
Pagi menjelang siang
Tepat jam 9 Zainal bersama dengan Bisma datang ke rumah sakit untuk menjenguk Reyna Zainal juga membawa tas laptop nya yang berisi laptop tentunya
Tok tok tok
Pintu ruangan Reyna di ketuk dari luar
Serena yang mendengar pun langsung bangun dari duduk nya dan berjalan menuju pintu untuk melihat siapa yang datang
Sedangkan Salma dia sedang berusaha untuk memejamkan mata nya dengan rebahan di atas sofa karena mata nya sangat ngantuk tapi sulit untuk tidur
Ceklek
Serena pun membuka pintu dan terlihat lah dua laki laki dengan wajah yang sedang tersenyum tipis saat pintu nya terbuka
"apa..."ucapan Bisma terpotong oleh ucapan Serena
"salam dulu " potong Serena sambil mengingat kan Bisma
Bisma dan Zainal hanya tersenyum kuda saja
"assalamualaikum" ucap Zainal dan Bisma bersamaan
"walaikumsalam ayo masuk " jawab Serena lalu mengajak ke dua nya untuk masuk
Zainal dan Bisma merasa heran saat melihat Salma sedang rebahan di sofa dengan mata terpejam
"Salma semalam tidak tidur sekarang dia sedang berusaha untuk tidur" ucap Serena saat menyadari bahwa Zainal dan Bisma sedang melihat ke arah Salma
Salma yang mendengar ucapan Serena pun langsung membuka mata nya lalu melihat siapa yang datang
Salma pun langsung bangun dari rebahan nya menjadi duduk saat dia sudah melihat siapa yang datang
"Salma bisa kita bicara empat mata " ucap Zainal kepada Salma yang sudah duduk di sofa dengan sedikit menjaga jarak
"hmmm" Salma hanya berdehem saja lalu bangun dari duduk nya lalu mengambil ransel nya dan di ikuti oleh Zainal
"mereka mau ke mana " heran Serena saat melihat Salma dan Zainal ke luar dari ruangan itu
"mereka akan membicarakan sesuatu" jawab Bisma sambil terus melihat ke arah Reyna
eh
Serena baru menyadari bahwa di sana hanya ada mereka berdua saja dan satu Reyna yang sedang tidur
Serena pun melihat ke sekelilingnya dan benar saja di sana hanya ada mereka
"aish Safira Lo lama amat sih, Safira bur**uan balik lagi, Safira gue mohon cepetan"batin Serena terus menerus memanggil Safira jadi yang sedang keluar duduk
Ruang an itu pun langsung sepi di mana Bisma yang terus saja memperhatikan wajah Reyna dan Serena yang terus saja memanggil nama Safira di dalam batin nya
__ADS_1
Kembali ke Salma
"kita bicara di mana " tanya Salma saat dia berhenti berjalan
"di kafe depan saja " jawab Zainal lalu memimpin jalan menuju cafe depan rumah sakit
Salma dan Zainal pun sudah sampai di cafe itu dan zainal pun langsung memesan ruangan VIP agar lebih leluasa untuk berbicara
Zainal juga tidak lupa memesan dua minuman
"apa yang ingin di bicarakan"tanya Salma langsung ke the point saja
"gue cuman mau bahan soal kecelakaan Reyna " jawab Zainal sambil mengeluarkan laptop nya dan menyimpan di meja
Salma hanya mendengarkan saja
"gue rasa ada yang sedikit aneh dalam tabrak lari yang di alami Reyna " sambung Zainal sambil menunjuk kan cctv jalan raya saat Reyna tertabrak
Salma pun melihat cctv itu dengan teliti dan seksama agar tidak ada yang terlewat
isi cctv itu
cctv itu menunjukkan Reyna sedang menyebrang jalan saat lampu merah awal nya masih biasa saja keadaan pun masih normal
tapi ada dua orang yang mencurigakan di mana satu orang sedang naik motor dengan pakaian serba hitam lagi dengan wajah yang tertutup oleh helem dengan mengikuti arus lalu lintas sedang berhenti di lampu merah
Dan satu orang lagi berada di sisi Reyna dengan pakaian yang sama serba hitam dan memakai masker sehingga membuat wajah nya tidak terlalu jelas
Sehingga Reyna tertabrak dan orang yang ada di sisi Reyna sudah pergi dari sana begitu juga dengan pengendara motor yang menabrak nya sudah pergi dari sana dengan kecepatan lebih tinggi lagi
hah
Salma menghela nafas nya saat dia melihat rekaman cctv itu
"benar ini seperti sudah di rencanakan" ucap Salma sambil mengambil laptop Zainal lalu mengotak ngatik laptop Zainal itu
"benar aku juga merasa ada yang aneh sehingga membuat aku penasaran" jawab Zainal
lalu datang lah seorang pelayan sambil membawa nampan yang berisi dua gelas minuman yang di pesan tadi oleh Zainal
Zainal pun tidak membuka suara nya terlebih dahulu sebelum pelayan itu sudah pergi meninggalkan ruangan itu
Dan Salma masih mengotak ngatik laptop Zainal itu dengan sedikit fokus
"apa yang sedang kamu cari "tanya Zainal saat pelayan itu sudah pergi dari ruangan itu
Salma tidak menjawab dia hanya meletakkan kembali laptop Zainal ke meja lagi
Zainal pun melihat ke arah layar laptop nya itu yang menunjukkan cctv lain dan di dalam rekaman cctv itu m menunjukan dua orang tadi
"bukan kah ini dua orang yang tadi "tanya Zainal saat melihat layar laptop nya
__ADS_1
"benar aku meretas cctv lain " jawab Salma dengan nada dingin
Salma dan zainal pun melihat ke arah cctv yang memperlihatkan dua orang tadi
Dan benar saja seperti dugaan Salma dan Zainal bahwa kedua orang itu bahwa kedua nya itu sama sama memiliki rencana
Di rekaman cctv itu memperhatikan dua orang tadi sedang bertemu di suatu tempat bisa di sebut di sebuah gang sempit
terlihat di cctv itu dua orang itu sedang berbicara setelah selesai berbicara kedua orang itu pun membuka masker dan helem yang menutupi wajah mereka berdua
Sehingga Salma dan zainal dapat melihat dengan jelas wajah mereka berdua
"nam simpan rekaman cctv ini nanti saat Reyna bangun kita bahas bersama" ucap Salma sambil berjalan meninggalkan Zainal yang masih melihat rekaman cctv itu
Zainal yang mendengar ucapan Salma pun langsung mengalihkan pandangan nya ke arah Salma yang sudah dekat dengar pintu
"lalu kau mau ke mana " tanya Zainal sebelum Salma pergi meninggalkan nya di ruangan itu
"rumah sakit" jawab Salma cuek dan dingin
Salma pun melanjutkan kembali langkah nya, Zainal hanya bisa menghela nafas saja saat mendengar jawab Salma melebihi dari Arkana
"hah gue kira Arkana yang paling dingin ternyata masih ada yang lain " gumam Zainal sambil menyimpan rekaman cctv tadi
Setelah selesai Zainal pun keluar dari ruangan itu dan memanggil pelayan untuk membayar
setelah selesai Zainal pun menyusul Salma lagi untuk kembali ke rumah sakit
Di rumah sakit atau ruangan Reyna
Suasana semakin sepi bahkan deru nafas Serena dan Bisma dapat di dengar oleh mereka berdua dengan jelas
"apa boleh bertanya" Bisma pun membuka suara terlebih dahulu
Serena pun langsung melihat ke arah Bisma begitu juga Bisma langsung melihat ke rah Serena sehingga pandangan mata mereka Sling bertemu
waktu terasa berhenti saat mereka berdua saling tatap dengan tidak sengaja
Serena pun langsung tersadar lalu memalingkan wajahnya ke sembarang arah dengan wajah yang sedikit merah dan sedikit panas
Bisma yang melihat itu hanya bisa tersenyum saja saat melihat wajah serena memerah dan langsung memalingkan wajahnya
"bagaimana apa boleh aku bertanya"ulang bisma dengan tersenyum lagi kepada serena yang masih memalingkan wajahnya
Hah
Serena menghela nafas nya terlebih dahulu sebelum menjawab pertanyaan Bisma
"boleh " jawab Serena setelah mengendalikan dirinya dengan wajah yang sudah mulai tidak terlalu panas seperti tadi tapi belum berani melihat ke rah Bisma
Bersambung..........
__ADS_1