gadis misterius yang baik hati

gadis misterius yang baik hati
bagian 25


__ADS_3

Setelah selesai memberikan rumah bersama Salma pun langsung ke kamar nya untuk siap siap sedangkan Reyna


"akhirnya selesai juga ka bi aku ke kamar dulu ya mau mandi" ucap Reyna dengan senyuman manis nya


"kamu belum mandi dek " tanya Ella yang mendengar ucapan Reyna


" hehe belum ka aku tidak bisa mandi terlalu pagi karena dingin hehehe" jawab Reyna dengan cengengesan


"yasudah sana " usir Ella kepada Reyna


Reyna yang mendengar usiran Ella langsung berjalan dengan wajah malas saat Reyna sampai tangga dia berpapasan dengan Salma yang sudah rapi menggunakan kaos yang menutupi lehernya berwarna coklat muda di padu dengan celana jins yang tidak terlalu ketat di kakinya tidak lupa juga dengan jaket hitam nya dan ransel gendongannya


"wah sudah rapi ka mau ke mana" tanya Reyna saat melihat Salma sudah rapi


"kan Kaka sudah bilang kemarin" jawab Salma santai


"ah iya aku lupa hehe " ucap Reyna dengan tersenyum


"ka apa tidak gerah selalu memakai kaos yang menutupi leher dan jaket!!! perasaan Kaka kalau di rumah juga selalu memakai Hoodie "tanya Reyna penasaran


Karena memang benar Salma selalu memakai kaos yang menutupi lehernya,saat akan keluar dia selalu memakai jaket saat di rumah dia selalu memakai Hoodie meski sudah memakai kaos yang menutupi lehernya


"tidak kalau begitu Kaka pergi dulu " jawab Salma sekaligus pamit


"hah nanti saja aku tanya ke bibi mungkin bibi mengetahui nya lagi pula aku juga penasaran kenapa Kaka selalu menutupi lehernya seingat ku bahkan saat aku masih kecil Kaka juga selalu menutupi lehernya menggunakan syal tau kerudung pashmina " gumam Reyna sembari berjalan menuju kamar nya


"ka, bi aku mau keluar sebentar mungkin aku siang atau sore pulang nya "ucap Salma saat sudah ada di hadapan Ella dan bi Ajeng


"mau kemana lagi kamu sal kaga ada libur libur nya kamu " tanya Ella yang melihat Salma sudah rapih


"nanti ka aku libur nya sekarang aku pergi dulu assalammualaikum" jawab Salma sambil mencium tangan Ella dan bi Ajeng lalu mengucapkan salam


"walaikum salam"jawab salam Ella dan bi Ajeng bersama


Salma pun langsung pergi dengan membawa motor sport kesayangan nya dengan kecepatan sedang


"bi aku ke kamar dulu "pamit Ella saat melihat Salma sudah keluar Ella pun langsung ke kamar


Tidak lama Ella kemar Reyna datang menghampiri bi Ajeng yang sedang melamun seperti memikirkan sesuatu

__ADS_1


"bi "


"bi"


"bi"ucap Reyna sambil melambaikan tangannya di depan wajah bi Ajeng tapi tidak merespon


"bi Ajeng" ucap Reyna lagi dan itu mampu membuat bi Ajeng sadar lagi


"iya non " jawab bi Ajeng


"bibi kenapa ko melamun " tanya Reyna kepada bi Ajeng


"tidak apa apa non " jawab bi Ajeng lagi


"bi apa bisa kita berbicara sebentar " tanya Reyna dengan pandangan kesana kemari karena untuk memastikan bahwa Ella tidak mendengar


bi Ajeng yang melihat Reyna seperti itu sedikit paham


"baiklah mari kita bicara di taman belakang" ucap bi Ajeng lalu berdiri di ikuti Reyna


Mereka pun sudah sampai di taman belakang Mereka pun duduk di kursi yang ada di sana


"huh aku mau menanyakan kenapa Ka Salma selalu menutupi lehernya" jawab Reyna dengan suara sedikit pelan


bi Ajeng yang mendengarnya paham karena memang benar bahkan saat pertama kali bi Ajeng bertemu dengan Salma dia sudah memakai syal yang menutupi lehernya dengan sempurna


"di leher non Salma ada goresan belati dan goresan peluru" jawab bi Ajeng dengan mata terpejam


Reyna yang mendengarnya kaget sebelum dia akan bertanya lagi bi Ajeng langsung berbicara lagi


"bahkan di pundak kanan nya ada bekas peluru" sambung bi Ajeng lagi


"goresan belati dan peluru??? Maksudnya bagaimana bi " heran Reyna belum paham


"non Reyna pasti sudah tau bukan kenapa non Ella tidak mengetahui masa lalunya " tanya bi Ajeng kepada Reyna


"iya karena ka Salma pernah bercerita bahwa ka Salma dan ka Ella sedang melarikan diri dari kejaran orang orang itu "jawab Reyna sambil mengingat saat Salma pernah bercerita


"benar tapi sebelum kejadian non Ella terbentur non salma sempat melawan saat non Ella dan non Salma di tangkap dengan posisi belati di leher non Salma agar non Ella tidak memberontak , non Ella yang melihat belati yang berada di leher non Salma pun langsung diam tapi saat non Ella diam non Salma yang mulai memberontak sehingga belati itu menggores lehernya huh" bi Ajeng menghela nafasnya dulu

__ADS_1


"sehingga non Salma bisa melarikan diri lalu membantu non Ella di saat mereka sedang saling mengejar tiba tiba saja hujan turun dengan derasnya sehingga membuat orang orang itu tidak terlalu jelas melihat kemana non Salma dan non Ella berlari karena tidak mau ambil pusing orang orang itu menembak asal di saat suara satu pistol akan menuju non Salma , refleks non Salma langsung menghindar sehingga leher non Salma hanya tergores saja di saat orang orang itu sudah pergi hujan pun berhenti non Salma dan non Ella keluar dari persembunyiannya dan non Ella tidak memperhatikan non Salma yang sedang menahan sakit, "


"dan saat mereka berjalan mencari tempat aman tiba tiba saja non Ella jatuh sehingga berakibat nya seperti sekarang belum mengetahui apapun " ucap bi Ajeng dengan panjang lebar


"lalu soal bekas peluru yang di pundak ka Salma " tanya Reyna lagi


"soal bekas peluru itu mungkin non Reyna tidak terlalu mengingat nya saat non Reyna dan non Salma sedang berjalan jalan di sekitar rumah yang lumayan jauh tiba tiba saja ada yang berlari kearah kalian dengan terus di hujan ni peluru, tiba tiba saja ada yang menyerang kamu non " ucap bi Ajeng berhenti berbicara sejenak karena melihat ekspresi wajah Reyna


"menyerang aku bi " tanya Reyna masih dengan wajah syok nya


"iya non karena non Salma tidak mau non Reyna kenapa Napa jadi non Salma melindungi tubuh non Reyna dengan tubuh non Salma sehingga mendapatkan dua peluru yang menancap di punggung pundak Kana dan di depan pundak kanan karena kalian sedang berada di tengah tengah sehingga dari dua arah menuju kalian berdua " ucap bi Ajeng lagi


"tapi bi jika Salma tertembak dua peluru sekaligus seharusnya..." ucapan Reyna terpotong oleh bi Ajeng


"ya seharusnya gitu tapi ketua orang yang lari kearah kalian dia lah yang menolong kalian bahkan sekarang kalian sudah mendapatkan marga dari nama keluarga ketua itu " ucap bi Ajeng


"siapa bi " tanya Reyna penasaran


"paman andiri lah yang menolong non Salma dan non Reyna sehingga nyawa non Salma selamat " jawab bi Ajeng


"hah pa-man an-andiri " ulang Reyna lagi


"ya " jawab bi Ajeng enteng


"tapi bagaimana bibi mengetahui semuanya" tanya Reyna masih penasaran


"non Salma sendiri yang menceritakan sendiri kepada bibi " jawab bi Ajeng lagi


"baiklah non jika masih ada yang ingin di tanya kan maka silahkan "tawar bi Ajeng


"tidak bi mungkin cukup saja nanti jika ada yang ingin aku tanyakan lagi baru datang kembali lagi ke bibi " jawab Reyna


"baiklah kalau begitu bibi pamit " ucap bi Ajeng lalu berdiri meninggal taman belakang


Sedangkan Reyna dia masih merenungkan nya lagi setelah selesai dia pun meninggalkan Taman belakang untuk bersiap siap karena dia akan menjemput Safira terlebih dahulu


Bersambung.........


(maaf nih sekarang mungkin cuman bisa update satu episode saja karena di pantau 😂😂 karena aneh katanya yang biasa ketawa ngakak sendiri sama salting sendiri ini malah serius ngetik 😂😂 meskipun umi engga bicara tapi author tau dari sorot matanya 😂😂 sehingga panik sendiri tambah ngakak sendiri kalo liat sorot mata umi 😂😂 dah dulu assalammualaikum )

__ADS_1


Jawab kalo ada salam itu jangan lupa juga like


__ADS_2