gadis misterius yang baik hati

gadis misterius yang baik hati
bagian 53


__ADS_3

Pagi pun datang


ketiga sahabat Salma belum menyadari bahwa Salma sudah tidak ada di antara mereka bertiga


" eh Salma ke mana " Serena baru menyadari nya


sehingga membuat Zahra dan Safira langsung melihat sekeliling dan benar saja Salma tidak ada di ruangan itu aau pun di kamar mandi saat Serena mengecek kamar mandi


"engga ada " Serena mengangkat bahu nya kepada Zahra dan Safira


'lah bukan nya dalam tidur sama kamu ya di bawah " ucap Zahra


karena mereka berempat tidur di dua tempat diana Zahra dan Safira di sofa panjang yang ada di sana dan Salma dan serena tidur di lantai menggunakan kasur lantai yang sedikit tebal


"benar kenapa kamu tidak menyadarinya "sambung Safira


"hah entah lah " jawab Serena


Ceklek


Suara pintu balkon rumah sakit terbuka dan terlihat lah Salma yang berada di sana dengan membawa laptop nya


Ketiga sahabat Salma pun langsung melihat ke arah suara itu


"sal sejak kapan Lo ada di sana " tanya Zahra kepada Salma


" apa enggak tidur lagi "tebak Serena saat melihat di tangan Salma ada laptop


"hah iya " jawab Salma dengan menghela nafas nya


'engga apa apa " sambung Salma lagi


Salma pun kembali menutup pintu balkon agar udara dingin tidak masuk karena masih terlalu pagi


"bentar lagi azan subuh gue duluan ke kamar mandi nya " ucap Salma sambil meletakkan laptop nya kembali ke ranselnya dan menyimpan nya di kemar kecil yang ada di dekat sofa


"eh sal sejak kapan Lo bawa laptop, perasaan kemarin Lo engga bawa laptop" heran Zahra sambil mengingat kembali bahwa Salma kemarin tidak membawa laptop


"semalam gue minta seseorang untuk nganterin laptop gue " jawab Salma sebelum masuk ke kamar mandi

__ADS_1


"haaah perasaan kemarin malam engga ada yang datang ke sini" heran Zahra lagi


"aish sudah lah gue sama Safira mau cari makan dulu mumpung masih pagi " ucap Serena


"heh ini itu masih pagi banget emang ada yang sudah buka di waktu sekarang " tanya Zahra, Safira yang mendengar nya hanya bisa menepuk kening nya dengan pelan


"ya ada lah dodol "jawab Safira


"udah dulu takut keburu rame " sambung Safira lalu keluar bersama Serena


tidak lupa juga mereka memakai jaket agar tidak kedinginan


"eh bentar"cegah Zahra kepada Safira dan serena


"apa " ucap Safira sambil balik badan ke arah Zahra


"kalian akan keluar dengan wajah bantal kalian bahkan celana kalian juga masih menggunakan baju tidur" ucap Zahra sambil menahan tawanya


Safira dan serena langsung melihat ke arah kaki mereka dan benar saja mereka berdua masih memakai celana tidur


Lalu mengambil ponsel masing masing dan benar saja


"huh untung Lo bilang kalau engga malu kita "ucap Serena


Di kamar mandi


Salma yang sudah menutup pintu kamar mandi langsung menjatuhkan badannya dengan pelan di depan pintu kamar mandi lalu bersandar di pintu kamar mandi


"Sorry aku engga bisa tidur nyenyak untuk beberapa hari ini " lirih Salma dengan mata terpejam


"bahkan di hari sebelum nya untuk tidur nyenyak saja perlu bantuan obat tidur" lirih Salma lagi dengan air mata yang mulai keluar dari kelopak mata nya


Memang benar apa adanya selama beberapa hari ini di selalu meminum obat tidur agar bisa tidur dengan nyenyak


Meskipun begitu dia tetap saja akan terbangun dengan nafas yang memburu lagi dan juga mimpi yang sama


karena Salma tidak ingin membuat ketiga sahabat nya khawatir dan melontarkan beberapa pertanyaan kepada dirinya Salma memilih untuk tidak tidur semalaman dan dia pun meminta sky untuk mengantar kan laptop nya yang ia simpan di markas milik nya sendiri


Markas yang di bangun oleh Salma tidak memiliki maksud atau tujuan dia mendirikan markas itu hanya untuk diri nya sendiri

__ADS_1


Du markas itu juga ada beberapa orang hacker yang di ajarkan oleh Salma sky juga salah satunya yang ia jadikan murid nya tidak lupa juga orang orang itu semua sudah terlatih dalam seni bela diri dan sebagainya


hanya Salma saja yang belum ahli dalam seni bela diri Salma masih belajar dengan bantuan sky yang mengajarkan nya langsung, sky sangat ahli dalam bidang itu sky juga memiliki teknik khusus yaitu teknik ninja yang sangat sulit untuk di pelajari oleh orang orang Salma


Dan di markas itu juga ada persediaan barang tajam seperti pedang dan belati yang ia buat sendiri dengan beberapa bantuan orang kepercayaan nya yang ia pakai


tidak dengan pistol meski orang orang yang ada di markas milik Salma sangat ahli dalam menggunakan pistol tetap saja Salma meminta sky untuk menyembunyikan persediaan pistol itu sampai dia bisa melupakan semua traumanya tentang pistol


Reyna dan bi Ajeng tidak mengetahui bahwa Salma memiliki markas sendiri hanya sky saja yang mengetahui nya karena Salma membangun markas itu di dampingi oleh sky sejak usia Salma 15 tahun dan usia sky 12 tahun


skip kita balik lagi


Setelah selesai mandi dan mengganti baju tidak lupa juga Salma mengambil wudhu untuk melaksanakan sholat subuh


Salma pun keluar dari kamar mandi


ketiga sahabat Salma yang mendengar suara pintu kamar mandi terbuka pun langsung melihat ke arah Salma


"kalian mau kemana" tanya Salma saat dia melihat Safira dan serena yang masih memakai jaket


"mau cari makan tapi kamu mau cuci muka dulu " jawab Serena sambil berjalan menuju kamar mandi dan di ikuti oleh Safira tidak lupa juga mereka berdua celana ganti


"sudah lah sal nanti juga Reyna akan bangun kembali" ucap Zahra yang melihat Salma sedang memandang wajah Reyna yang tertidur pulas itu


"hah " Salma hanya bis menghela nafas nya saja


Salma pun berjalan kembali menuju sofa di mana di sofa itu sudah ada mukena yang sudah di siapkan Salma pun mengambil nya dan tidak lama kemudian azan sudah di terdengar Salma pun langsung melaksanakan sholat subuh nya


Serena dan Safira sudah keluar dari kamar mandi pun langsung menuju pintu keluar dari ruangan itu


Zahra yang sudah melihat ke dua sahabatnya itu sudah keluar pun langsung masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri


Zahra yang baru saja keluar dari kamar mandi dengan badan yang segar pun langsung melaksanakan sholat subuh saat dia sudah melihat Salma sudah selesai sholat nya


Serena dan Safira pun sudah kembali dengan membawa empat bungkus nasi goreng dan empat teh manis hangat yang mereka beli


Sebelum memakan makanan itu Serena dan Safira sholat terlebih dahulu urusan mandi bisa nanti setelah selesai makan


Akhirnya ke empat gadis itu makan dengan tenang dan lahap tanpa ada yang membuka suara dan melupakan pikiran mereka sejenak agar makan mereka lebih nikmat

__ADS_1


tetapi tidak dengan pikiran Salma yang tidak bisa mengalihkan pikiran nya dengan semua masalah yang ia hadapi meskipun hanya sejenak saja, tetap saja sangat sulit bagi Salma meski ia sudah mencoba nya untuk melupakan semua itu untuk sejenak saja


Bersambung........


__ADS_2