gadis misterius yang baik hati

gadis misterius yang baik hati
bagian 42


__ADS_3

Salma yang mendengar suara Ella mulai meninggi, dia pun memberanikan diri nya untuk memeluk Elka meskipun Ella selalu memberontak hingga akhirnya Ella pun pasrah saat Salma terus memeluknya


"maaf ka hiks maaf hiks " lirih Salma kepada Ella


"kumohon jelaskan hiks Salma " pinta Ella dengan berbisik karena suaranya tiba tiba menjadi berat


"iya ka hiks tapi tidak hiks seperti ini " jawab Salma kepada Ella yang masih memeluk Ella


Ella mengangguk tanda setuju Salma bangun dari duduk nya terlebih dahulu agar bisa membantu Ella


Salma dan Ella sudah duduk di sofa ruang tamu


"sekarang jelas kan kepada Kaka kenapa kamu menyembunyikan nya dari Kaka " tanya Ella lagi tanpa basa basi


"aku terpaksa karena aku tidak ingin membebani Kaka yang sedang sakit ... " ucapan Salma terpotong karena Ella membuka suara


"membebani apa sal membebani Kaka karena Kaka lupa ingatan?? " tanya Ella saat dia baru saja mendengar ucapan Salma


"hah bukan seperti itu ka, aku ingin Kaka sembuh terlebih dahulu, tidak mungkin juga aku membebani Kaka dengan semua ini di saat Kaka sedang di fase pemulihan, bahkan setelah sekian lama nya Kaka baru ada kemajuan dari pemulihan Kaka baru baru ini, jadi aku tidak mau Kaka terpuruk lagi.." jelas Salma dengan ucapan yang masih di gantung


"terlebih lagi Kaka pernah depresi berat saat di panti" sambung Salma dengan suara pelan tapi dapat di dengar oleh Ella yang berada di samping nya


"maksudnya sal " tanya Ella saat mendengar ucapan Salma yang di lanjutkan


"saat pertama kali aku dan Kaka masuk panti asuhan, aku kira Kaka hanya lupa ingatan saja ternyata tidak, Kaka juga mengalami depresi berat entah apa penyebabnya tapi saat aku mendengar obrolan dokter dan ibu, ternyata di situ Kaka tidak melupakan semua nya Kaka sedikit mengingat di mana bunda dan ayah di bunuh di depan mata kita, setiap Kaka mengingat itu Kaka langsung berteriak dan menangis sambil berkata meminta tolong, " jelas Salma dengan mata terpejam tanpa berani melihat raut wajah Ella


"lantas bagaimana Kaka bisa melupakan kejadian itu?? Bahkan Kaka tidak mengingat nya lagi " tanya Ella lagi


"dokter mengatakan bahwa Kaka bisa melupakan kejadian itu tapi taruhan nya ingatan Kaka, ibu yang tidak ingin mengambil keputusan sendiri, ibu pun berbicara kepada aku untuk meminta izin, aku pun dengan terpaksa menyetujui nya karena aku tidak tega melihat Kaka seperti itu " jelas Salma dia menghela nafas nya terlebih dahulu sebelum melanjutkan nya lagi


"di saat itu lah ingat Kaka jadi hilang semua nya sehingga aku harus berjuang sendirian untuk meyakinkan Kaka bahwa aku ini adik Kaka, bahkan ibu pun sering menangis melihat aku yang masih kecil harus berusaha keras untuk mendapatkan kepercayaan Kaka, nasi sudah menjadi bubur aku harus menanggung nya sendiri karena aku juga yang memberikan izin, satu tahun lamanya aku berusaha untuk menyakinkan Kaka sehingga Kaka mempercayai nya, tapi aku bersyukur karena kerja keras ku selama itu dapat membuah kan hasil " jelas Salma lagi dengan pandangan mata terus melihat ke depan


Ella yang mendengar penjelasan Salma itu langsung lemas seketika dengan air mata yang sudah keluar dengan sendiri nya,

__ADS_1


"jadi aku pernah depresi, sehingga Salma harus berjuang begitu keras bahkan di usia nya yang masih kecil " batin Ella dengan terus menatap Salma yang masih melihat ke depan


"lalu di mana ibu mendapatkan uang untuk mengobati Kaka " tanya Ella lagi saat dia mengingat nya


"saat itu bapa masih ada, bapa lah yang berjuang mencari uang untuk mengobati Kaka dan menghidupi anak anak panti lainnya termasuk keluarga nya juga, bahkan di saat keuangan menipis bapa terus berusaha keras untuk mencari kerja sampingan, " jelas Salma lagi dengan mata yang mulai terpejam lagi


Saat dia mengingat di mana laki laki yang begitu berjasa di hidup nya dan di kehidupan anak anak panti lainnya, sehingga laki laki itu tidak pernah terlupakan


"lalu kenapa kamu membawa Kaka keluar dari panti, dan dari mana kamu mendapatkan rumah itu dan uang dari mana " tanya Ella lagi dengan pertanyaan yang masih menumpuk di dalam pikiran nya


"rumah kita yang dulu itu pemberian dari seseorang yang sekarang menjadi pelindung kita, dan masalah uang aku bekerja setelah pulang sekolah meskipun orang itu juga membantu ke uangan kita " jawab Salma lagi


"pemberian? Pelindung? bekerja? Membantu? Maksudnya bagaimana sal " tanya Ella lagi


" aku pernah menolong seseorang bisa di bilang orang itu berhutang nyawa kepada aku untuk memberikan imbalan orang itu memberikan rumah sederhana itu kepada aku, dia juga menjadi pelindung kita bahkan di sekitar kita ada mata mata yang mengikuti kita, soal bekerja mungkin Kaka sedikit mengingat nya, dan soal membantu, orang itu juga setiap bulan nya selalu memberiku uang untuk membeli kebutuhan kita " jelas Salma lagi


Ella yang mendengar penjelasan Salma kembali diam lagi lalu melihat bi Ajeng yang ada di bawah tangga sedang memperhatikan mereka berdua


Bi Ajeng yang mendengar pertanyaan Ella hanya melempar senyum saja kepada Ella


"Bi Ajeng bukan bagian dari orang itu, bi Ajeng murni orang luar yang aku bawa ke rumah saat aku berencana akan pindah ke rumah itu dan keluar dari pantai asuhan bersama Kaka " jawab Salma lagi


Ella yang mendengar jawab Salma kembali diam masih dengan pandangan mata terus melihat ke arah bi Ajeng yang masih melemparkan senyum nya ke dirinya


"lantas kenapa bibi begitu menyayangi kami bertiga, apa bibi sudah mengetahui semua nya bi? "sekarang Ella bertanya kepada bi Ajeng


Bi Ajeng yang di berikan pertanyaan oleh Ella bi Ajeng pun mendekat


"benar bibi sudah mengetahui semua nya karena non Salma sendiri yang menceritakan semuanya kepada bibi, soal menyayangi itu karena. Bibi mengetahui semuanya jadi bibi ingin memberikan kasih sayang seorang ibu yang bibi miliki, sehingga kalian tidak terlalu merasa di tinggalkan oleh orang tua kalian, dan alasan lainnya yaitu bibi tidak memiliki anak bahkan bibi sudah tidak bisa memiliki anak lagi, jadi bibi memberikan kasih sayang seorang ibu kepada kalian karena bibi juga tau rasanya kehilangan " jawab bi Ajeng yang sudah duduk di samping Ella, bi Ajeng juga berkata dengan Jujur kepada Ella


Bi Ajeng sebenarnya sudah menikah tapi sayang suami nya sudah di panggil duluan, bi Ajeng sudah tidak bisa memiliki anak lagi karena dia sudah sering keguguran saat mengandung, lebih tepatnya setiap dia mengandung selalu saja kehilangan bayinya yang belum lahir ke dunia, sehingga bi Ajeng tidak bisa memiliki anak lagi


"hiks lantas kenapa hiks bibi tidak hiks memberi tahu hiks bahwa bibi hiks mengetahui semuanya hiks " tanya Ella lagi dengan tangisan yang mulai terdengar oleh bi Ajeng dan Salma

__ADS_1


Bi Ajeng yang mendengar tangisan Ella dia pun memeluk Ella agar dia lebih tenang


"alasan bibi sama seperti non Salma yaitu tidak ingin mengganggu pemulihan pengobatan non Ella dan non Salma juga melarang bibi agar tidak memberi tahu non Ella " jawab bi Ajeng dengan terus memeluk Ella dan matanya juga sudah mulai berkaca kaca


Salma yang melihat Ella semakin kencang dengan tangisannya dan melihat bi Ajeng yang juga ingin menangis memalingkan wajahnya dengan nafas yang sesak


.


.


.


.


Reyna dan Faisal sudah selesai berbelanja mereka juga sudah sampai di depan gerbang mansion milik tuan andiri


"oh ayolah Reyna setidaknya sampai taman saja " Faisal mengeluh saat Reyna berhenti di depan gerbang saja tidak masuk sama sekali


"sedikit berjalan jalan di malam hari tidak apa apa kali "jawab Reyna dengan tersenyum devil


"aish kau ini " lirih Faisal


Faisal pun turun dari mobil Reyna lalu membanting pintu mobil nya karena kesal dengan Reyna


"pantas saja reyna meminta dirinya yang menyetir ternyata dia CK CK CK " batin Faisal sambil berjalan memasuki gerbang yang sudah di buka oleh penjaga gerbang


Karena gerbang dan mansion lumayan jauh jika memakai kendaraan mungkin sekitar 20 menit dengan kecepatan sedang


"AKHHH DASAR ISI KULKAS DUA PINTU" teriak Faisal saat dia sudah menghubungi seseorang untuk menjemput nya


Sedangkan Reyna dia hanya tertawa ngakak sendiri di mobil saat mendengar teriakan Faisal


Bersambung.........

__ADS_1


__ADS_2