
Salma dan mami Arkana sudah sampai di kamar tamu yang akan digunakan Salma untuk sholat
"ini kamar nya nak,,, oh iya nama kamu siapa nak Tante belum tahu " ucap mami Arkana menanyakan nama Salma karena dia belum memberi tahu nama nya
"nama aku Salma Tante "jawab Salma dengan tersenyum tipis kepada mami Arkana
"nama yang bagus " lirih mami Arkana
"baiklah Salma jika sudah, kamu bisa berkumpul lagi bersama yang lain di ruang tamu, Tante mau kedapur dulu untuk masak malam " ucap mami Arkana sambil mengingat karena ini sudah waktunya makan malam tapi makan belum siap
Salma hanya mengangguk saja, setelah melihat mami Arkana pergi dari hadapan nya Salma pun menutup pintu kamar dengan perlahan dengan hembusan nafasnya yang sejak tadi ia tahan karena sesak
Kembali ke ruang tamu
"apa om boleh bertanya" tanya papi Arkana kepada sahabat Arkana itu
Mereka semua mengangguk tanda setuju dengan pernyataan papi Arkana
"siapa gadis yang di bawa Arkana?? Bahkan tadi dia sangat berani menendang kaki Arkana tanpa rasa takut" papi Arkana menanyakan tentang Salma
"oh dia Salma om " jawab Bisma singkat
"gadis yang beberapa hari lalu ia temui "sambung Ilham singkat
" di apotek untuk membeli obat " sambung Zainal lagi dengan posisi semula
"untuk bang Rival waktu kemarin" sambung Ilham lagi
"saat obat nya sudah habis " Bisma menyambung lagi
"sebelum waktu cek in ke rumah sakit"Zainal ikut menyambung lagi
akhirnya sambung menyambung ucapan singkat itu di lakukan oleh ketiga lelaki itu
"hadeh seorang aja cukup jangan sambung menyambung ucapan" komentar papi Arkana
Hehehe
Mereka bertiga hanya tersenyum kuda saja saat mendengar nya
"tapi om bukan hanya Salma saja yang berani menendang Arkana bahkan adik nya saja berani saat pertama kali bertemu " ucapan Ilham itu membuat papi Arkana merasa heran dengan sikap putra nya itu
Biasanya kalau ada yang berani kurang ajar apa lagi sampai seperti sudah di pastikan orang itu tidak akan lagi melihat dunia lagi
"haaah tumben sekali Arkana seperti itu "heran papi Arkana
"bahkan tadi saja Ilham dan Zainal pun sudah merasakan bogem mentah dari adiknya tanpa keraguan " bongkar Bisma sembari tersenyum penuh kemenangan
"apa bagaimana mungkin??? berarti kamu belum merasakan nya Bisma " tanya papi Arkana kepada Bisma
Bisma menggelangkan kepalanya dengan tersenyum senang
__ADS_1
"wah bahaya itu Bisma " peringatan dari papi Arkana itu membuat Bisma bingung
"bahaya kenapa om " tanya Bisma
"biasanya jika orang yang masih bersangkutan dengan orang yang sudah merasakan bogem mentah dari seseorang itu,, belum merasakan nya biasanya akan lebih menyakitkan dari orang yang sudah merasakan nya " seringai papi Arkana dengan wajah yang meyakinkan tapi tidak dengan batinnya yang sedang tertawa
Bisma yang mendengarnya langsung panik sendiri sedang kan Ilham dan Zainal merasa beruntung sudah merasakan nya
"huh syukur gue udah merasakan nya" ucap Ilham lalu melihat ke arah Zainal
"bener jadi sekarang kita aman untuk sementara waktu" sambung Zainal
"om yang benar saja " Bisma tidak percaya dengan ucapan papi Arkana
"memang benar jika tidak maka tunggu waktu saja " papi Arkana menakut nakuti Bisma lagi
Bisma semakin gugup mendengar jawaban papi Arkana itu, ruang tamu kembali sepi lagi mereka semua hanya menatap Bisma saja yang sedang gugup dan gelisah saat mengingat sikap Reyna
Apalagi Bisma tadi melihat saat Ilham menjemput Reyna di lobi perusahaan lebih tepatnya di meja resepsionis, bahkan Reyna tanpa takutnya meninju perut Ilham belum sampai di situ juga dia juga mengingat di mana Zainal di tinju juga di depan nya
.
.
.
.
"Alhamdulillah aku sudah sholat" syukur Salma setelah selesai sholat sekarang dia sedang duduk di pinggir kasur
"sepertinya aku hubungi dulu ka Ella kalau aku pulang sedikit telat" gumam Salma lalu mengambil ponselnya dan menghubungi Ella untuk memberitahu bahwa dia akan sedikit malam pulang ke rumah
Setelah selesai memberi tahu Ella, Salma pun menyimpan ponsel terlebih dahulu lalu memakai jaketnya kembali dan menggendong ranselnya lagi, setelah selesai Salma kembali mengambil ponselnya lalu memasukkan ponselnya ke saku jaketnya
Sebelum membuka pintu kamar Salma menarik nafas nya terlebih dahulu baru lah membuka pintu
Saat dia sudah berada di luar tujuan Salma sekarang ke dapur untuk membantu mami Arkana
Para maid yang melihat nya heran karena Salma berjalan menuju dapur bukan ruang tamu untuk berkumpul dengan yang lainnya sehingga ada salah satu maid memberanikan diri untuk bertanya
"maaf non anda mau ke mana, jika ingin ke ruang tamu anda harus berbalik arah" tanya maid itu
"tidak aku tidak salah arah, aku mau ke dapur untuk membantu Tante memasak " jawab Salma dengan menggeleng kan kepalanya pelan
"kalau begitu aku permisi" ucap Salma lalu melanjutkan langkahnya menuju dapur
Sedangkan maid tadi dan temannya berdecak kagum dengan sikap Salma meskipun dengan wajah yang datar dan dingin tapi tidak dengan sikap dan hatinya
"ada yang bisa aku bantu Tante " ucap Salma sehingga mengejutkan mami Arkana dengan koki yang sedang fokus masak
"astaghfirullah Salma Tante kaget" kaget mami Arkana sambil memegang dadanya lalu melihat ke arah salma yang memberikan senyum tipis nya
__ADS_1
"tidak apa salma kamu bisa kumpul dengan yang lain di ruang tamu " tolak mami Arkana dengan halus
"tidak apa Tan malas kalau bergabung dengan lelaki " tolak Salma juga dengan halus
"lebih baik aku di sini membantu memasak " ucap Salma lagi
Perdebatan kecil pun terjadi sehingga mami Arkana mengalah saja membiarkan Salma membantu mereka untuk memasak
Setelah selesai Salma kembali membantu maid menata meja makan sedangkan mami Arkana dia pergi ke ruang tamu untuk memberi tahu bahwa makan malam sudah siap
"wah seperti nya enak nih " celetuk Zainal di belakang mami Arkana
"eh di mana putraku " mami Arkana baru menyadarinya bahwa putra satu satunya tidak ada
"ham di mana Arkan " tanya mami kepada Ilham
"entah tadi dia pergi begitu saja tanpa memberi tahu " jawab Zainal apa adanya
"mungkin dia di kamar " sambung papi Arkana
"bisa jadi tuh Tan " ucap Bisma
"baiklah kalau begitu mami mau menyusul ke kamar Arkana dulu " ucap mami Arkana sambil berjalan meninggalkan ruang makan
"eh di mana Salma nal,bis " Zainal baru menyadarinya bahwa Salma tidak ada
"hooh di mana dia " Bisma pun mengedarkan pandangannya
"coba suruh pelayan untuk memanggilnya" saran Ilham pada ke dua sahabatnya
Sedangkan Papi Arkana sedang menahan tawanya karena orang yang mereka bicarakan sedang duduk di meja makan sambil menatap mereka tanpa ekspresi
"eh tapi bentar" ucap Zainal karena dia merasa ada yang mengganjal lalu menoleh ke arah meja makan
Benar saja Salma sedang duduk anteng sambil menatap mereka bertiga dan papi Arkana sedang menahan tawanya
"sejak kapan kau ada di sana " tanya Ilham saat melihat Salma sudah ada di sana
"sejak ada tontonan gratis" jawab Salma dengan nada dingin
Mereka bertiga saling pandang lalu tersenyum kuda saja lalu duduk di meja makan sedangkan di lantai tiga di mana kamar Arkana berada
Tok tok tok
Mami Arkana mengetuk pintu kamar Arkana terlebih dahulu
Tok tok tok
pintu di ketuk lagi tapi tidak ada jawaban mami Arkana pun membuka pintu kamar nya ternya tidak di kunci, saat mami Arkana membuka pintu kamar nya Beta terkejut dia melihat putranya
"Arkan "lirih mami Arkana dengan mata berkaca kaca
__ADS_1
Bersambung.........