gadis misterius yang baik hati

gadis misterius yang baik hati
bagian 33


__ADS_3

Arkana terus mengawasi Salma yang sedang mengotak ngatik laptop nya sedangkan Reyna


"UNCLE " ucap Reyna dengan sedikit berteriak


Plak


Awww


"ka kenapa kau memukulku"ringis Reyna saat tangannya di pukul Salma


"kebiasaan kalo nelpon orang tua itu yang sopan " ingat Salma saat telpon Reyna di angkat di sebrang sana


"hehe maaf ka aku terbawa emosi " jawab Reyna masih dengan ponsel yang menyala


"emosi sih emosi Rey tapi ingat di sini ada orang lain " ucap Safira yang masih menutup satu telinga nya dengan tangan kirinya


"ya ya ya maaf gue mau lanjut dulu " jawab Reyna lagi


"halo uncle "


" halo Rey ada apa kamu nelpon uncle "


"apa di mansion ada putramu"


"tidak dia belum pulang memangnya kenapa "


"suruh dia pulang uncle dan satu lagi aku mau kesana dan jangan bilang ke putra mu bahwa aku akan ke sana "


"memangnya ada apa "


"nanti saja saat aku sampai di sana kalau begitu aku tutup panggilan nya uncle "


Tut


Reyna pun mematikan panggilan nya secara sepihak lagi tanpa mendengar jawaban di sebrang sana


Sedang kan mereka di sana bertanya tanya siapa sebenarnya Reyna dan Salma ini, tidak dengan Arkana dia sedang fokus memantau Salma yang masih setia mengotak ngatik laptop nya


"siapa sebenarnya Reyna dan Salma ini " batin Ilham, Zainal dan Bisma


"jadi benar Rey , ka Salma bahwa kalian bukan orang sembarangan " batin Safira yang tadi mendengar jelas ucapan Reyna tapi tidak dengan ucapan orang di sebrang sana

__ADS_1


"baiklah ka Salma aku mau pergi dulu dan lo Safira maaf ya lo harus pulang bersama om Ilham dulu dan doakan aku supaya dapet rezeki nomplok hihihi "ucap Reyna dengan tersenyum tipis


"eh lo emang mau kemana " tanya Safira yang masih penasaran


"mau ke ....." ucapan Reyna terpotong saat Salma bertanya kepada Arkana


"Ar ini lantai berapa"tanya Salma saat dia tanpa sengaja melihat ke arah jendela dengan laptop yang masih berada di pangkuan nya


"lantai 20 memangnya kenapa " heran Arkana sedangkan Reyna dia sudah panik sendiri


"ka jangan mulai " ingat Reyna dengan wajah yang mulai was was saat melihat Salma terus saja melirik ke arah jendela


"hmmm lantai 20 ya belum pernah juga!! aku baru mencoba lantai 16,,, boleh kali ya mencobanya"lirih Salma tapi dapat di dengar dengan jelas oleh Reyna dan Arkana yang duduk bersebelahan dengan Salma


"apa kau gila ka engga engga aku saja melihat Kaka dari lantai 8 sudah pingsan terus tadi apa 16 kau gila ka " omel Reyna saat mendengar lirih Salma


"hmmm mungkin sekarang kamu akan mati jika lihat Kaka Rey " Jawab Salma sembari berdiri dengan laptop yang sudah ia pindahkan ke meja


Reyna yang melihat itu langsung panik sendiri sedang Ilham, Zainal dan Bisma ia langsung percaya kepada perkataan Reyna tadi sedangkan Arkana dia bingung


"no ka no sudah cukup ka " cegah Reyna dengan menarik kasar tangan Salma agar duduk kembali


"sekarang Kaka kembali fokus saja ke laptop dan ingat jangan lakukan hal nekat kalau begitu aku pergi dulu " ingat Reyna saat berhasil menarik Salma duduk di sebelah nya lagi


"om Arkana aku titipkan Kaka ku yang gila akan hobinya " ucap Reyna sambil berdiri lalu menatap wajah Arkana


"kalau ka Salma pulang ke rumah sakit bukan hanya perut saja yang aku tendang, tapi juga benda berharga milik mu juga kalau begitu aku pergi" ancam Reyna kepada Arkana sehingga membuat mereka ngilu sendiri mendengar ucapan Reyna


Reyna pun langsung pergi setelah mengatakan itu dengan meninggalkan Safira yang masih di sana


"nah karena Reyna sudah pergi aku juga mau pergi "ucap Safira sehingga membuat Ilham langsung menatap nya


"bukankah tadi Reyna menitipkan kamu ke pada aku "tanya Ilham kepada Safira


"tenang saja aku mau langsung pulang lagi pula juga ini sudah sore paa banget papa juga udah mau pulang kerja jadi aku Isa nebeng " jawab Safira dengan tersenyum hangat kepada Ilham


"huh baiklah kalau begitu" ucap Ilham


"baiklah ka Salma aku pulang duluan kalau begitu" pamit Safira kepada Salma dan Salma hanya mengangguk saja yang sudah kembali fokus ke laptop nya


"titip ka salma " ucap Safira sambil menatap wajah Ilham, Zainal dan Bisma secara bergantian

__ADS_1


Merek bertiga pun langsung Menggung setelah melihat jawab ke tiga pria itu Safira langsung meninggalkan ruangan itu tidak lupa juga ia menutup pintu nya lagi


"sal sebenarnya kamu ini sedang apa " tanya Arkana saat dia sudah mulai pusing saat terus melihat Salma yang mengotak ngatik laptop nya dengan cepat hampir tidak bisa membaca semua isi laptop itu tapi tidak dengan salma yang sudah terbuka bagi Salma itu hanya pelan saja


"sedang mencari informasi tentang orang orang tadi " jawab Salma dengan mata yang terus fokus melihat laptop


Ilham pun langsung mendekat agar ia bisa melihat tapi dengan sedikit jarak tidak beda jauh dengan Zainal dan Bisma mereka juga mulai merapat


Benar saja mereka juga sulit untuk mencerna nya tapi tidak dengan Zainal yang sudah terbiasa meski itu terlalu cepat


"hah sulit menggunakan satu laptop" lirih Salma saat dia sudah berhenti mengotak ngatik laptop nya


"kenapa sal ko berhenti" tanya Zainal kepada Salma saat dia berhenti


"boleh pinjam ruang komputer sulit menggunakan satu laptop saja " tanya Salma kepada Arkana tanpa melirik Arkana


"memangnya kau sedang apa sal "tanya Bisma yang masih terus membaca informasi yang masih ada di laptop Reyna yang di gunakan Salma


"boleh kita langsung kesana saja " jawab Arkana saat dia sudah paham apa yang ada di layar laptop nya


"baiklah kita harus cepat " ucap Salma sambil menyusul Arkana dengan membawa laptop tadi lalu berjalan mengikuti arkana yang sudah berjalan terlebih dahulu lalu di ikuti Bisma, Ilham dan Zainal


Setelah sampai Arkana langsung membuka pintunya lalu mempersilahkan salma masuk


Salma langsung duduk di kursi yang ada di depan meja komputer saat sudah masuk lalu menyalin data yang ia dapat tadi


"Zainal mungkin kamu bisa membantu " ucap Salma yang sudah mengotak ngatik keyboard komputer itu


"membantu apa aku sal "tanya Zainal yang sudah berdiri di sisi kiri Salma karena di sisi kananya ada Arkana


"cari orang orang ini sepertinya mereka bukan anak geng motor" jawab salam sambil menunjuk layar komputer yang sudah terisi penuh dengan gambar orang orang tadi


"bagaimana caranya" pertanyaan Zainal tiba tiba saja karena dia melihat laptop Reyna masih di pakai oleh Salma meskipun dia mengendalikan semua komputer komputer itu dengan tangan kirinya dan tangan kanannya mengendalikan laptop nya


"pakai tadi yang ada di ruangan Arkana" jawab Salma saat mengingat bahwa tadi masih ada laptop yang lain di sisi laptop Reyna


Zainal pun langsung mengingatnya dia pun langsung bergegas kembali keruangan Arkana lalu kembali lagi dengan membawa laptop miliknya itu


Salma yang melihat Zainal sudah kembali lagi pun langsung mengirimkan data salinan nya lalu memindahkannya ke laptop Zainal


setelah selesai memindahkan nya Zainal pun langsung duduk di sofa yang ada di sana dengan di awasi oleh Ilham dan Bisma sedangkan dengan Arkana dia sudah duduk di samping Salma dengan mengambil kursi yang nganggur di ruangan itu

__ADS_1


Bersambung........


__ADS_2