
tiga hari sudah berlalu dengan cepat
Reyna masih dengan setia tertidur di atas bangkar rumah sakit dan masih setia ingin berada di alam bawah sadar nya
Selama tiga hari itu juga sahabat sahabat Salma selalu menemani Salma di rumah sakit mereka bertiga juga menemani Salma di malam hari alias menginap di sana karena Ella dan Bi Ajeng belum pulang dari rumah umi
Tidak mau ketinggalan juga Arkana dan ketiga sahabat nya selalu ke sana di siang hari atau sore hari setelah ada waktu kosong
Dan arkana juga selalu membuat Salma ketakutan selama tiga hari itu
Ketakutan???
Selma tiga hari itu Arkana selalu saja membuat Salma ketakutan karena Arkana selalu membawa pistol ke sana dan menunjukkan nya kepada salam
sehingga membuat Salma kadang pingsan dan kadang juga berlari ke balkon untuk menghindari pandang nya dari benda itu (pistol)
Seperti saat sekarang Salma sedang di uji oleh Arkana lagi
dengan santai nya Arkana menyimpan pistol di depan Salma yang sedang duduk di sebrang nya dengan pandangan mata nya kepada laptop
Tuk
Arkana dengan sengaja menyimpan pistol itu dengan sedikit kencang sehingga menimbulkan suara
Salma yang mendengar suara yang sudah beberapa hari itu ia dengar pun langsung berdiri tanpa melihat ke arah suara itu lalu berjalan menuju balkon dengan langkah yang sedikit gemetar
Meski begitu Salma tetap memaksa kan nya untuk melanjutkan langkah nya
Arkana dan Ilham yang sedang ada di Sana merasa kasihan dan tidak tega melihat nya tapi mereka tidak bisa memberhentikan cara pertama mereka sesuai dengan arahan Reyna saat di perusahaan wigani
di ruang itu hanya ada mereka bertiga dan yang ke empat Reyna selain mereka tidak ada lagi siapa siapa karena ketiga sahabat Salma sedang melakukan aktivitas mereka
Seperti Safira yang masih sekolah karena dia mendapatkan kelas siang, dan Serena dia sedang bekerja di toko pakaian atau butik jelas atas kerena dia seorang desainer atau perancang busana
Sedangkan Zahra dia sedang bekerja di lantai bawah rumah sakit karena dia bekerja di rumah sakit itu
Setelah aktivasi mereka bertiga selesai mereka akan pulang ke rumah sakit sementara waktu sampai Ella dan bi Ajeng pulang mereka bertiga tidak pulang ke rumah
Salma tidak meminta atau memaksa mereka untuk menemani nya di rumah sakit, mereka sendiri lah yang berinisiatif untuk menemani Salma bahkan sampai pulang ke ruang sakit bukan ke rumah mereka masing masing
__ADS_1
skip kita balik lagi
Hah
Salma menghela nafas nya setelah dia sudah berada di balkon dan duduk di kursi yang ada di sana dengan badan yang masih gemetar
Salma menyimpan laptop nya terlebih dahulu ke sisi nya karena badan nya semakin bergetar bahkan badan nya menjadi lemas
Salma yang sudah menyiapkan laptop nya pun memejamkan mata nya dengan tangan yang saling menggenggam untuk sedikit menenangkan nya
Eh
Salma baru menyadari bahwa ada yang memeluk nya dari samping bahkan kepala nya di senderkan di dada bidang orang yang memeluk nya dari samping itu
Salma pun membuka mata nya dan melihat siapa yang memeluk nya itu Dan dia melihat Arkana lah orang yang memeluk nya itu
Salma masih melihat wajah Arkana dan merasakan pelukan hangat dari Arkana sehingga membuat Salma mematung dengan memandang wajah taman Arkana
sehingga membuat Arkan juga memandang wajah cantik Salma yang putih mulus alami tanpa ada polesan make up sedikit pun bahkan lip bam saja tidak ada
"aku tau kamu ketakutan maka dari itu aku selalu menguji kamu untuk melawan ketakutan itu " ucap Arkana tiba tiba saja
"tetap saja sulit " jawab Salma jelas dengan singkat
"tidak tidak aku tidak bisa bahkan suara pi-pistol i-itu sangat l-lah bany-nyak tidak ti-tidak aku a-aku tidak bisa " jawab Salma dengan tangan menutup ke dua telinga nya mata nya juga ia tutup dengan rapat
Bahkan badan nya semakin bergetar hebat sehingga membuat Arkana semakin penasaran akan masa lalu Salma dan juga merasa kasihan kepada Salma
Arkana yang merasakan tubuh Salma semakin bergetar pun semakin mengeratkan pelukannya untuk membuat Salma sedikit tenang dan tidak terlalu ketakutan
"tidak apa apa mungkin kamu butuh waktu sedikit lama untuk terbangun dari rasa trauma mu terhadap suara dan bentuk nya " ucap Arkan lagi masih dengan posisi memeluk Salma
"t-tapi rasanya be-begitu sakit d-an ju-juga panas me-meski da-alam keadaan hu-ujan...... " ucap Salma terpotong dengan suara yang mulai ikut gemetar juga dengan sebelah tangan memegang leher nya
"ssssuuuttttt sudah lupa lupa dimana trauma mu datang, dan lawan rasa trauma mu lalu jadi rasa trauma mu, menjadi semangat untuk menemukan orang yang kau cari " poting Arkana karena tidak sanggup lagi mendengar suara Salma
di mana di dalam suara itu terdengar sebagai an rasa sakit yang ia pendam sendiri tanpa. Mau berbagi
"tenang saja aku akan menemani dan membantu kamu untuk keluar dari rasa trauma mu, bahkan ketiga sahabat ku akan ikut andil begitu juga dengan Reyna " sambung Arkana lagi
__ADS_1
Salma yang mendengar itu langsung membuka mata nya yang ia tutup sedari tadi, tatap Salma langsung melihat ke arah wajah Arkana yang sedang menatap nya
Salma melihat dengan seksama ke dalam mata Arkana untuk menemukan jawaban yang ia akan pilih
Tes
Satu tetes air mata Salma lolos begitu saja mengenai pipi nya yang mulus saat dia melihat ketulusan dari mata Arkana
Salma yang memang memiliki hati yang lembut itu dapat dengan mudah menangis jika ia tidak dapat menahan nya lagi untuk tidak mengeluarkan air mata
Arkana yang melihat itu kaget dia langsung menyembunyikan wajah salam ke dalam pelukan nya dengan mengangkat tubuh nya sehingga membuat tubuh Salma sudah ada di dalam pangkuan Arkana
Arkana pun langsung memeluk Salma lagi yang sudah ada di dalam pangkuan nya
Hiks
Suara tangisan Salma sedikit terdengar saat Arkana memeluk nya dengan erat sehingga membuat Arkana menutup mata nya saat mendengar suara tangisan Salma yang membuat hati nya sakit
"lupa kan jangan selalu di ingat " ucap Arkana lirih kepada Salma
Salma yang mendengar ucapan Arkana pun tidak bisa menahan tangisannya lagi, dengan perlahan Salma membalas pelukan Arkana yang mulai terasa semakin nyaman sehingga membuat tubuh nya sedikit membaik
Arkana yang merasakan Salma membalas pelukan nya pun senang meskipun dalam waktu yang sedikit tidak romantis meski begitu Arkana tetap masih merasakan sakit saat mendengar suara tangisan Salma
setelah beberapa saat kemudian Arkan merasa pelukan dari tangan Salma sedikit melonggar, saat dia melihat apa yang terjadi kepada Salma
Ternyata Salma sudah tertidur di dalam pelukan nya dengan mata yang sedikit membengkak akibat dari tangisan nya tadi
Arkana membelai lembut wajah Salma yang sedang tertidur di dalam pelukan nya itu
"apakah begitu besar luka di masa lalu mu itu San " gumam Arkan lirih sambil mengusap air mata yang masih tersisa di bawah kelopak mata Salma
Setelah selesai dengan itu Arkan pun mengendong Salma masuk ke dalam lalu membaringkan tubuh Salma di sofa panjang lalu mengambil selimut yang ada di dekat sofa itu
ceklek
Suara pintu terbuka dan memperhatikan Ilham dan Safira yang sedang ada di ambang pintu
Safira masuk terlebih dahulu dengan baju yang sudah ia ganti tadi di sekolah dan baru lah Ilham masuk dengan membawa satu bungkus yang berisi air mineral kemasan
__ADS_1
karena air di ruang reyn habis tadi saat Ilham akan minum dia melihat air nya habis jadi dia pergi ke luar untuk membeli minum
Bersambung.......