gadis misterius yang baik hati

gadis misterius yang baik hati
bagian 35


__ADS_3

Salma masih dengan posisi semula dengan pandangan mata yang terkunci kepada seluruh komputer komputer itu sedangkan Arkana dai merasa sedikit pusing karena sedari tadi ia mengawasi Salma yang terus fokus ke pada komputer yang bergerak cepat


"Salma apa kau tidak pusing membaca semuanya dengan cepat"pertanyaan Arkana itu mampu membuat Salma berhenti dari aktivitas nya


"tidak aku sudah biasa" jawab Salma sambil melihat wajah Arkana yang berada di sampingnya


"sal gue dapat " ucap Zainal dengan sedikit berteriak saat dia berhasil mendapatkan informasi tentang orang orang itu


"bawa ke mari " titah Salma


Zainal pun langsung berdiri dan mendekati Salma dan Arkana dan di ikuti Ilham dan Bisma yang sedari tadi mengawasi Zainal


"kau benar mereka bukan anak geng motor melainkan pembunuh bayaran" ucap Zainal yang sudah meletakkan laptop nya di depan Salma


Salma dan Arkana pun membaca dengan teliti tanpa ada yang terlewatkan


"pembunuh bayaran??? Kenapa dan siapa yang mengincar kamu ??" tanya Arkana dengan penuh pertanyaan kepada Salma


"biasanya kalau sudah pembunuh bayaran turun tangan biasa untuk !!! " ucap Bisma di gantung


"apa kamu memiliki jabatan tinggi sal " tanya Ilham saat dia paham


"tidak mungkin juga orang itu melakukannya dengan sengaja bukan " sambung Ilham lagi


"masih masuk akal juga kalau mereka menginginkan cafe milik kamu " ucap Bisma lagi


"tapi tidak mungkin juga Salma terus menerus di teror oleh pembunuh bayaran setiap saat bukan " Zainal pun angkat suara sehingga membuat ruangan itu langsung sepi mereka langsung melihat ke arah Salma yang sedang berfikir


"hah lagi dan lagi pembunuh bayaran" batin Salma dengan mata tertuju kepada laptop Zainal


"seperti nya tikus masih ingin bersembunyi ,,,biarkan tikus itu bersembunyi sampai lelah di saat lelah baru aku akan menyerang tikus itu dengan perlahan tidak seperti kucing yang selalu mengejar mangsanya " ucapan Salma itu mampu membuat mereka berfikir lebih keras lagi


"tapi siapa tikus itu " pertanyaan Zainal itu mampu membuyarkan pikiran mereka


Salma tidak menjawab dia malah mengambil laptop Reyna lalu mengotak ngatik nya lagi


Setelah selesai mengotak ngatik nya Salma pun menunjukkan nya kepada mereka


"CAR hotel???? " ucap Bisma dan Zainal bersama


"hmmm Setiap kali penyerangan dan saat aku mencari tahu tentang pembunuh bayaran itu pasti jalan akhirnya menuju CAR hotel " jawab Salma tanpa memandang wajah mereka dia hanya melihat ke arah laptop saja


Mereka semua tidak paham maksud Salma sehingga mereka harus berfikir lebih keras lagi sehingga membuat ruangan itu kembali sepi lagi


Aish


Ringis Salma sembari memijit pelipisnya karena dia sedikit merasakan pusing sehingga mereka langsung sadar kembali dari lamunan dan pikiran mereka masing masing

__ADS_1


"kau kenapa sal" tanya Zainal saat melihat Salma sedikit menunduk dan memijit pelipisnya pelan


"apa tidak baik baik saja" sambung Ilham lalu melihat ke arah Bisma yang sudah memasang wajah was was nya


"tidak hanya pusing sedikit saja "jawab Salma sambil menggelengkan kepalanya


"kau yakin sal "tanya Arkana dengan wajah yang mulai khawatir


"hmmm" Salma hanya berdehem saja


Sedangkan Ilham, Zainal dan Bisma langsung mengingat perkataan Reyna "kalau ka Salma pulang ke rumah sakit bukan hanya perut saja yang tendang tapi juga benda berharga milik mu juga"


Mereka langsung menelan ludah mereka dengan kasar


Arkana yang berniat untuk memegang kening salma malah terkena lukanya yang berada di dekat kening nya


Awww


Ringis Salma saat Arkana tidak sengaja memegang nya karena saat akan memegangnya Salma semakin menunduk alhasil Arkana memegang luka tadi


"ya ampun aku lupa kamu belum minum obat " ingat Arkana dengan wajah yang mulai terlihat panik lagi


"eh Ar bentar lagi makan malam kita terlalu lama disini" ucap Zainal yang melihat jam tangan yang ia pake


"benar karyawan juga sudah pulang dari tadi " sambung Bisma


Salma tidak mendengar kan ucapan mereka karena Salma sedang menahan keseimbangan badannya agar tidak jatuh benar saja dia oleng dengan sigap Arkana menhan tubuh salma


"hah nal Lo bawa mobil gue " ucap Arkana sembari menggendong Salma


Sedangkan ketiga lelaki itu menatap tidak percaya kepada Arkana yang begitu perhatian terhadap orang lain


Salma yang merasa dirinya melayang pun membuka mata nya benar saja dia sudah berada di dalam gendongan Arkana lagi


"kalau di gendong itu pegangan"ingat Arkana yang melihat salma belum mengalungkan tangannya sembari berjalan


"ribet " komentar Salma tapi dengan tangan yang mulai mengalungkan tangannya ke leher Arkana


Arkana yang melihat itu hanya tersenyum tipis saja


"ham bawa laptop Reyna kalau engga kamu yang kena amuk Reyna " ingat Salma saat dia mengingat laporan Reyna masih ada di ruang komputer


Ilham yang mendengarnya pun langsung ketat ketir saat nama Reyna di bawa bawa dia pun langsung kembali lagi ke ruang komputer sedangkan Zainal dan Bisma hanya menahan tawanya saja saat melihat wajah panik Ilham sembari membayangkan bagaimana Ilham di amuk Reyna


.


.

__ADS_1


.


.


"pelayan panggil Kamila dan putri kemari " titah Fahmi kepada maid yang ada di sana saat mereka sudah sampai di ruang tamu


"baik tuan " jawab maid itu lalu pergi meninggalkan ruangan itu


Sedangkan Faisal dia semakin was was saat mendengar nama Reyna, wajah nya mulai pucat dengan keringat dingin yang mulai keluar


"kamu kenapa Faisal " tanya Fahmi saat melihat wajah Faisal sedikit pucat


"ti-tidak Deddy tidak apa apa " jawab Faisal dengan nada gugup


Sedangkan di dapur


"permisi nyonya, nona tuan Fahmi memanggil kalian ke ruang tamu " ucap maid tadi yang sudah ada di dapur dengan sedikit membungkuk


"ada apa Fahmi memanggil kita put " tanya Kamila kepada Reyna


"hehehe Ayo aunty kita lihat putramu kembali menderita dengan kesalahannya sendiri hehehe" ajak Reyna dengan tersenyum tipis


sedangkan Kamila dia bingung sendiri saat mendengar Reyna menyebut putra nya kembali menderita


Reyna tanpa menunggu lama lagi langsung membawa Kamila ke ruang tamu


"hai tuan muda Faisal " sapa Reyna saat dia sudah ada di ruang tamu dengan senyum devil nya


Glek


Faisal menelan ludah nya dengan susah payah saat melihat senyum devil Reyna bercampur dengan senyum jahilnya


"h-hai pu-putri " jawab Faisal dengan nada semakin gugup


"ada apa ini Fahmi kenapa wajah putraku pucat dengan nada suara yang gugup" tanya Kamila setelah duduk di sisi Faisal dengan melihat terus wajah Faisal yang pucat dan gugup


"hah putramu kembali berulah lagi bukannya menolong malah menonton" jawab Fahmi dengan tatapan tajam menuju Faisal yang sedang menunduk


"Maksudnya bagaimana"tanya Kamila lagi belum faham


"hehehe jadi begini aunty......" Reyna pun menceritakan semuanya lagi tentang penyerangan Salma


"apa wah Faisal kamu memang kebiasaan ya " kaget Kamila saat mendengar cerita Reyna


Faisal tidak menjawab bahkan untuk menatap sang ibu saja tidak berani jika ia sedang marah


"hehehe uncle aunty boleh ya aku menghukum nya " izin Reyna yang sudah gatal masih dengan senyuman penuh artinya

__ADS_1


Bersambung.........


__ADS_2