
Eh
Salma yang sedang melamun itu langsung tersadar saat menyadari bahwa mobil sudah berhenti
Salma pun mengedarkan pandangannya dia merasa heran saat menyadari bahwa dia bukan di bawa ke restoran atau Cate Melainkan di bawa ke sebuah rumah mewah bisa di bilang juga mansion yang besar
"Ar ini di mana " tanya Salma kepada Arkana yang sudah membuka kan pintu mobil untuk diri nya
"itu permen lolipop mu belum habis " ucap Arkana saat melihat batang permen lolipop nya masih setia berada di bibir Salma
"sudah " jawab Salma sembari menunjuk kan batang permen lolipop nya
"kalau sudah buang " ingat Arkana kepada Salma
"jawab dulu " ucap Salma lalu melihat ke samping dia melihat mobil Bisma dan motor Zainal baru sampai
"ini rumah ku" jawab Arkana
"ohh " ucap Salma lalu menyimpan batang permen lolipop itu ke saku celananya itu sudah menjadi kebiasaan nya saat dia menemukan Ting sampah baru lah dia akan membuang nya dan itu membuat Arkana heran
"eh tapi kenapa bawa aku ke mari " heran Salma saat menyadari nya
"buat jadi makanan " canda Zainal
"hah makanan??" heran Salma lagi meski heran tetap saja raut wajahnya masih datar dan dingin
"untuk jadi makan malam di kandang hewan milik Arkana " kompor Bisma untuk menakut nakuti salma
"ouh baiklah mari kita lihat siapa yang akan jadi makanan hewan Arkana "jawab Salma sambil melihat mansion mewah milik Arkana
Ilham langsung mengingat ucap Reyna tentang hobi Salma sehingga bergidik ngeri sendiri
"sudah ayo masuk" ucap Ilham saat melihat sorot mata Salma seperti sedang mencari sesuatu
Brummm brummm
Suara mobil seseorang baru saja masuk sehingga membuat mereka langsung melihat ke arah suara itu
"lah tumben sekali nyokap sama bokap Lo baru balik Ar "tanya Ilham heran
Arkana tidak menjawab dia hanya memandang mobil milik papi nya itu lalu muncul lah dua orang yang dia sayangi menuju mereka
"Ar kamu baru pulang " tanya mami Arkana saat melihat putranya itu masih di luar dengan pakaian kantor nya
__ADS_1
"belum aku baru pulang " jawab Arkana
Mami dan papi Arkana belum menyadari dengan keberadaan Salma karena dia terhalang oleh tubuh Zainal
"mami sama papi abis dari mana kenapa pulang malam" tanya Arkana kepada mami nya
"kami ha..." ucapan mami terpotong
Bughh
Awww
Arkana meringis saat Salma menendang kakinya lalu melihat ke arah Salma yang memasang wajah tidak seperti terjadi apa apa
Dan itu mampu membuat mami dan papi Arkana bertanya tanya kepada diri masing masing siapa gadis itu
"kenapa kamu menendang kaki ku "tanya Arkana dengan nada yang masih menahan sakit di kaki nya
"heh orang tua baru pulang itu sambut dengan sopan dengan mencium punggung tangan kanannya bukan langsung memberi pertanyaan" jawab Salma dengan wajah dingin tidak terlalu datar
keempat lelaki itu yang mendengar jawaban Salma langsung terdiam sambil memikirkan kelakuan mereka masing masing terhadang orang tuanya
Mami dan papi Arkana tersenyum saat melihat putranya dan sahabat putranya itu merenungkan sikap mereka
Dan detik berikutnya Salma yang memulai duluan mencium tangan kedua orang tua Arkana saat melihat Arkana masih merenungkan semuanya
lalu di susul ke empat lelaki itu dan itupun langsung membuat senyuman manis dan papi Arkana semakin mengembang
"kita masuk dulu baru berbicara lagi " usul papi lalu masuk dan di susul oleh mereka
Setelah sampai di ruang tamu mereka pun langsung duduk
"maaf Tante apa boleh aku ikut sholat magrib sebentar lagi akan masuk waktu sholat isya" izin Salma saat dia menyadari bahwa tadi dia belum sholat magrib
"boleh apa kamu membawa mukena sendiri atau tidak " tanya mami
"aku membawanya Tante " jawab Salma
"baiklah mari kamu bisa sholat di kamar tamu agar lebih nyaman " ajak mami lalu berdiri Salma pun mengikuti mami Arkana
"apa kamu mempercayai nya" pertanyaan Arkana itu mampu membuat mami dan Salma berhenti berjalan lalu membalikkan badannya
"meskipun sikap dan perilaku ku seperti ini tapi ingat iman ku kuat tidak mudah di goyah kan " jawab Salma
__ADS_1
"apa dengan sholat semua nya akan mudah dan cepat untuk menemukan seseorang" tanya Arkana lagi dengan wajah sendu
"dengan sholat semuanya bisa mudah dan cepat, di mana jika kita ingin mudah maka berdoalah meminta kemudahan kepada Allah, dan untuk cepat menemukan seseorang kita harus tepat saat waktu sholat jika kita tepat waktu maka akan lebih cepat kita menemukan seseorang itu " jawab Salma lagi
Mereka semua yang berada di sana hanya mendengarkan saja pertanyaan Arkana dan jawaban Salma bahkan waktu seperti berhenti maid dan penjaga yang berada di sekitar nya berhenti dan berdiam diri
"dan satu lagi jika ingin menemukan seseorang dengan cepat maka jangan pernah tinggalkan waktu sholat lima waktu agar lebih cepat"sambung Salma lagi
"jadi begitu jangan pernah tinggalkan sholat "lirih Arkana yang tidak dapat terdengar oleh siapapun
"sudah Arkana biarkan gadis ini sholat dulu"lerai mami kepada Arkana agar berhenti bertanya dulu
"baiklah mari nak " ajak mami kepada Salma agar melanjutkan berjalan menuju kamar tamu
kembali ke ruang tamu
"om dari mana tadi " Ilham membuka suara sehingga memecah keheningan di ruang tamu
"om sama Tante abis nganter keponakan om untuk berobat" jawab papi
"bukannya bang Rival waktu berobat nya pagi ya " tanya Bisma saat mengingat kebiasaan anak dari Kaka papi nya Arkana itu
"iya tapi om sama Tante main dulu di rumah ka Rossa " jawab papi lagi
Mereka mengangguk saja mendengar jawaban papi Arkana
"eh Ar lo mau ke mana"tanya Ilham saat dia melihat Arkana meninggal kan ruang tamu
Arkana tidak menjawab dia terus berjalan saja dengan pikiran yang terus terngiang ngiang ucapan Salma
"aneh " gerutu Ilham sedangkan Zainal dia sedang santai sambil menyenderkan punggungnya ke sofa dengan tenang
"sudahlah biarkan saja mungkin dia pergi ke kamar nya "ucap papi Arkana kepada Ilham yang merasa aneh dengan sikap Arkana meski dia pun aneh
Rossa Aulia Tian Kaka dari devano Agustian yaitu papinya Arkana dan istri dari almarhum Ilyas Fajri Tian
Rossa dan Ilyas memiliki satu putra yaitu Rivaldo Fatir Tian saat rival berusia 15 tahun, Ilyas pergi meninggalkan istri dan putranya karena musibah menimpanya di saat Ilyas sedang menyebrang jalan tiba tiba saja ada mobil yang menabrak nya karena rem mobil nya blong ,sehingga Ilyas mati di tempa karena pendaran yang hebat
Rival memiliki penyakit yang sulit untuk di sembuhkan bahkan dia sekarang harus berobat jalan agar bisa sembuh secara perlahan meski mustahil, tapi tidak ada salahnya mencoba secara perlahan
Bersambung.........
(maaf ya kalau ada yang engga nyambung lagi di episode sebelumnya)
__ADS_1