
Setelah makan malam selesai Ella dan bi Ajeng membereskan meja makan ada yang membuat Arkana heran karena sedari tadi selesai makan Salma belum minum itu yang membuat Arkana heran setelah Ella dan bi Ajeng pergi ke dapur barulah Salma memegang gelas
Saat akan meminumnya Ella kembali datang karena masih ada yang tertinggal
"eh Salma kamu belum minum" tanya Ella saat melihat Salma masih memegang gelas tanpa berniat untuk meminumnya
Reyna yang baru sadar pun langsung melihat Salma yang sudah mulai pucat
"eh ka Ella mungkin ka Salma belum haus " bukan Salma yang menjawab melainkan Reyna yang menjawab
"oo jangan lupa minum habis makan itu harus minum" ingat Ella lalu kembali lagi ke dapur
Huh
Salma pun menghembuskan nafasnya saat Ella sudah pergi Reyna pun mendekat untuk membantu Salma minum saat akan membantu salma Ella memanggil nya
"Rey bantu Kaka sebentar" teriak Ella dari dapur
Reyna bingung harus bagaimana dia pun melihat ke samping Salma dan mendapati Arkana karena dia duduk di samping Salma
"emm om boleh aku minta tolong" ucap Reyna ragu
Arkana pun bingung
"bantu apa Rey " tanya Arkana
"tolong bantu ka salma minum nanti aku jelaskan sekarang aku harus ke dapur dulu " jawab Reyna langsung pergi setelah mengucapkan itu
Sedangkan Arkana bingung dia hanya bertanya kepada dirinya sendiri saja kenapa dengan gadis ini itu yang ada di pikiran nya tanpa banyak bicara Arkana membantu Salma minum
Salma tidak berkomentar atau menolak karena memang iya kesulitan untuk minum setelah membantu Salma minum Arkana kembali meletakkan gelas itu lalu bertanya
"kenapa dengan dirimu " tanya Arkana penasaran
Tanpa menjawab pertanyaan Arkana Salma mengambil gelas itu kembali Arkana hanya mengikuti tatapan mata Salma dan betapa terkejutnya Arkana dan Ilham saat melihat tangan Salma bergetar hebat saat mengangkat gelas itu karena tidak kuat Salma meletakkan kembali gelasnya
"Salma apa penyakit mu kambuh lagi " suara Ella dari pintu dapur
Salma, Arkan dan Ilham melihat ke arah suara itu betapa terkejutnya salam saat melihat Ella ada di pintu dapur sedang melihat dia salma tidak menjawab pertanyaan Ella dia malah melihat tangan nya saja
Ella yang tidak mendapat jawab Salma dia pun mendekati Salma lalu menepuk pundaknya
Puk
Ella menepuk pundak Salma yang masih melihat kedua tangan nya
"jawab Kaka Salma " suara Ella menjadi dingin
Salma pun melihat kearah Ella tanpa berniat menjawabnya sehingga Reyna kembali datang ke meja makan Reyna sempat mendengar suara Ella dia pun segera membantu Salma
"hehehe ka tadi kami ketempat kolam ikan punya aku ka dan tidak sengaja aku menyenggol ka Salma hehehe" Reyna berbohong kepada Ella
__ADS_1
"hah kamu ini udah tau Salma tidak bisa berenang malah di senggol " ucap Ella kembali saat mendengar jawaban Reyna
Karena memang benar Salma tidak bisa berenang dan itu selalu menjadi alasan untuk Salma menjadi penyakit karena Ella belum mengingat apapun, Soal kolam ikan memang Reyna mempunyai di salah satu kafe milik Salma karena Reyna sering mendapatkan perintah dari Salma untuk mengecek ke amanan kafe itu, sehingga membuat dia sering berkunjung ke sana karena dia kadang bosan selalu mengeceknya sambil duduk di meja kafe saja
Dia pun meminta izin ke salma untuk membuat taman kecil di belakang kafe dengan tambahan kolam ikan untuk memperindah tampilannya meski tidak terlalu dalam tetap saja bagi seseorang yang tidak bisa berenang sama saja terlalu dalam
skip balik lagi
"apa obat Salma masih ada dek " tanya Ella setelah mendengar jawaban Reyna
"bentar ka aku lihat dulu " jawab Reyna sambil berjalan menuju ruang tamu karena kotak obat yang di simpan di rumah tamu
"is kenapa harus habis sih " lirih Reyna saat melihat obat yang sering Salma makan saat seperti ini
Dia pun kembali lagi ke ruang makan untuk memberi tahu
"habis ka "ucap Reyna saat sampai
"lalu bagaimana ini kasian Salma kalo begini terus " lirih Ella saat mendengar nya
Bi Ajeng yang baru sampai tidak mengetahui apa pun lalu melihat Salma yang sedang melihat tangan nya bi Ajeng paham lalu melirik Reyna
Reyna yang merasa dilirik pun langsung mengedarkan pandangannya benar saja bi Ajeng sedang melirik nya Reyna paham lirikan bi Ajeng dia pun membentuk tangannya seperti pistol kepada bi Ajeng
Bi Ajeng yang melihat tangan Reyna yang seperti itu pun kaget
"begini saja ka aku akan membeli obatnya" ucap Reyna setelah memutuskan lirikan nya dengan bi Ajeng
Reyna bingung harus bagaimana lagi dia pun melihat Ilham lalu tersenyum penuh arti saat Ilham melihat wajah Reyna
"tenang saja ka ada om Ilham dia akan menemaniku" jawab Reyna masih dengan senyuman nya
Ilham yang mendengarnya langsung melihat wajah Reyna lagi
"eh dek ...." ucapan Ella terpotong
"tenang saja ka om Ilham tidak akan menolak" Reyna langsung memotong perkataan Ella
"kalau begitu aku pergi dulu ka " sambung nya lagi dengan menyeret tangan Ilham untuk keluar dari ruangan itu
"lah itu anak satu bener bener seperti isi kulkas hah " lirih Ella lagi
" maaf tuan bisa bantu saya untuk membawa Salma ke rumah tamu " ucap Ella saat menyadari kalau mereka masih di ruang makan
Arkana hanya mengangguk saja lalu membantu Salma dengan cara di rangkul
Bruk
"Salma "
"Salma "
__ADS_1
"non "
ucap Ella , Arkana dan bi Ajeng bersama saat tiba tiba saja Salma kehilangan kesadaran nya alias pingsan saat di depan pintu ruang makan
Arkana pun dengan sigap menahan tubuh Salma saat rangkulan nya terlepas dia pun langsung menggendong salma lalu membantu ke ruang tamu dan menidurkan Salma di sofa panjang dengan sangat hati hati
.
.
.
.
Ilham yang di seret oleh Reyna hanya pasrah saja sampai menuju mobilnya
"lah ko pake mobil Arkana" tanya Ilham kepada Reyna saat dia berhenti menyeretnya
"sudah ayo buka keburu malem takut apotik nya tutup" jawab Reyna dengan nada dingin
Ilham yang kesal setengah mati itu pun menyalakan mobilnya lalu masuk setelah melihat Reyna sudah selesai memasang sabuk pengaman nya dia pun menyalakan mesin mobilnya
"eh Rey apa aku boleh bertanya" tanya Ilham sambil menjalani mobilnya
"hah pasti tentang ka salma bukan " tebak Reyna Ilham hanya mengangguk saja
"ka Salma trauma dengan suara pistol karena kejadian di masa lalu yang entah apa sehingga membuat ka salma trauma berat " ucap Reyna dengan nada sedikit bersahabat
"lah kamu tidak mengetahui nya " tanya Ilham saat mendengar bahwa Reyna tidak mengetahui kejadian di masa lalu Reyna menggelengkan kepalanya lalu menjawab
"aku bukan adik kandung ka Salma maupun ka Ella aku hanya adik angkat yang ka Salma bawa dari pinggir jalan dan untuk masa lalunya ka Salma hanya bi Ajeng yang mengetahui nya bahkan ka ella juga tidak mengetahui nya " jawab Reyna panjang lebar
"lah terus siapa tadi !!! Ah ya ka Ella itu siapa" tanya Ilham kembali
"ka Ella Kaka kandung ka Salma dan pertanyaan kamu itu pasti mengapa ka Ella tidak mengetahui nya bukan " tebak Reyna kepada Ilham ,Ilham hanya mengangguk saja
"ka Salma pernah cerita kepada aku saat dia sedang melarikan diri dari orang orang itu ka Ella jatuh dan kepalanya menjadi korban sehingga dia tidak mengingat apapun yang bersangkutan dengan masa lalu nya, kamu juga pasti sudah mendapatkan informasi tentang ka Salma bahwa dia dari pantai asuhan bukan " sambung Reyna kembali
"lah dari mana kamu tau " tanya Ilham lagi
" aku yang memberi tahu sedikit tentang ka Salma kepada kalian itu juga perintah ka Salma dan bagaimana ceritanya ka salma bisa berada di panti asuhan, karena saat dia sedang mencari bantuan di sekitarnya tapi tidak menemukan siapapun saat ka Salma putus asa datanglah ibu panti bersama suaminya yang ternyata pemilik panti asuhan, mereka berdua membawa ka Salma dan ka Ella kesana dan merawat mereka berdua meski ka Ella lupa tentang masa lalunya " Reyna menghela napasnya yang terasa sudah berat
" mereka juga menyekolahkan ka salma layak nya anak mereka tapi saat umurnya ka Salma 10 tahun, entah apa yang membuat ka Salma ingin keluar dari panti asuhan bersama Ka Ella karena ka Salma tidak memberitahu aku alasannya, dan di saat umurnya sekitar 11 atau 12 tahun ka Salma membawa aku dan menjadikan aku sebagai keluarga nya " jawab Reyna panjang lebar dengan mata yang sudah berkaca kaca
Ilham yang mendengarnya pun menjadi semakin penasaran "siapa sebenarnya Salma " itu yang ada dipikiran saat ini setelah mendengar cerita Reyna
" apa kamu sudah menemukan keluarga kamu"tanya Ilham lagi karena dia masih penasaran
"belum aku dan ka Salma masih berusaha mencari tahu" jawab Reyna lagi
Saat mobil sudah berhenti itu tandanya sudah sampai tidak ada pertanyaan lagi mereka berdua pun keluar untuk membeli obatnya setelah membeli obatnya mereka kembali lagi masuk ke mobil lalu berjalan kembali menuju rumah salma sepanjang perjalanan pulang tidak ada yang membuka suara lagi
__ADS_1
Bersambung.........