gadis misterius yang baik hati

gadis misterius yang baik hati
bagian 23


__ADS_3

"eh zah ngapain lo ngajak kita ke mari "tanya Safira saat mereka telah sampai di salah satu rumah makan yang sering mereka kunjungi


"hooh lo ngapain kesini" sambung Serena


"hah gue cuman mau ngobrol sebentar ayo cari tempat duduk dulu " jawab Zahra lalu mencari tempat duduk kosong


setelah melihat lihat ternyata masih ada tempat kosong mereka pun mengambil di pojok ruangan, mereka pun ke sana sebelum ada yang mengambil


setelah duduk mereka memesan makanan terlebih dahulu sebelum mengobrol


"zah sebenarnya lo mau ngomong apa sih " tanya Serena setelah memesan makanan


"hah gue mau ngomong soal Salma " jawab Zahra lalu melihat mereka berdua secara bergantian


"maksudnya" tanya Serena dan Safira bersama


"gue masih ga percaya bahwa Salma bisa membeli dua rumah kontrakan itu ya meskipun masuk akal juga bahwa dia pemilik cafe loyal friend itu "jawab Zahra lagi


"iya juga sih kan ga mungkin juga " ucap Safira


"di tambah lagi Salma beli perabotan rumah dan lainnya " sambung serena lagi


akhirnya mereka pun terdiam untuk sementara memikirkan perkataan mereka tadi


"apa Salma bukan sembarang orang ya " tebak Serena kepada Zahra dan Safira


"ga tau juga tapi bisa jadi " jawab Zahra


"bisa juga tapi jika benar kenapa Salma menyembunyikan ini dari kita " ucap Safira


"huh semoga ini ga benar kalo benar juga Salma bukan sembarang orang pasti dia sengaja menyembunyikan nya " ucap Zahra lagi


"bisa juga mungkin Salma punya alasan untuk ini " jawab Serena


makanan yang mereka pesan tadi sudah sampai tidak menunggu lama mereka langsung menyantap nya setelah tertata rapih dan pelayan itu sudah pergi


Tidak ada pembicaraan lagi karena mereka pikir sudah masuk akal jadi mereka berhenti membicarakan tentang Salma, di saat mereka sedang makan tiba tiba saja ada yang menghampiri mereka


"permisi apa kami boleh bergabung" tanya seseorang dengan ciri khas laki laki


Mereka bertiga pun spontan langsung melihat siapa yang menghampiri mereka


"hah gue serahin ke lo berdua" ucap Safira tanpa memandang laki laki itu


Sedangkan Zahra dan Serena harus ekstra sabar jika Safira sudah begitu


"apa tidak ada meja kosong lagi " tanya Serena kepada laki laki itu


"tidak dan di meja ini masih ada dua kursi kosong " jawab laki laki itu


"terus " ucap Zahra setelah mendengar jawaban laki laki itu

__ADS_1


"saya dan teman saya boleh bergabung" jawab laki laki satunya lagi bisa di pastikan teman laki laki tadi


Zahra dan serentak saling pandang lalu menghembuskan nafasnya bersama sebelum menjawab


"baiklah"jawab Zahra lagi


kedua laki laki yang pun yang mendengarnya langsung duduk lalu memanggil pelayan untuk memesan


"apa boleh berkenalan" tanya teman laki laki itu


Zahra dan Serena saling pandang lagi lalu melihat Safira bersamaan


"apa "sewot Safira saat mereka berdua menatap nya


"ada yang ngajak kenalan mau kaga " tanya Zahra kepada Safira


"terserah "ketus Safira


Zahra dan Serena hanya menghela nafas saja saat Safira kembali ke mode cuek lagi


"boleh " Zahra menjawab pertanyaan teman laki laki itu


"baiklah kalau mereka perkenalan nama aku Zainal Arifin Sagara " ucap teman laki laki itu


"dan aku Bisma Pradipta" sambung laki laki itu


Ya mereka Zainal dan Bisma mereka sengaja ingin makan Di luar saat makan malam


"aku Zahra Syakila" ucap Zahra


Zainal dan bisma melihat Safira yang belum mengenalkan dirinya


"saf " panggil Zahra kepada Safira


"hah gue Safira " singkat Safira hanya dengan memperkenalkan nama depannya saja


"dia emang gitu "ucap Zahra lagi


"baiklah salam kenal " ucap Bisma sambil tersenyum melihat ketiga gadis itu


"zah gue duluan ibu gue udah nelpon " ucap Safira sambil memperhatikan ponselnya dan benar saja ada nama ibunya di sana


"yaudah kita balik aja bareng "usul Zahra yang mulai risih dengan tatapan Zainal dan Bisma


"Maaf tuan kami akan pulang cepat maaf tidak bisa menemani" ucap Serena kepada dua laki laki itu


"kalau begitu kami pamit " ucap Zahra saat melihat Safira sudah meninggal kan meja makan menuju kasir untuk membayar


"kapan kapan bisa bertemu lagi" jawab Bisma


"bagaimana kalo Minggu depan bertemu lagi di sini " usul Zainal

__ADS_1


"hmmm baiklah malam Minggu kita bertemu lagi di sini kalau begitu kami pamit " jawab Serena bersama lalu pergi dari sana saat melihat Safira sudah selesai membayar


"boleh kali Minggu depan ketemu lagi " ucap Bisma saat melihat mereka bertiga sudah meninggal kan restoran itu


"boleh juga tuh sekalian kita ajak Ilham " jawab Zainal lalu memakan makanan tadi yang sudah di pesan tadi dan sudah ada di meja karena tadi sudah ada yang mengantarkan


Tidak ada pembicaraan lagi mereka makan sambil tersenyum tipis saat mengingat ketiga gadis tadi


.


.


.


.


"tapi kenapa bibi meminta kami untuk menjaga salam dari barang itu " tanya Ilham yang sudah mulai waspada


"karena bibi tau siapa kalian "jawab bi Ajeng enteng


Arkana dan Ilham kaget saat mendengar nya mereka pun bertanya tanya lagi dari mana bi Ajeng mengetahui nya itulah yang sekarang mereka pikirkan


"sudah jangan di pikirkan non Salma sendiri yang memberi tahu saat bibi ,non Reyna dan non salam pergi keluar" ucap bi Ajeng lagi


mereka berdua menghela napas saat mendengar jawab bi Ajeng


"bibi juga mau meminta tolong kepada kalian" sambung bi Ajeng lagi


"minta tolong apa bi" tanya Arkana


"bibi minta tolong kepada kalian agar mengelus non Salma dari rasa traumanya karena perasaan bibi sudah mengatakan bahwa akan ada Suran pistol di sekitaran lingkungan non salma "jawab bi Ajeng sambil menatap mereka berdua yang kebingungan


"pertama biasakan non salma dengan bentuk pistolnya terlebih dahulu baru dengan Sura pistol" usul bi Ajeng lagi


"om ga usah khawatir nanti aku akan menemani kalian karena aku juga ga tega melihat Kaka seperti ini terus saat mendengar suara pistol " tiba tiba saja Reyna sudah ada di dekat mereka


"eh non kapan kesini" tanya bi Ajeng baru menyadari keberadaan Reyna


"baru saja setelah mengantar ka Ella ke kamar nya aku kebawah tapi tidak menemukan kalian aku pikir kedua om ini sudah pulang ternyata belum " jawab Reyna sambil duduk di samping bi Ajeng


"bagaimana apa setuju om " ucap Reyna kembali


"baiklah tapi besok kamu ke perusahaan wigani terlebih dahulu ada yang ingin aku tanyakan " jawab Arkana dengan menatap wajah Reyna


"baiklah siang besok siang tepat jam makan siang aku kesana bersama teman ku " ucap Reyna lagi


"baiklah kami rasa sudah cukup sampai di sini dulu karena hari sudah semakin malam besok siang kami akan menanyakannya lagi kepada Reyna saat di perusahaan saja kalau begitu kami pamit " ucap Ilham lalu berdiri saat melihat Arkana sudah berdiri


"baiklah hati hati di jalan karena ini sudah malam" jawab bi Ajeng sambil berjalan mengikuti arkana dan Ilham menuju mobil mereka


mereka berdua pun meninggalkan kawasan rumah Salma , saat sudah tidak terlihat lagi mobil Arkana bi ajeng dan Reyna masuk ke dalam karena mereka juga akan istirahat hari pun sudah semakin malam

__ADS_1


Bersambung........


(ada yang penasaran ga kenapa tadi Safira bersikap cuek kepada Zainal dan Ilham kalo penasaran ikuti terus kisah gadis misterius yang baik hati ini oh iya jangan lupa like ya)


__ADS_2