
Serena dan Bisma belum menyadari kedatangan Safira, Safira yang awal nya kan masuk tapi saat dia masuk dan melihat wajah Serena yang memerah dan wajah Bisma yang sedang tersenyum itu mengurungkan niatnya untuk masuk
sehingga Safira memutuskan untuk berdiri di dekat pintu dengan pintu yang sudah ia tutup lagi
"lah Serena kenapa tuh??? wajah nya merah" batin Safira sambil memperhatikan Serena dan Bisma dengan tersenyum
"dan ya siapa itu ??? ah ya bisma kenapa juga Bisma tersenyum sambil melihat ke arah Serena " sambung batin Safira sambil mengingat kembali siapa Bisma karena Safira merasa sudah pernah bertemu
Safira hanya menonton saja tanpa berniat untuk melangkah kembali
sedangkan di posisi Serena
"apa benar Salma takut terhadap suara dan bentuk pistol"tanya Bisma kepada Serena
"benar aku Safira dan Zahra mengetahui nya karena bi Ajeng dan Reyna memberi tahu " jawab Serena masing dengan memalingkan pandangan nya
"apa kau tau penyebab Salma takut terhadap suara dan bentuk pistol" tanya Bisma lagi
"tidak karena bi Ajeng dan Reyna tidak memberi tahu kami apa alasan dan sebab terjadi nya Salma takut terhadap benda itu " jawab Serena lagi
Bisma hanya mengangguk saja ruang an pun kembali sepi lagi
Bisma tidak bertanya lagi dan Serena kembali Diam dengan wajah yang masing melihat ke sembarang arah
Serena juga belum menyadari kedatangan Safira yang ada di dekat pintu dengan menyenderkan tubuhnya di sisi pintu
Ceklek
Suara pintu kembali terbuka Serena dan Bisma pun langsung melihat ke arah pintu yang baru saja terbuka sedikit tapi mereka heran saat melihat Safira sudah ada di sana
"sejak kapan lu ada di sana saf "tanya Serena kepada Safira yang masih setia pada posisi semula
"dari tadi "jawab Safira bersamaan pintu kembali terbuka dengan lebar dan terlihat lah Salma yang baru masuk
saat Salma masuk dia melihat Safira sedang menyenderkan tubuhnya di sisi pintu
Serena dan Bisma sedang melihat ke arah Safira, Salma pun melanjutkan langkahnya lagi tanpa peduli dengan orang orang itu
Safira yang melihat Salma sudah masuk pun menjadi mulai berjalan dengan pelan sambil tersenyum ke arah Serena
Serena yang melihat Safira sedang tersenyum ke arah nya tiba tiba saja wajah nya kembali panas dan sedikit merah kembali
"aish kenapa sih " batin Serena saat merasakan wajah nya sedikit panas lagi
Safira yang melihat itu hanya bisa menahan tawa nya agar tidak terdengar oleh Bisma dan Salma
"saf Lo lama amat sih abis dari mana sih lo " omel Serena dengan wajah yang masih memerah
"gue cuman jajan aja yang ada di pinggir jalan " jawab Safira sambil memperhatikan kantong plastik yang ia sembunyikan di belakang tubuh tadi
"ohh bagi dong"ucap Serena kepada Safira
"kita makan aja berdua " jawab Safira sambil mengeluarkan makanan yang ia beli tadi setelah duduk di sisi nya
"sal di mana Zainal"tanya saat melihat Salma hanya datang sendiri saja
Salma tidak menjawab dia hanya melihat ke arah pintu sekilas di saat bersamaan Zainal membuka pintu Salma pun kembali melihat ke arah Reyna lagi
__ADS_1
"dari mana aja Lo "tanya Bisma saat Zainal sudah masuk dan menutup pintu
"dari cafe doang " jawab Zainal sambil berjalan menuju Bisma yang sedang duduk di sofa
Dertt derttt
Ponsel Salma berdering yang ada di dalam saku celana nya
Salma pun langsung mengikatnya tanpa melihat siapa yang menelpon nya
"......."
"ok aku ke sana " jawab Salma saat orang di sebrang sana sudah selesai berbicara
Tut
Salma pun mematikan panggilan nya saat dia sudah selesai berbicara
Salma pun berjalan ke arah lemari baju kecil yang berisi baju baju nya yang di bawa kemarin oleh ketiga sahabat nya
Salma pun mengambil Hoodie berwarna silver yang ada di sana lalu memakai nya
"sal Lo mau ke mana " tanya Serena saat dia melihat Salma sedang memakai Hoodie nya Safira, Zainal dan Bisma pun langsung melihat ke arah Salma
"gue mau jemput seseorang"jawab Salma sambil memasukkan ponselnya ke saku Hoodie nya
"seseorang??" ulang Safira saat mendengar jawab Salma
"ya" jawab Salma lagi
"ser apa Lo bawa mobil" sambung salma lagi
"gue pinjem sebentar" ucap salma sambil berjalan menuju Serena
"oohhh ya udah nih "angguk Serena sambil menyodorkan kunci mobil nya kepada Salma
Salma pun langsung mengambil kunci mobil serena lalu pergi dari ruangan itu
Salma Apun berjalan dengan sedikit berlari sehingga membuat ke empat orang yang ada di ruang reyn merasa heran
"kenapa dengan Salma " tanya Zainal saat Salma sudah keluar dari ruangan itu dengan sedikit berlari
"engga tau " Serena hanya mengangkat kedua bahu nya
Mereka berempat pun saling berkenalan lagi lebih dalam
.
.
.
.
Salma pun berjalan menuju lift dengan berlari lagi agar lebih cepat, saat Salma sudah sampai di depan lift
Salma berpapasan dengan Arkana dan Ilham yang baru saja keluar dari lift, tapi Salma tidak melihat nya jadi Salma pun masuk ke dalam lift
__ADS_1
"eh bukan nya itu Salma ya "ucap Ilham saat melihat Salma akan masuk ke dalam lift
Arkana yang mendengar ucapan Ilham pun langsung melihat ke arah Ilham melihat Salma
Dan benar saja bahwa itu Salma, tapi saat Arkana dan Ilham akan memanggil nya Salma susah lebih dulu masuk lift sehingga membuat mereka tidak sempat untuk memanggil nya
"hah dia udah masuk " ucap Ilham saat Salma susah masuk
"mau ke mana dia " heran Arkana
"entah mungkin mau ke luar sebentar" jawab Ilham
Arkana hanya menghela nafas saja, mereka berdua pun melanjutkan kembali langkah nya menuju ruangan Reyna
Di lantai bawah atau parkir mobil rumah sakit
Salma yang sudah keluar dari lift pun langsung berlari lagi menuju parkiran di mana mobil Serena terparkir di sana
setelah menemukan mobil nya Salma pun langsung menghidupkan mesin mobil nya dan meninggalkan area parkiran
Salma menjalankan mobil nya dengan kecepatan sedang menuju suatu tempat yaitu di pinggir kota atau area kawasan terlarang yang di buat oleh Salma sendiri agar orang orang tidak berani masuk
Salma sudah sampai di kawasan terlarang itu saat salma sudah memasuki kawasan itu Salma pun mengurangi kecepatan mobil nya menjadi pelan sambil tersenyum dan melihat ke sekeliling nya
Wush
Salma langsung tersenyum saat melihat bayangan hitam berlari dengan kencang
Salma pun memasuki rumah lantai dua yang begitu besar meski pun hanya dua lantai, tapi itu hanya bagian atas saja tidak bagian bawah atau di sebut sebagai lantai bawah tangan yang memiliki tiga lantai bawah tanah
Dan di lantai bawah tanya itu di setiap lantai selalu berbeda di mana di lantai paling bawah di sana di sana di bagi menjadi dua ruang yang satu ruangan khusus persediaan barang tajam seperti pedang, belati, samurai dan busur atau panah
dan di ruangan satunya lagi yaitu ruangan khusus persediaan pistol di mulai dari pistol dan sniper, meskipun Salma tidak pernah memegang dan melihat benda itu Salma sendiri yang merancang benda itu di sebuah kertas, laptop atau iPad atau lainnya dengan warna hitam dan putih, lalu menyerahkan ke pada sky atau bawah nya yang lain
Untuk di ubah menjadi benda itu dengan sedikit warna, setelah pistol pistol itu jadi mereka hanya menyerahkan kan kepada sky untuk di coba terlebih dahulu tapi tidak di tunjukkan kepada Salma karena semua nya mengetahui nya
di lantai dua di sana tempat khusus untuk pembuatan pistol dan benda tajam kalau untuk pembuatan komputer khusus untuk mereka Salma masih membuat nya sendiri belum memberikan tanggung jawab itu kepada bawahan nya ataupun sky
Dan tentu saja di lantai dua juga di bagi menjadi dua ruangan juga untuk pembuatan masing masing benda
Di lantai tiga atau lantai bawah paling atas khusus untuk tempat komputer komputer dan para hacker yang Salma miliki dan Salma bimbing ruangan di sana tidak ada dindin pembatas terkecuali untuk toilet
Di lantai tiga hanya ada dinding tembus pandang di setiap meja saja sehingga memperlihatkan kinerja mereka saat Salma atau sky sedang mengawasi mereka semua
Untuk di lantai atas satu dan dua seperti rumah biasa saja lengkap dengan dapur, ruang makan, ruang tamu, dan sebagainya
Di lantai satu hanya ada satu kamar saja yaitu kamar sky dan di lantai dua di kuasai oleh Salma atau lantai pribadi milik salma dan tidak boleh ada yang masuk selain Salma saja bahkan sky oun di larang masuk
skip kita balik lagi
Salma pun memarkirkan mobil nya di bagasi mobil di rumah itu yang ada di samping rumah itu saat Salma sudah keluar dari mobil
Grrrrrrr
Tiba tiba saja ada suara itu sehingga membuat tersenyum saat mendengar nya
Salma pun mengedarkan pandangannya untuk mencari sumber suara itu, saat Salma menemukan sumber suara itu
__ADS_1
Bersambung........