Gadis Miskin Milik CEO

Gadis Miskin Milik CEO
Kemarahn Alfred


__ADS_3

Alfred datang kekantor dengan keadaan marah menurutnya sikap orang tuanya terhadap dirinya sangat tidak adil


Saat Allfred memasuki lobi Perusahaan semua Karyawan menunduk sebagai tanda hormatnya kepada bosnya


Semua karyawan melihat wajah Alfred bewarna merah padam dan rahangnya mengeras, seperti sedang menahan emosi, mereka hanya diam tidak mau mencampuri urusan bosnya walaupun jiwa kepo mereka meronta ronta


Disaat sedang berjalan melewati semua karyawan datang seorang wanita yang nyaris sempurna itu menghampiri Allfred dengan memakai pakaian minim sambil berjalan lenggak lenggok seperti bebek menunjukan body nya yang tak seberapa itu


"Hai sayang apa kabar" ucap wanita tersebut dengan nada sensual, ia sudah berhadapan dengan Alfred sambil memegangi wajah ALl yang terdapat bulu bulu tipis di sekitar rahangnya


"Mengingkirlah! aku tidak mau digangu" singkirnya Al sambil menghempaskan tangan wanita tersebut


"Kau kenapa sayang?" kata wanita tersebut dengan nada yang sama


"Menyingkirlah Cristy! aku sedang tidak mau diganggu" sahutnya Alfred dengan nada biasa saja ia tidak mau membentak partner ranjang kesayangannya


"Malam ini kita panas panasan ya sayang" ucap Cristy sambil menggigit bibir bawahnya agar terlihat sensual, dan seksoy


"Oke, tapi kamu pergilah" ucap AL mengusir Cristy secara halus


"Kamu mengusirku" ujar Cristy yang pura pura ngambek dan ingin memeluk Alfred tapi tiba tiba


"Maaf Tuan menganggu. kita ada meeting penting bersama kepala cabang Perusahaan" ucap Seorang wanita yang memiliki wajah cantik datang menghampiri Allfred


Alfred mengerutkan dahinya dan berkata "Memangnya ada apa? dua minggu lagi meeting dimulai kenapa buru buru sekali?" tanya Alfred yang tampak kebingungan


"Beberapa Perusahaan cabang memiliki masalah. lebih baik Tuan periksa saja sendiri" ujar wanita itu


Dia adalah Skretarisnya Alfred yang menjadi tangan kanan Alfred


"Baiklah ayo kesana" ucap Al namun dicegah cristy


"Jangan pergi Baby"


"Maaf tapi ini penting sayang, kamu pergilah ke mall pilih barang yang kamu suka ini cek yang sudah di tulis nominalnya" ujar Alfred menyogok Cristy agar cepat cepat keluar dari Perusahaannya


Mata Cristy tiba tiba berbinar melihat nominal angka yang ditulis di cek tersebut ia langsung mengambilnya dari tangan Alfred dan mencium pipi Alfred sambil berkata "Makasih sayang aku pergi dulu ya"


"Cih.. kesini tujuan utamanya hanya uang" gumam Alfred memandang jijik Cristy

__ADS_1


Semua karyawan dan Skretarisnya hanya melihat akting Cristy yang sok sayang padahal cuman sayang hartanya doang


Alfred dan skretarisnya bergegas ke ruangan meeting yang sudah tersedia.


Di dalam ruangan meeting...


Plak!"


Alfred melempar beberapa berkas berkas yang baru saja diberikan oleh kepala cabang


"Laporan macam apa ini? Kalian bisa bekerja tidak sih? Ha?"


"Bagaimana mungkin dana yang alirkan oleh pusat bisa membengkak hanya dalam kurun waktu dua bulan saja?"


"Bahkan laporannya pun tidak jelas"


"Jelaskan kepadaku"


Alfred membentak para karyawannya, dimana mereka adalah kepala cabang Perusahaannya yang mengadakan meeting sekali dalam sebulan di perusahaan capitalince yang membahas mengenai laba rugi di cabang perusahaan dalam kurun waktu dua bulan


Semua karyawan menunduk tak berani berkutik, mereka sudah keringat dingin dan ketakutan setengah mati


"Jawab aku. Apa kalian bisu hah!" Teriak Alfred yang tak tahan lagi ingin menyobek mulut mereka


"Dan kau tetap disini" tunjuk alfred kepada skretarisnya


"Ba..baik pak" ucap mereka secara bersamaan dengan wajah yang pucat dan gemetaran segera keluar dari ruangan meeting meninggalkan keempat kepala cabang yang lain


Sedangkan Skretarisnya hanya bersikap biasa seolah ia tidak takut dengan bosnya ia sudah terbiasa dengan sikap Alfred yang tiba tiba pemarah dan tiba tiba baik


Setelah menutup pintu ruangan meeting kepala cabang berkata


"Mereka gak tahu untung! pak alfred sudah sangat baik dengan kita tapi mereka membalasnya dengan seperti itu" ujar salah satu kepala cabang


"Itulah ciri ciri orang serakah sudah diberi rumah, Apartemen, Mobil, dan lain lain masih saja kurang" timpal kepala cabang yang lain


"Untung saja kita tidak korupsi. Bagaimana nasib mereka ya" ucap salah satu kepala cabang lainnya memikirkan keempat orang tersebut


"Palingan juga mereka dipecat. Nah ini kesempatan bagus untuk kita" ujar kepala cabang lainnya

__ADS_1


"Kesempatan apa?" Tanya mereka semuanya menatap kepala cabang yang mengucapkan perkataan yang diatas


"Jangan coba coba kamu mau korupsi" ujar temannya yaitu kepala cabang juga


"Bukan gitu maksud aku. Kita tuh harus bekerja keras dan memberikan hasil yang maksimal agar pak Alfred kasih kita bonus uang dan Mobil baru" ucap kepala cabang sambil menghayal jika itu terjadi


"Nah aku sih setuju"


"Memikirkan soal uang saja. Yuk kita pergi nanti ketahuan pak Alfred baru tau" ucap kepala cabang lalu mereka pergi semua


Sedangkan didalam ruang meeting....


Srek


Alfred menyobek kertas yang berisikan laporan tersebut ia menyobeknya lalu meremas kertas nya lalu melemparkannya kepada empat orang yang sedang menunduk ketakutan


"Jawab pertanyaanku! Atau ku robek mulut kalian satu persatu" ucapnya sambil menyeringai


Salah satu kepala cabang langsung bersimpuh di kaki Alfred sambil berkata "Maafkan saya pak! saya sudah bersalah karena korupsi, tolong jangan pecat saya pak, saya masih memiliki keluarga dan dua anak yang harus saya nafkahi"


"Hah" napas keluar dari mulut Alfred ia merendamkan emosinya dengan menarik napas dalam dalam


"Apa gajimu selama ini kurang? Apa setiap pemberian barangku tidak cukup?" ucap Alfred


"Ti--dak pak" ucap lelaki gugup yang masih bersimpuh di kaki Alfred


"Berikan aku alasan yang jelas jika memang gaji setiap bulanmu selalu cukup" kata Alfred se-santai mungkin


Lelaki itu tampak berpikir ia ingin memberikan alasan yang pas agar pak Al tidak memecatnya


"Orang tua saya sedang sakit parah Pak, biayanya cukup besar sehingga saya harus korupsi dan istri saya menuntut saya untuk membelikannya rumah yang lebih mewah dari pada yang bapak kasih" jelasnya memberikan alasan yang menurutnya tepat


Alfred yang tadinya sudah merendam emosinya kini emosinya naik keubun ubun saat mendengar alasan kepala cabang yang sedang bersimpuh di kedua kaki


Alfred langsung menarik kerah baju kepala cabang yang masih bersimpuh di kedua kakinya


"Apa kau tahu harga rumah yang kuberikan kepadamu?" tanya Alfred yang sangat geram dengan kepala cabangnya


"Tahu pak! Rumah yang bapak kasih mencapai 68 miliar yang dilengkapi dengan kolam renang dan terdapat taman dibelakangnya" ucap kepala cabang yang tidak tahu bahwa pekerjaannya sedang di ujung tanduk

__ADS_1


"Kau tahukan harga Apartemen yang ku kasih" tanya Alfred yang masih mencekram kerah baju kepala cabang tersebut


Bersambung :)


__ADS_2