
Safira yang melihat Salma tertidur sedikit tenang saat mengingat bahwa Salma setiap malam selalu saja terjaga alias tidak tidur semalaman
"saf " panggil Ilham saat melihat Safira masih terdiam di dekat pintu dengan pandangan mata ke arah Salma
"ah ya ada apa " jawab Safira setelah mendengar panggilan dari Ilham
"kamu kenapa malah melamun di situ" tanya Ilham kepada Safira
"ah tidak " jawab Safira sambil berjalan menuju sofa untuk menyimpan tas ransel sekolah nya yang berisi peralatan sekolah dan baju sekolah yang ia simpan di sana
"ka Salma ke Napa ka " tanya Safira kepada Arkana yang duduk di dekat Salma yang sedang tertidur
"dia menangis lalu tertidur"jawab Arkana singkat
"hah aku kira ka salma tidur dengan meminum obat tidur lagi " ucap Safira tanpa sadar
"coba ulangi " titah Arkana yang mendengar nya
Upss
Safira langsung menutup mulut nya dengan tangan kanan nya saat mendengar titah Arkana dan menyadari nya
"coba ulangi perkataan mu yang tadi " titah Arkana lagi saat melihat Safira menutup mulut nya sendiri
"tidak aku hanya salah bicara saja " geleng Safira dengan cepat
"Safira tidak apa apa bicara saja jangan di tutup tutupi "ucap Ilham dengan lembut kepada Safira
Hah
Safira menghela nafas nya dulu sebelum menceritakan nya
"aku tidak sengaja melihat ka salma dua hari kemarin meminum obat sebelum tidur di pagi hari sebelum aku berangkat sekolah tanpa di Ketahui oleh ka Salma, dan aku tidak bertanya kepada ka salma karena aku berfikir bahwa itu hanya obat penghilang pusing saja, untuk menghilangkan rasa pusing setelah semalam tidak tertidur..." ucap Safira terpotong oleh ucapan Arkana
"semalaman tidak tidur??? apa maksud nya " ulang Arkana saat mendengar nya
"iya setiap malam ka Salma tidak tidur dia akan tidur di pagi hari setelah semu nya pergi untuk melakukan aktivitas masing masing " jawab Safira jujur
"bagaimana kamu mengetahui nya saf " ucap Ilham
"setiap kamu bertiga bangun dari tidur kami, aku dan yang lainnya selalu saja melihat ka Salma masuk dari arah balkon , dan setiap kamu bertanya tetap saja jawab nya sama yaitu ' gue tidak bisa tidur jadi gue ke balkon ' itu yang selalu ka Salma ucap kan saat kamu bertanya" jelas Safira
"lalu dari mana kamu mengetahui Salma meminum obat tidur " tanya Arkana lagi
"kemarin karena aku penasaran jadi saat ka Salma pergi ke luar dan di sini hany ada aku, aku pun langsung melihat ke dalam isi tas ka Salma karena dia menyimpan nya di sana, saat aku melihat nya ternyata dugaan aku salah, yang aku kira obat pereda pusing ternyata itu obat tidur " jelas Safira lagi
Arkana tidak bertanya lagi dia pun segera melihat ke arah Salma yang sedang tertidur pulas
__ADS_1
"apa Zahra dan Serena tau tentang ini " tanya Ilham kepada Safira lagi
"sudah kemarin sore aku memberi tahu mereka " angguk Safira
Hah
Ilham menghela nafas nya saat dia melihat ke arah Arkana dan arakan sedang memperhatikan wajah Salma dengan raut wajah yang sulit untuk di baca
"benar benar misterius bahkan sahabat nya saja baru mengetahui nya "batin Ilham
"siapa dan apa yang membuat kamu seperti ini sal " batin Arkana terus bertanya tanya kepada diri nya sendiri
Ruangan kembali sepi dengan pikiran mereka masing masing
Satu jam lamanya mereka bertiga saling berdiam diri tanpa ada yang mau membuka suara terlebih dahulu
Arkana yang berada di sisi Salma merasa heran saat Salma terus saja menggeleng kan kepala nya dengan keringat dingin yang mulai ke luar
Hos hos hos
Salma langsung terbangun dari tidur nya dengan wajah yang penuh keringat dan nafas yang memburu dan juga sedikit pucat, Salma pun mengusap wajah nya yang di penuhi dengan keringat dengan tangan nya
Mereka bertiga kaget saat Salma langsung bangun dengan keadaan yang seperti itu
"ka kau tidak apa apa" tanya Safira sambil menatap wajah Salma a
Salma yang mendengar suara Safira pun langsung melihat ke arah nya dan melihat sekeliling
Salma yang melihat Safira sedang berjalan menuju dirinya pun langsung bangun dari duduk nya dan berjalan menuju kamar mandi dengan langkah yang sedikit berlari
Safira langsung terdiam di tempat begitu juga dengan Arkana dan Ilham yang melihat nya sampai Salma masuk ke kamar mandi
"kenapa dengan Salma " ucap Ilham saat dia melihat Salma sudah masuk ke dalam kamar mandi
"entah aku juga tidak tau " ucap Safira dengan kembali duduk lagi
"apa kau mengetahui nya tentang ini " tanya Arkana kepada Safira
"tidak,, bahkan aku baru melihat nya "gelang Safira dengan pelan
"ini apa lagi sal ?? kenapa kamu menutupi nya " batin Arkana
"apa yang sebenar nya terjadi kepada dirimu ka?? kenapa kamu selalu menutupi nya dari kami( Zahra dan Serena) " batin Safira juga
Ceklek
Suara pintu kamar mandi terbuka sehingga pandangan mereka bertiga langsung menuju pintu kamar mandi yang sudah memperhatikan Salma dengan wajah yang sudah sedikit segar
__ADS_1
Salma pun berjalan menuju kursi yang ada di dekat ranjang Reyna lalu duduk di sana setelah sampai di sana
"ka apa yang terjadi dengan dirimu " tanya Safira tanpa basa basi lagi karena dia sudah penasaran
"tidak ada" jawab Salma dengan membuang pandangan nya menuju ke arah lain
Ceklek
Suara pintu ruangan Reyna terbuka
mereka semua pun langsung melihat ke arah pintu untuk melihat siapa yang masuk terkecuali Arkana yang sedang memperhatikan wajah Salma
Ternya yang masuk ke ruangan Reyna Zahra dengan jas dokter nya yang ia simpan di pergelangan tangan nya dengan wajah pucat dan kelelahan
"zah Lo kenapa" tanya Safira kepada Zahra yang baru masuk ke ruang itu
"hah tiba tiba gue jadi dokter dadakan" jawab Zahra sambil mendudukkan bokongnya di samping Safira
"hah maksudnya bagaimana zah " ucap Safira tidak paham
"hah tadi ada korban kecelakaan dan gue yang harus nanganinya karena dokter yang lain sedang penuh " jawab Zahra
"lah terus kenapa muka Lo pucat gitu " heran Safira karena tidak mungkin dia menjadi pucat karena itu bukan isi pikiran Safira
"di beberapa bagian tubuh nya ada luka sobekan jadi gue yang harus menjahit luka itu dan itupun pengalaman pertama gue selama menjadi dokter"jelas Zahra
"lah terus apa hubungannya dengan luka jahitan "dengan polos nya Safira menanyakan nya
"aish dasar teman dodol nilai aja tinggi di sekolah" gumam Zahra lirih
"muka gue pucat karena gue takut pas gue jahit luka korban itu dodol " ucap Zahra dengan sedikit kesal
Oohhh
jawaban Safira membuat Zahra semakin kesal sedangkan yang lain nya hanya menonton saja
Derttt derttt
Suara ponsel Salma berdering yang berada di atas lemari baju kecil yang ada di dekat sofa
Salma pun bangun kembali lalu berjalan menuju ponsel nya berada lalu mengambil ponsel nya
" ka Ella " gumam Salma lirih saat melihat siapa yang menelpon nya
Tiba tiba saja perasaan nya menjadi tidak enak dan tertuju kepada umi Salma pun bertanya tanya apa yang menjadi perasaan nya semakin tidak enak itu
Salma pun langsung mengangkat panggilan tersebut untuk mengetahui apa yang terjadi
__ADS_1
"assalamualaikum ka " ucap salam Salma dengan perasaan yang semakin tidak enak
Bersambung........