
Reyna langsung terdiam saat Salma mematikan panggilan nya secara sepihak bahkan dia belum selesai berbicara
Reyna pun melihat ke arah Faisal yang masih melihat lurus ke depan
"apa " judes Faisal saat dia menyadari bahwa Reyna sedang melihat ke arahnya
"tidak,, ayo ini sudah semakin malam" geleng Reyna lalu mengajak Faisal agar segera masuk ke pusat perbelanjaan
Faisal hanya menghela nafas saja, dengan pasrah dan lemas dia pun keluar dari mobil
"Rey kamu liat apa " tanya Faisal saat melihat Reyna seperti memerhatikan sesuatu
"sepertinya ada kucing yang baru saja mencuri ikan " ucap Reyna masih dengan pandangan ke suatu arah
Faisal yang sedikit paham dengan ucapan Reyna pun mengedarkan pandangannya
"apa dia Rey " tunjuk Faisal dengan bibirnya
"Yap benar sekali jangan sentuh dia mainan aku " ingat Reyna kepada Faisal sambil berjalan menuju orang yang ia tunjuk
"hadeh entah bagaimana ka Salma mendidik Reyna " gumam Faisal sambil menggelengkan kepalanya pelan
Puk
Reyna menepuk pundak orang itu, orang yang ia tepung pun menoleh ke arah nya
"cari rezeki itu yang halal bang "ucap Reyna dengan santainya meski orang itu sedang memegang benda tajam
Orang itu yang sedang panik pun langsung menyerang Reyna dengan benda tajam itu tanpa memberi jeda supaya Reyna tidak bisa melawan tapi, orang itu salah di saat dia terus menyerang Reyna orang lah yang selalu mendapatkan pukulan dan tendangan dari Reyna
Sehingga orang itu ambruk seketika saat Reyna tanpa perasaan dan ekspresi menendang area bawah nya
bahkan orang yang sedang melihat Reyna bertarung dengan orang itu meringis saat Reyna menendang nya tanpa perasaan dan ekspresi
"hah Reyna, Reyna " geleng Faisal saat melihat aksi Reyna
"ingat bang meski Abang sudah berlari begitu jauh agar tidak tertangkap itu membuang buang waktu saja " ucap Reyna sambil mengambil paksa dompet yang tadi sempat ia copet
Setelah berhasil mengambil dompet yang orang itu copet Reyna pun memberikannya kepada pemiliknya, sedangkan yang lain sudah memberi tahu post ke amanan untuk melapor bahwa ada pencopet
Tidak lama kemudian keamanan datang dan membawa pencopet tadi
"terima kasih nak karena kamu dompet ibu jadi selamat " ucap ibu ibu yang Reyna tolong
"tidak apa Bu kita saling membantu saja kalau begitu saya permisi bu masih ada urusan " ucap reyna dia pun pamit lalu pergi dari situ
"heh kau ini ada ada saja Rey " ucap Faisal saat Reyna sudah sampai di hadapan
"bukan ada ada saja tapi memang ada ko " jawab Reyna dengan tersenyum kuda
"ya sudah ayo kita belanja takut keburu Malam "ajak Faisal kepada Reyna
Reyna mengangguk lalu kembali berjalan untuk belanja
__ADS_1
.
.
.
.
Salma dan Arkana sudah sampai di depan gerbang rumah Salma
"kau yakin sampai sini saja " yakin Arkana kepada Salma yang meminta nya untuk menurunkan diri ya di depan gerbang saja
"ya , dan terima kasih jangan lupa juga motor besok harus ada di depan rumah aku " jawab Salma dan mengingatkan bahwa motor nya belum ada di rumah
"ya besok akan ada yang mengantarkan nya " jawab Arkana
Salma yang sudah mendengar jawaban Arkana dia pun langsung turun dari mobil lalu menutup kembali pintu mobil nya
Salma tidak langsung masuk ke dalam tapi dia diam dulu sampai mobil Arkana pergi meninggalkan kawasan rumah nya
Setelah melihat mobil Arkana menghilang dari pandangan nya dia pun masuk
"non baru pulang tapi kenapa motor non engga ada" tanya penjaga gerbang itu saat melihat Salma pulang tanpa membawa motor nya
"sedang di bengkel mang ada kerusakan sedikit besok akan ada yang nganterin ke sini, kalau begitu aku masuk dulu mang " jawab Salma dengan sedikit berbohong
penjaga gerbang itu mengangguk saja mendengar jawaban salma
"assalamualaikum" salam Salma saat dia membuka pintu rumah tapi ada yang aneh saat dia masuk
karena dia melihat hanya ruang tamu saja yang lampunya mati sedangkan di ruangan lain masih menyala
Klik
Tiba tiba saja lampu ruang tamu menyala dengan sendirinya saat Salma mengedarkan pandangannya dia melihat Ella sedang berdiri dengan tangan yang masih ada di tombol lampu
" Kaka belum tidur"tanya Salma kepada Ella
tapi ada yang aneh dari raut wajah Ella seperti sedang menahan amarahnya
"apa kau masih akan menyembunyikan semuanya dari Kaka Salma " Ella tidak menjawab dia malah memberikan pertanyaan yang membuat Salma tidak paham
Saat Salma sedang memperhatikan Ella dia melihat di keningnya Ella masih ada bekas biru bisa di pastikan Ella terjatuh
"apa maksudnya ka " heran Salma dengan berpura pura tidak tahu
"jawab saja Salma pertanyaan Kaka " ucap Ella lagi
"jangan juga kau berpura pura tidak tahu Salma " sambung Ella lagi
"tapi apa yang Kaka tanyakan " jawab Salma dengan suara bingung nya
"Salma jangan berpura pura tidak tahu" ulang Ella lagi
__ADS_1
"tapi apa yang Kaka tanya kan aku tidak tahu ka " jawaban Salma masih seperti tadi
"apa kau tidak ingin membaginya dengan Kaka Salma " ucap Ella dengan mata yang mulai berkaca kaca
"tapi apa ka " ulang Salma lagi
"sehingga kau memikul beban mu dengan sendiri Salma, bahkan kau tidak ingin membaginya dengan Kaka " ucap Ella lagi dengan badan yang mulai bergetar
Bahkan saking bergetar nya Elka tidak dapat menahan berat badan nya dia langsung mendudukkan dirinya sendiri di lantai
Salma yang melihat itu dia pun langsung berjalan menuju Elka dengan sedikit berlari
"jawab dulu Salma sebelum menyentuh Kaka " cegah Ella saat Salma akan membantu nya berdiri
Salma tidak menjawab atau pun bersuara saat melihat Ella menunduk, Salma pun mengedarkan pandangan nya lagi dia melihat bi Ajeng di dekat tangga
Bi Ajeng memberikan isyarat kepada Salma dengan menunjukan kening dan tembok secara bergantian
Salma yang melihat isyarat bi Ajeng pun paham, sekarang dia mengerti kenapa Ella menanyakan itu semua nya kepada dirinya
"kenapa kamu diam Salma jawab pertanyaan Kaka " ucap Elka saat di tidak mendengar jawaban Salma atau suara Salma
"ka bangun dulu " ucap Salma dengan niat akan membantu Elka berdiri tapi sayang Elka tetap tidak membiarkan Salma menyentuh diri nya sebelum menjawab pertanyaan nya
"jawab dulu Salma " ulang Ella lagi
Salma menggelengkan kepala nya
"kumohon ka jangan seperti ini " ucap Salma dengan mata yang mulai berkaca kaca
"dan Kaka juga memohon kepada mu agar menjawab pertanyaan Kaka " sambung Ella lagi
"ka jangan seperti ini ka " ucap Salma lagi dengan suara yang mulai pelan
"Kaka juga meminta dirimu agar tidak seperti itu " sambung Elma lagi dengan suara yang mulai berat
brugh
Salma menjatuhkan dirinya di depan Ella dengan kepala sedikit menunduk
"hiks hiks aku terpaksa hiks ka hiks hiks " ucap Salma dengan tangisan yang mulai terdengar oleh Ella
"kenapa sal " tanya Elka lagi dengan suara pelan dan semakin berat
"hiks a-aku terpaksa hiks k-ka hiks " jawab Salma lagi dengan ucapan yang sama
"terpaksa kenapa Tika " ucap Elka dengan suara yang hampir tidak terdengar lagi dengan air mata yang mulai menetes dari mata nya
"jangan hiks panggil a-aku hiks dengan se-butan itu hiks ka " ucap Salma dengan terbata bata saat Ella memanggil nya dengan sebutan 'tika'
"kenapa Tika" tanya Ella lagi dengan suara sedikit meninggi
Bersambung..........
__ADS_1