
"Lain kali gak usah pacaran, nanti kuberi tahu lagi sama Daddy mu itu" tegas Al
"Iya iya" jawab Alora malas
"See you, Nyet" Ujar Erlan lalu mendapatkan sakit kaki yang luar biasa dari Alora
"Alora, kakak." tegas Alora lalu mencium kedua pipi Erlan
Semua keluarga Alora sudah berpelukan dan sedikit cipika cipiki, setelah pamit mereka pergi kebandara dan meninggalkan Indonesia untuk beberapa tahun.
Tidak ada Nayra membuat Erlan seperti orang gila yang tidak bisa tersenyum, dia menghabiskan waktunya kekantor dari pada dirumah yang sunyi itu.
Setelah pulang dari kantornya Erlan berniat mengunjungi Nayra, dia mendatangi Ibu Ibu yang sedang bergosip sambil mengiris sayuran.
"Permisi Bu" sapa Er kepada Ibu Ibu itu.
Ibu Ibu itu menoleh ke Erlan, mereka berdecak kagum melihat pangeran dari mobil, menyapa mereka.
"Ada apa?" Jawab Ibu itu dengan mengedipkan satu matanya berharap Erlan tergoda dengannya, bukannya tergoda Erlan malah ilfil dengan Ibu Ibu itu.
__ADS_1
"Saya mau mencari rumah Nayra, apa ada yang tau?" Tanya Erlan sesopan mungkin dengan Ibu Ibu itu.
"Oh anak itu, ngapain juga cari dia bapaknya kerjaannya gak bener pasti Anaknya gak bener juga, mending sama Anak gadis ku dia selalu juara dikelasnya" Salah satu Ibu Ibu itu malah membandingkan Nayra dengan Anaknya.
Sehebat apapun anak itu tak bisa membuat hati Erlan goyah kepadanya, hanya Nayra seorang lah yang membuat dirinya jatuh cinta, pikir Erlan.
Lagian Erlan juga tidak mencari wanita yang pintar, karna dirinya sendiri bodoh jadi buat apa nyari yang pintar kalau dirinya sendiri ada kekurangan, Warisan banyak, jadi buat apa cari pasangan yang pintar.!!!
"Tinggal belok saja, nanti ketemu rumah kayu, dan itu rumah Nayra" tambah salah satu Ibu Ibu itu.
"Terima kasih."
Dia mendatangi Ibu Ibu tadi lalu bertanya dimana Nayra, lalu mereka bilang kalau Nayra pergi kerumah Sakit, Erlan pun menuju ke Rumah sakit ditempat Nayra berada.
Erlan memasuki Rumah Sakit dengan membawa satu tangkai bunga mawar.
Senyuman yang mengembang kini berubah menjadi raut kebencian disaat melihat wanita yang kita cintai sedang bersama Kakaknya sendiri.
Erlan mematung melihat pinggang Nayra yang dipeluk Alfred, Dia meremas bunga Mawar itu tanpa perduli dengan duri nya, kini tangannya berdarah terkena tusukan tajam duri itu namun dia tidak merasakan sakit karna yang lebih sakit dari tangannya adalah hatinya.
__ADS_1
Erlan berbalik lalu masuk kedalam mobilnya dengan perasaan marah, sedih, dan kecewa semuanya bercampur aduk.
Sedangkan dirumah Sakit, Nayra menghempaskan tangan Al dengan kasar dia tidak peduli mau marah atau tidak yang terpenting Al tidak menyentuhnya lagi.
"Berhenti menyentuhku" sungut Nayra lalu beranjak dari tempat duduknya
Al tadi kerumah Sakit lalu menarik Nayra dan memeluk pinggangnya, Al sudah merencanakan ini semua, sejak awal dia sudah tau bahwa Erlan akan kesini dan memberikannya mawar.
Al tidak marah kepada Nayra yang telah kasar kepadanya, dia pergi dari Rumah Sakit itu tanpa mengucapkan sepatah dua patah. Al tersenyum senang melihat adiknya cemburu lagi.
Sedangkan Er dia sedang menangis sambil menyetir, baru pertama kalinya dia menangis karna perempuan yang belum jadi miliknya. Tangannya yang terluka dibiarkan saja kini dia menuju kepantai untuk menenangkan hatinya.
Kini Al tidak menganggu Nayra lagi karna Er sedang berlibur.
Erlan sudah lima hari tidak pulang dia juga tidak sempat berpamitan dengan Al, Er juga sudah menghubungi orang tuanya untuk tidak pulang selama enam hari.
Selama lima hari Nayra juga tidak diganggu oleh Al, Ayah Nayra juga sudah pulang dan dia pun merencanakan untuk kembali kediaman Harrison untuk kembali bekerja.
Ayah Nayra tidak pernah kasar lagi dengan anaknya dia juga sudah bekerja walaupun luka ditubuhnya masih sedikit sakit dan yang penting lebih sehat dari pada berjudi.
__ADS_1
Ayah Nayra taubat guys :)