
"ham kita ke markas " ucap arkana yang sudah berada di dalam mobil lalu menelpon Bisma
Ilham yang mendengarnya langsung saja menghidupkan mesin mobilnya tanpa banyak bicara
"bis lo di mana ke kalo lagi di luar perusahaan langsung ke markas ajak Zainal juga " ucap Arkana saat teleponnya di angkat oleh bisma
"gue lagi di diluar sama Zainal nanti gue sama Zainal ke markas nyusul lo"
Setelah Mendengar jawab Bisma Arkana langsung mematikan panggilan nya
"apa lo mau ngomong soal mereka (Salma dan Reyna) lagi " tebak Ilham setelah melihat Arkana mengakhiri panggilan nya
"hmmm " Arkana hanya berdehem saja
Tidak ada lagi yang membuka suara sehingga tidak terasa sudah sampai markas saja saat Arkana dan Ilham turun dari mobil mereka berdua mengedarkan pandangannya mencari seseorang ternyata mereka berdua (Zainal dan Bisma) belum datang
Arkana masuk kedalam markas nya Ilham dengan setia mengekori Arkana mereka pun masuk ke ruangan nya yang sering mereka gunakan saat berkumpul untuk membicarakan sesuatu
Saat sudah masuk Arkana langsung duduk di kursi yang sering ia gunakan kursi yang terbilang mewah dengan busa yang empuk dan sedikit tebal tidak beda jauh beberapa kursi yang ada di sana juga sama seperti itu meski ruangan nya luas dan mewah
Arkana memiliki dunia bawah awalnya dia tidak memiliki maksud untuk membangun dunia bawah tapi karena tekad dia untuk mencari seseorang dia pun dengan keyakinan yang dia punya ,dia pun mulai mengumpulkan orang orang yang bisa ia percaya sehingga sampai sekarang mafia milik Arkana menjadi mafia terkuat no satu dan di takuti
Arkana juga menjual berbagai macam jenis senjata di mulai dari pistol maupun senjata tajam dan jangan lupakan juga rakitan bom yang di buat sendiri Zainal dan Ilham rakit sendiri lalu mengembangkan nya
Mafia milik Arkana berkembang di Eropa lalu membawanya ke Indonesia (maaf hanya khayalan saja ya) yang sering di sebut dengan julukan KING SADIS karena Arkana dan ketiga sahabatnya maupun bawahan nya sama sama sadis
Skip
Tidak lama kemudian Zainal dan Bisma datang
"Ar apa ga bisa ya besok saja "protes Bisma yang baru saja masuk
"ga bisa soalnya kita mau bahas tentang kedua gadis misterius itu "jawab Ilham
Zainal dan Bisma yang baru saja duduk langsung berdiri lagi
"hah ga nih kan lo" tanya Zainal
"ga usah makanya duduk lagi " jawab Ilham mereka berdua langsung duduk kembali
"benar dugaan kita bahwa kedua gadis misterius itu hacker misterius itu "ucap Arkana tenang
Sedangkan mereka bertiga kaget bukan main
__ADS_1
"maksudnya bagaimana"tanya Zahra dengan wajah yang tidak percaya
"tadi saat di ...." Arkana pun menceritakan pembicaraan nya saat di mobil tadi semuanya kepada mereka bertiga
"apa jadi benar dugaan kita " ucap Bisma saat Arkana selesai berbicara
"jadi tadi itu saat ngerem mendadak itu karena itu " tanya Ilham saat mendengar penjelasan Arkana
"jadi apa rencana mu untuk selanjutnya" tanya Bisma
Arkana melirik Ilham karena dia malas berbicara terlalu lebar
"tadi ..." Ilham pun menceritakan semuanya termasuk saat dia membuntuti Salma dari kontrakan sampai dia di suruh oleh bi Ajeng untuk menjaga Salma dari suara pistol maupun bentuk pistol
"besok siang adiknya itu yang bernama Reyna mau ke perusahaan untuk berbicara lebih jelas dan lebar " jelas Ilham kepada mereka berdua
"gue masih penasaran bagaimana masa lalu gadis misterius yang bernama Salma itu " ucap Zainal penasaran
"tapi tadi lo bilang siapa???ah ya Reyna itu adik angkatnya " tanya Bisma karena tadi Ilham pun menceritakan pembicaraan nya saat di mobil juga
"jadiii" tanya Zainal lagi
"hah kita akan membantu Salma keluar dari rasa traumanya sekaligus kita minta bantuan mereka karena Salma juga bilang akan meminta bantuan kepada kita " jawab Arkana panjang lebar
"entah tadi kami tidak sempat berbicara kepada Salma atau Reyna karena keadaan yang tidak mendukung" jawab Ilham
"tapi Ar apa tidak masalah membantu mereka " tanya Zainal tiba tiba
"iya apa lagi kita belum melihat apa yang sebenarnya " sambung Bisma
"mereka berdua benar Ar " Ilham juga mengikuti mereka
"hah Salma bilang asal kita tidak memberi tahu identitas mereka maka kita aman sebaliknya juga " jawab Arkana dengan hembusan nafas kasar
"apa mereka bisa di percaya Ar " ucap Zainal masih belum percaya
"entah tapi saat melihat sorot matanya di sana tidak ada kebohongan" jawab Arkana lagi
"hmmm kita lihat saja nanti " ucap Ilham
"hah ini sudah malam sebaiknya kita pulang saja " ucap Bisma lalu berdiri
Mereka bertiga pun melakukan hal yang sama saat menyadari bahwa hari sudah semakin malam akhirnya pembinaan merupakan sudah selesai lalu pulang ke rumah masing masing
__ADS_1
.
.
.
Pagi pun tiba
Salma baru saja beres sholat subuh lalu melihat jam dinding ternyata masih jam lima pagi dia pun langsung mandi agar lebih segar setelah selesai mandi dan memakai baju dia pun turun untuk membantu bi Ajeng masak
Saat sampai dapur ternyata di sana sudah ada Ella yang sedang membantu bi Ajeng memberikan bahan makanan
"selamat pagi bi , ka " ucap Salma yang sudah berada di sisi Ella
"pagi " ucap bi Ajeng dan Ella bersama
"sal emang udah enakan badannya "tanya Ella yang melihat Salma akan membantu mereka
"sudah ka jadi aku turun untuk membantu Kaka dan bibi " jawab Salma yang sudah mulai fokus mengiris bahan makanan yang tadi di cuci Ella
"SELAMAT PAGI SEMUA" tiba tiba saja suara khas itu sudah ada di depan pintu dapur sehingga membuat mereka yang ada di dalam kaget
"astaghfirullah dek bisa ga sih sehari aja absen dulu suara Cempreng kamu "omel Ella karena setiap di pagi hari pasti seperti itu
"entah sepertinya tidak bisa ka " jawab Reyna lalu mendekat
"sudah jangan ada yang bicara lagi kita fokus dulu masak " ucap Ella yang melihat Reyna akan berbicara lagi
Reyna pun tidak jadi berbicara lagi sehingga suasana di dapur menjadi sepi hanya terdengar suara tempur fersi dapur saja
Mereka yang sudah selesai masak pun langsung menata rapih di meja makan tidak lupa juga bi Ajeng memberikan sarapan pagi ke kamar penjaga
"wah kayaknya enak enak nih " ucap Reyna girang saat melihat ayam kecap pedas manis kesukaan nya ada di meja makan
"sudah ayo makan "ucap Salma saat memiliki firasat bahwa Ella dan Reyna akan kembali berdebat lagi
Akhirnya mereka semua makan dengan lahap tanpa suara sehingga rumah itu kembali sepi lagi setelah selesai Reyna dan bi Ajeng membereskan dapur sedang kan Ella dan Salma membersihkan meja makan
setelah selesai di dapur dan di ruang makan mereka pun membagi tugas untuk membersihkan rumah karena Salma dan Reyna pagi ini tidak akan ke mana mana
seperti jadwalnya kemaren hari i ini salma akan ke apartemen nya sekitar jam 9 nanti jadi dia bisa membantu yang lainnya sedangkan Reyna karena dia kan pergi ke perusahaan wigani nanti siang
Bersambung........
__ADS_1