gadis misterius yang baik hati

gadis misterius yang baik hati
bagian 51


__ADS_3

Salma dan Zainal sama sama memikirkan kembali perkataan Arkana


Pletak


aish


Ringis Salma saat ada yang menyentil kening nya yang sedang terluka itu, tepat di bagian luka nya


Arkana dan zainal langsung melihat ke arah orang masih dengan memakai jas dokter nya itu yang menyentil Salma


"kamu " ucap Zainal yang mengenali orang itu


Sedangkan Arkana dia masih melihat orang itu tanpa ekspresi dengan raut wajah yang dingin


"sakit dodol " ucap Salma dengan tangan yang ingin mengelus luka di kening nya tapi dia tahan karena itu pasti akan sedikit perih


"dodol itu enak bukan sakit "jawab zahra


Ternyata orang yang menyentil kening salma itu Zahra yang masih memakai jas dokter nya


"apaan coba datang datang langsung maen sentil aja " ucap Salma


Arkana dan zainal hanya menonton saja


"ya gue cuman ngetes doang Lo, tadi nya gue kira Lo mati rasa karena luka di kening Lo sama luka lainnya Lo lupain " jawab Zahra sambil duduk di sisi Salma sambil membawa kotak P3K


"Lo tau dari mana gue ada di sini"tanya Salma lagi kepada Zahra yang mulai mengobati luka Salma dengan perlahan


"tadinya gue mau ke kantin karena jam kerja gue udah kosong, tapi saat gue mau masuk ke kantin gue engga sengaja liat Lo masuk sambil berlari menuju resepsionis, setelah Lo pergi dari meja resepsionis gue dia juga ada di meja resepsionis"jawab Zahra lalu melirik Arkana saat dia menyebut nya


"setelah dia pergi gue pergi ke meja resepsionis untuk menanyakan apa yang Lo tanyakan, setelah penjaga resepsionis itu bilang gue pun ke sini untuk mencari jawaban nya " sambung Zahra lagi masih dengan mengobati luka Salma


Salma hanya mengangguk saja sambil mengingat kembali bahwa Zahra itu kerja di rumah sakit ini sebagai dokter kesehatan dan hanya memeriksa orang yang di rawat jalan saja


"jadi kamu seorang dokter " Zainal pun angkat suara


Sehingga membuat Zahra langsung melihat ke arah suara itu, tapi Zahra lupa lupa ingat saat di melihat kearah Zainal


"apa dia temen Lo sal"tanya Zahra kepada Salma lagi


"kaga gue engga punya teman laki laki atau pun sahabat laki laki "jawab salma


"aish kau sudah melupakan aku nona padahal kau bersama tema mu itu memiliki janji k pada kami untuk bertemu lagi di malam Minggu "ingat Zainal kepada Zahra


Zahra pun berfikir sambil mengingat kembali siapa orang yang ada di hadapan nya ini


"ouh kau orang yang di kafe itu " jawab Zahra sambil mengobati Salma lagi


"kau benar " ucap Zainal


"sudah beres " ucap Zahra saat dia sudah selesai mengobati luka uka Salma

__ADS_1


Arkana Hana memperhatikan mereka saja


ceklek


Suara pintu terbuka


Salma dan yang lainnya pun langsung melihat ke arah suara pintu yang terbuka itu dan muncul lah Reyna yang sedang tidur di atas bangkar dengan peralatan yang menempel di tubuh nya, dengan di dorong oleh satu suster dan satu suster lainnya membawa selang infus


Salma dan yang lainnya hanya mengikuti saja kemana Reyna akan di pindah kan


"maaf mbak pasien akan di pindah ke ruangan mana "tanya salah satu suster saat mereka ada di depan lift sambil menunggu lift itu terbuka


"ruang VIP saja sus " jawab Salma


Suster itu pun mengangguk lalu masuk ke dalam lift yang sudah terbuka Salma pun ikut masuk karena itu permintaan suster nya untuk masuk


Sedangkan Zahra, Arkana dan Zainal menunggu lift terbuka lagi


Salma dan kedua suster itu sudah ada di lantai empat, dan langsung menuju ruangan Yanga kan di pakai oleh Reyna


Salma dan kedua suster itu sudah sampai di ruangan itu


"maaf mbak apa anda bisa mengisi formulir untuk pasien " ucap suster yang baru saja datang di ruangan Reyna sambil memberikan sebuah map dan pulpen kepada Salma


Salma pun langsung mengambil map itu lalu mengisi formulir itu, setelah selesai Salma pun mengembalikan map itu kepada suster itu


"terima kasih mbak kalau begitu saya permisi" ucap suster yang membawa Mao itu lalu keluar dari ruangan Reyna


"terima kasih " jawab Salma


Kedua suster itu hanya memberikan senyum saja lalu keluar


Salma yang sudah melihat kedua suster itu keluar pun langsung mengambil kursi yang ada di dekat nya dan menyimpan nya di dekat ranjang Reyna


Salma pun duduk di kursi itu tidak lama kemudian zahra, Arkana dan Zainal pun datang ke ruangan Reyna


"sal" panggil Zahra kepada salam yang sudah ada di dekat nya itu sambil melihat ke arah ranjang diana Reyna sedang tidur dengan nyenyak untuk sementara waktu


"huh benar dia Reyna" jawab Salma yang paham akan panggilan Zahra


Derttt derttt


ponsel Salma berdering


Salma pun langsung melihat siapa yang menelpon nya


"angkat saja sal dan jelas kan Dengan perlahan " usual Zahra saat dia juga melihat siapa yang menelpon Salma itu


Salma dengan tangan gemetar pun langsung mengangkat panggilan itu


"assalamualaikum non" salam seseorang di sebrang telpon itu

__ADS_1


"wa-walaikumsalam bi " jawab salam Salma dengan sedikit gugup kepada bi Ajeng


yang menelpon Salma itu hi Ajeng


"b-bi sudah sampai" sambung Salma kembali


"non kenapa dengan suara non "tanya bi Ajeng yang meras heran dengan suara Salma


"iya bibi sama non Ella sudah sampai dari tadi tapi bibi lupa untuk memberi tahu non Salma "sambung bi Ajeng


"apa di sana ada ka Ella bi " tanya Salma kepada bi Ajeng


"ada ini bibi sedang berdua untuk menelpon non "jawab Bi Ajeng


"jadi begini bi, ka ..."Salma pun menjelaskan apa yang dia tahu tapi tidak dengan kecelakaan yang sempat menimpanya di jalan raya tadi jika tidak maka bi Ajeng dan Ella akan khawatir


Zahra, Arkana dan Zainal hanya bisa mendengarkan apa yang. salma bicara kan saja di sana tidak dengan suara yang ada di telpon itu


"tidak apa non itu sudah takdir" ucap bi Ajeng setelah mendengarkan penjelasan Salma


"benar Salma kamu tidak perlu menyalahkan diri kamu sendiri" sambung Ella


"baik ka dan bilang kepada Umi bahwa aku dan Reyna tidak bisa kesana mungkin lain waktu " ucap Salma


"iya nanti Kaka sampaikan kepada umi " jawab Ella


"ya sudah kalau begitu kamu jaga diri baik baik di sana dan jaga juga Reyna " sambung Ella lagi


"iya ka kalau begitu aku matikan panggilan nya assalamualaikum "pamit Salma kepada Ella dan bi Ajeng di sebrang telpon itu


"walaikumsalam" jawab Ella dan bi Ajeng


Salma yang sudah mendengar jawaban nya pun langsung mematikan panggilan nya dan menyimpan kembali ponsel nya ke saku jaketnya


Salma pun melihat ke arah Arkana dan Zainal yang sedang duduk di sofa Yanga ada di ruang itu


"aku titip Reyna " ucap Salma kepada Arkana dan Zainal sambil menyeret tangan Zahra menuju pintu


"lalu kamu mau kemana"tanya Arkana saat melihat Salma akan keluar sambil menyeret tangan Zahra


"ke kantin " jawab Salma dengan singkat, padat dan jelas


Arkana hanya mengangguk saja tanda paham sedang kan Zainal dia sedang memikirkan sesuatu


"sal Lo mau bawa gue ke mana "tanya Zahra kepada Salma yang sudah ada di luar ruangan


"gue laper mau makan Lo juga belum makan bukan" jawab Salma sambil melepaskan tangan nya yang menyeret tangan Zahra


Zahra pun mengikuti Salma karena dia juga sama sudah lapar


Bersambung.......

__ADS_1


__ADS_2