
Setelah selesai makan di kantin rumah sakit Salma dan Zahra kembali lagi ke ruangan Reyna sambil membawa dua bungkus makan untuk Arkana dan zainal
Ceklek
Suara pintu ruangan Reyna terbuka Salma dan Zahra melihat kearah sofa di mana dua orang laki laki sedang menatap wajah Reyna secara intens yang sedang tertidur di atas kasur rumah sakit dengan beberapa alat medis yang terpasang di tubuh nya
Ekhm
Dehem Zahra mampu membuat Arkana dan zainal langsung melihat ke arah suara itu
"ada apa dengan Reyna "tanya Salma dengan mengangkat satu alis nya
tidak
tidak
jawab Arkana dan zainal bersama sambil memalingkan wajah nya ke sembarang arah
Salma hanya bisa mengangkat bahu nya saja sedang Zahra dia hanya bisa melihat saja
Zahra pun berjalan kembali menuju sofa tidak lupa juga Zahra menutup kembali pintu ruangan nya
Sedangkan Salma dia lebih memilih duduk di kursi yang ada di dekat ranjang Reyna
"ini buat kalian" Zahra pun menyodorkan makanan nya yang ia beli tadi kepada Arkana dan zainal
"buat kamu berdua"tanya Zainal
"benar bukan kah kalian juga belum makan siang " jawab Zahra
"dari mana kamu tau kalau kamu belum makan "tanya Zainal lagi
"bukan kah tadi kamu bercerita kepada Salma bahwa kamu tadi ingin mencari makan siang di restoran " jawab Zahra dengan sabar meski kesabaran nya tidak lah tebal
"kau mendengar nya juga" Zainal memasukan bahwa Zahra benar benar m mendengarnya
"apa kau lupa bahwa tadi Salma bercerita kepada bi Ajeng dan ka Ella di telpon" kesabaran Zahra semakin di uji oleh Zainal
"oo iya juga ya " angguk Zainal
"sudah jangan banyak tanya lagi makan saja " seka Zahra saat dia melihat bahwa Zainal akan berbicara lagi
Zainal pun tidak berbicara lagi dia langsung mengambil makanan itu yang hanya tersisa satu bungkus membuat Zainal heran
Aat dia melihat ke rah Arkana ternyata Arkana sudah makan terlebih dahulu bahkan makan milik Arkana sudah mau habis lagi
Zainal pun langsung memakan nya sedangkan Salma hanya bisa menonton saja
"eh sal gue mau ke ruangan gue lagi " ucap Zahra sambil berdiri
"bukankah kau sudah tidak ada pasien lagi " tanya Salma kepada Zahra
"iya gue mau ngambil Map yang tertinggal di ruangan gue yang mau gue serahin ke resepsionis " jawab Zahra sambil berjalan
"resepsionis???"heran Salma saat mendengar nya
"iya tadi gue lupa pas gue baru datang ada yang teman gue nitip satu map ke gue buat di serahin ke resepsionis karena dia harus melakukan operasi dadakan "jawab Zahra lagi sebelum membuka pintu
Salma hanya mengangguk samar saja saat mendengar jawaban Zahra
setelah mengatakan itu Zahra pun keluar dari ruangan Reyna dan menuju ruang nya di lantai satu
Salma yang sudah melihat Zahra keluar dari ruangan itu pun langsung membalikkan badan nya jadi menghadap Reyna
Haah
__ADS_1
Salma menghela nafas nya saat melihat ke adaan Reyna
Arkana dan zainal sudah selesai makan siang tidak lupa juga Zainan membereskan bekas makan siang dirinya dan Arkana
"Salma apa aku boleh bertanya" tiba tiba saja Arkana bertanya kepada Salma
Salma yang mendengar nya pun hanya menoleh saja ke arah Arkana yang sedang duduk di sofa itu sambil melihat ke arah Salma
"silahkan" jawab Salma
"hah bi Ajeng meminta aku untuk membantu mu keluar dari rasa trauma mu " ucap Arkana masih dengan posisi semula
Salma yang mendengar nya pun langsung membalikkan badan nya menjadi menghadap ke arah Arkana
"maksudnya" Salma tidak paham maksud dari ucapan Arkana itu
"huh jadi ....." Arkana pun menceritakan tentang permintaan bi Ajeng kepada dirinya untuk membantu Salma, dengan sabar juga Arkana menceritakan pembicaraan nya dengan bi Ajeng
Salma yang mendengar nya hanya bisa berdiam diri saja sambil menghela nafas nya berkali kali
"jadi bagaimana" tanya Arkana saat dia sudah selesai menceritakan semuanya
"entah aku juga bingung dalam rasa trauma terhadap pistol itu " jawab Salma dengan memalingkan wajah nya
"bukankah kamu sudah menganggap bi Ajeng ibu mu " ucap Arkana saat mendengar jawaban Salma yang mulai putus asa
Salma yang mendengar nama bi Ajeng di bawa bawa pun langsung melihat ke arah Arkana lagi
"jadi ikuti ucapan bi Ajeng dan saran bi Ajeng juga " sambung Arkana lagi
Zainal yang mendengar dan melihat langsung seorang arkana yang irit bicara itu langsung berupah saat di depan Salma
"ck apa benar dia di Arkana??? Bahkan dia begitu sabar menjelaskan semuanya" batin Zainan sambil mendengarkan ucapan Arkana dan Salma
Salma tidak menjawab lagi dia hanya bisa memalingkan wajah nya lagi lalu membalikkan badan nya ke arah Reyna
Hah
ruangan pun langsung sepi tanpa ada yang berniat untuk mencair kan suasana sepi itu
malam pun tiba
Zahra, Serena dan Safira baru saja datang sambil membawa makanan ringan untuk Salma
Serena dan Safira yang mendengar Reyna masuk rumah sakit pun langsung heboh memberikan pertanyaan kepada zahra yang memberitahu info tentang Reyna yang masuk rumah sakit
Zahra saat siang keluar dari ruangan Reyna dia tidak kembali lagi setelah memberikan map yang ia maksud itu melainkan langsung pulang ke rumah nya
Tapi Zahra tidak lupa juga memberi tahu kepada ke dia sahabat nya yang lain
Serena dan Safira yang mendengar pun langsung berencana untuk menemani Salma di ruang sakit selama Reyna di rawat
Zahra yang mendengar rencana ke dua sahabatnya itu pun setuju lagi pula juga ia jadi dekat untuk pergi bekerja
skip
Arkana dan zainal masih di sana menemani Salma yang masih setia berada di samping Reyna
Bahkan jika di ajak bicara oleh Zainal Salma tidak akan merubah posisi nya
Ceklek
Suara pintu terbuka lagi Zainal langsung melihat ke arah pintu tidak dengan salma dan Arkana
Salma masih dengan posisi semula dengan tatapan menuju Reyna dan Arkana yang terus melihat ke arah Salma
__ADS_1
"sal kami datang " ucap Serena dan Safira bersamaan
"loh ko masih ada di sini " heran Zahra saat menyadari bahwa Arkana dan zainal masih ada di sana
Serena dan Safira langsung menatap wajah Zahra
"siapa zah " tanya Safira dan serena bersama lagi
"noh mereka ber dua " tunjuk Zahra dengan mata nya
Safira dan serena pun langsung melihat ke arah yang di tunjuk Zahra
"loh " lagi dan lagi mereka berdua bersuara bersama lagi
"zah bukan kah dia yang di kafe itu ya " tanya Serena kepada Zahra
Zahra hanya mengangguk saja sedang kan Safira dia sudah mengenal mereka jadi dia tidak perlu bertanya lagi
Safira pun mendekati salma diikuti oleh Serena dan Zahra
" sal kita gantian ya jaga Reyna nya " ucap Serena setelah berada di dekat Salma
"benar kau bisa istirahat" sambung Zahra
"hah entah gue serasa usaha untuk bangun dari posisi gue sekarang " jawab Salma dengan memandang wajah Reyna yang pucat itu
"Lo pasti bisa " semangat Zahra
"iya ka, Kaka pasti bisa " Safira juga memberikan semangat kepada Salma
Hah
Salma hanya bisa menghela nafas nya saja saat mendengar dorongan dan semangat dari ketiga sahabat nya itu
salma pun bangun dari duduk nya dan berjalan menuju kamar mandi untuk sholat isya karena Salma belum melakukan sholat isya
"Ar Zainal kalian bisa pulang aku sudah ada yang menemani" ucap Salma sebelum masuk ke kamar mandi
"dan satu lagi makasih sebelumnya" sambung Salma lagi lalu masuk kamar mandi
Arkana dan zainal yang mendengar ucapan Salma hanya bisa saling pandang saja lalu mengangguk pelan
"zah kalau ada apa apa hubungi aku " ucap Zainal sambil berjalan menuju ke tiga gadis itu
"mana ponsel kamu " ucap Zainal yang sudah ada di dekat nya
"buat ??? " heran Zahra
"sini aja " pinta Zainal dan Zahra hanya menurut saja
Zahra pun mengeluarkan ponselnya dan memberikan nya kepada Zainal
Zainal pun langsung mengambil ponsel Zahra dan memasukkan nomor ponsel milik nya
"di situ ada nomor ponsel aku " ucap Zainal sambil memberikan ponsel Zahra
"kalau ada apa apa hubungi saja aku " sambung Zainal sambil berjalan menuju pintu untuk menyusul Arkana dan Arkana sudah berada di luar
"hah apa coba maksudnya" heran Zahra
"sudah lah mungkin nanti kita butuh " ucap Safira
"aneh juga sih tapi ya sudah lah " sambung Serena
Salma susah keluar dari kamar mandi pun langsung mengambil ransel nya untuk mengambil mukena yang selalu ia bawa untuk melaksanakan sholat
__ADS_1
Salma pun dengan khusyu melaksanakan sholat isya di tempat yang sudah ia bersihkan
Bersambung........