gadis misterius yang baik hati

gadis misterius yang baik hati
bagian 30


__ADS_3

"awww ka kenapa kau memukulku"protes orang itu tanpa melihat Salma yang sedang memainkan belati


Salma tidak menjawab dia hanya memainkan kedua belati yang sudah sempurna ada di kedua tangannya yang masih ada noda darah di kedua belati itu


Dertt derttt


Ponsel orang itu berdering dia pun memangkat nya tanpa melihat siapa yang menelpon nya


"............."


Tut


Orang itu hanya melongo mendengar suara seseorang dari sebrang telpon


orang itu pun langsung melihat ke arah tangan Salma dan benar saja dia seperti akan haus darah wajah tanpa ekspresi dengan sedikit noda darah di wajah nya membuat nya seram di kedua tangannya sudah penuh bercak darah


"hehe jangan bilang Deddy ya ka kalau begitu aku pergi dulu" ucap orang itu langsung pergi ke motornya lalu menjakan nya dengan kecepatan kencang


Salma yang melihat orang itu sudah pergi langsung berhembus memainkan belatinya lalu duduk di tengah jalan


"hah bunda, ayah aku ingin ikut bersama kalian tapi aku masih punya Kaka tunggu kami bunda, ayah"lirih Salma sambil melihat langit yang sudah menjadi kuning


karena lemas Salma langsung merebahkan tubuhnya di jalan itu dengan tenang tidak lama kemudian telinga nya mendengar suara mesin mobil yang berhenti di dekat motor nya Salma masih enggan membuka matanya meskipun sudah terdengar suara langkah kaki mendekati nya


"hah sampai kapan kamu akan menutup mata mu itu " ucap orang itu setelah sampai di dekat tubuh Salma


Salma yang mendengar suara yang dia kenal dua hari lalu itu langsung lemas kembali


"hah entah " jawab Salma lirih meski lirih tapi dapat di dengar oleh orang itu karena jalanan itu sepi


"apa kau putus asa sehingga dengan santainya merebahkan tubuh mu di jalanan ini " tanya orang itu lagi


"bomat yang penting nyaman " ketus Salma masih dengan mata terpejam menahan air matanya untuk tidak keluar


Orang itu yang sudah gemas sendiri pun langsung mengambil tindakan


"aku mohon jangan membantu aku Arkana "suara batin Salma


Ya Arkana lah yang datang dia mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi agar lebih cepat sampai, Salma yang merasa dirinya melayang pun langsung membuka matanya dan saat dia membuka matanya dia langsung melihat wajah Arkana yang sedang menatap nya

__ADS_1


Salma masih memandang wajah Arkana sebaliknya juga begitu Arkana juga masih memandang wajah Salma , Arkana dengan jahilnya sedikit mengangkat Salma sehingga membuat Salma kaget itu refleks langsung mengalungkan tangannya ke leher Arkana


"kalau di gendong itu pegangan nanti jatuh " ucap Arkana dengan senyum jahilnya


Salma yang mendengarnya langsung saja menjambak rambut Arkana sehingga membuat dia meringis ke sakit Tan


"Aw sakit sal " ucap Arkana saat Salma telah melepas kan tangannya dari rambutnya


"turunkan aku " pinta Salma dengan terus berusaha untuk turun.


"tidak kau ikut aku ke perusahaan" jawab Arkana sambil membuka pintu mobil nya dan memasukkan Salma dengan cepat


Salma yang sudah lelah akhirnya diam saja saat Arkana sudah menjalankan mobilnya


.


.


.


.


mereka masih setia menonton cctv layaknya film romantis saat Arkana datang langsung menggendong salma


"iya apa mungkin??? " ucap Bisma sengaja tidak di selesaikan


"Arkana menyukai Salma "sambung Ilham


"bisa jadi juga itu " jawab Safira sedangkan Reyna dia hanya senyum senyum sendiri saja


"Rey lo kenapa kaya orang kesurupan aja senyum senyum sendiri"tanya Safira saat melihat Reyna seperti itu


"hehe sepertinya rencana yang kita buat tadi akan mendapatkan bonus tambahan"ucap Reyna lalu menatap mereka semua


"maksudnya "serentak Ilham, Zainal, Bisma dan Safira


Reyna tidak menjawab dia hanya menurun naik kan alis nya saja mereka semua paham apa yang di maksud Reyna


"baiklah mari kita ikuti alur ceritanya saja " ucap Ilham sambil menyenderkan kepalanya ke bahu Safira yang duduk di sebelahnya

__ADS_1


"dan ya jika ingin melepas rindu besok saja " ucap Reyna saat melihat Ilham ingin di manjakan oleh Safira


"memangnya kenapa kalau sekarang"tanya Ilham sambil melihat wajah Reyna


"kalau sekarang tanggung bentar lagi malam takut nya di bawa ke hotel di tambah om arkana dan ka Salma sedang menuju kesini jadi besok saja dan jangan sampai membawa Safira ke hotel sebelum halal " jawab Reyna dengan senyum jahilnya


Mereka semua melongo mendengar jawaban Reyna


"benar tuh halal kan dulu ham " ucap Bisma


"supaya ga ada fitnah "sambung Zainal


"nanti nunggu Safira selesai sekolah dulu "jawab Ilham santai


"memangnya kapan kamu Safira selesai sekolah nya " tanya Zainal kepada Safira


"lima bulan lagi tadinya aku mau lanjut tapi kita lihat saja nanti " jawab Safira sambil menatap wajah Ilham dengan tersenyum


"yah kalo lo lulus gue juga mau lulus ah males sekali ga ada temen"ucap Reyna dengan santainya


"lah emang bisa Rey bahkan kamu kelas dua saja belum "tanya Safira


"gampang nanti aku bilang aja ke Ka Salma agar loncat kelas beres lagi pula aku sudah pintar " jawab Reyna dengan menyombongkan dirinya


"ya ya ya terserah kau saja " ucap Safira


"Rey apa boleh bertanya sesuatu lagi " tanya Zainal kepada Reyna tapi sorot matanya melihat ke arah Safira dan Ilham


"apa " jawab Reyna cepat


"kebiasaan Salma apa atau hobi dan semacamnya" tanya Zainal,Bisma dan Ilham yang mendengarnya langsung mengingatnya bahwa mereka belum menanyakannya


"oo kebiasaan ka Salma Sama seperti aku membuat alat yang ga bisa di tebak kalau soal hobi ka Salma bisa di bilang sangat ekstrim dan di luar nalar" jawab Reyna


"ekstrim dan di luar nalar bagaimana " tanya Bisma


"hah hobi ka Salma itu dua kalau yang satu masih bisa di maklumi kalau hobi yang ke dua mungkin sangat sulit untuk di maklum "jawab Reyna lagi


"emang apa hobi Salma Rey "Ilham sekarang yang bertanya

__ADS_1


"perasaan cuman satu dah hobi ka Salma emang iya sih hobi ka Salma itu Sulit untuk di maklum tapi apa satunya lagi ?? " tanya Safira karena dia mengetahui apa hobi Salma yang di luar nalar itu


Bersambung.........


__ADS_2