
"jadi aku harus mulai dari mana dulu om " tanya Reyna kepada Arkana
"berhenti memanggil kami dengan sebutan om meski kami belum memberi tahu nama kami tapi kamu sudah mengetahui nya" sewot Zainal yang masih kesal
"oh tentu tidak bisa om aku masih 16 tahun sedangkan kalian sudah berada di atas 20 tahun " jawab Reyna enteng
"hah sudah kalau seperti ini terus kapan kamu cerita nya " pisah Bisma yang sudah penasaran
"baiklah mari mulai serius " ucap Reyna lagi
"apa yang Salma bisa dalam bentuk beladiri atau sebagiannya " tanya Ilham kepada Reyna
"hmmm ka Salma tidak terlalu bisa beladiri jika ia bisa untuk sekarang mungkin hanya sepuluh persen saja ,karena Ka Salma sudah hebat dalam menghindari gerakan dan menangkis gerakan cepat atau lambat dari lawan ,Ka Salma pintar dalam memegang belati, busur dan pedang saja jika belati dan pedang baru 4 tahun lalu ka Salma baru menguasai nya ,jika busur ka salma pernah bilang kalau itu sudah keahlian nya dari kecil karena ka Salma paling pintar bertarung dari jarak jauh itu kata ka salma " jelas Reyna lagi
"hanya bisa menagkis dan menghindari gerakan saja " ulang Bisma lalu melirik Zainal
"berarti memang Salma tidak terlalu pintar dalam bela diri " sambung Ilham lalu mengikuti apa yang di lakukan Bisma
"pintar dalam memegang belati dan pedang itu wajar jika Salma bisa menghindari dan menangkis gerakan lawan ???tapi untuk beladiri tidak terlalu bisa " ucap Zainal yang terus merenungkan nya
"hah lelet jawabnya ka salma lemah secara fisik dan mental, jika fisik aku tidak tahu kalau mental karena kejadian di masa lalu nya yang selalu menggangu kesehatan ka Salma " ucap Reyna yang sudah gatal mendengar jawaban mereka
"jika fisik Salma terlalu mudah lelah " sambung Arkana yang mendengar penjelasan Reyna
(ga tau benar atau salah author ga terlalu tahu soal fisik dan mental ya jadi maaf kalau ada yang salah atau tertukar)
"apa penyebab utama Salma menjadi trauma dengan suara pistol" sekarang Arkana yang bertanya yang masih penasaran tentang trauma nya Salma
"hah sebenarnya aku juga baru mengetahuinya tadi pagi saat aku menanyakannya kepada bibi jadi ka Salma Taruma karena....." Reyna pun menceritakan apa yang bi Ajeng katakan tadi tapi tidak dengan bekas goresan belati dan peluru karena Reyna ingin memastikan terlebih dahulu dan tentang dia dan Salma yang sudah di tolong oleh tuan andiri
"dan sampai sekarang lah ka menjadi trauma meskipun aku sudah mengetahui sejak lama Ka Salma trauma dengan suara pistol tapi aku baru mengetahuinya tadi pagi alasan nya " jelas Reyna lagi
"jika tertembak dua peluru sekaligus seharusnya Salma tidak selamat " ucap ilham
"ya terlebih lagi di bagian kanan " sambung Zainal yang mulai berfikir
"lalu bagaimana kamu dan Salma bisa selamat " tanya Arkana sekarang
"aku yang sudah pingsan di pelukan ka salma saat ka Salma melindungi tubuh aku jadi aku tidak terlalu mengingat semuanya karena di situ juga aku masih kecil tidak terlalu mengingat apapun " jawab Reyna sambil mengangkat bahunya
Arkana terus menatap wajah Reyna dengan intens karena bagi Arkana ucapan Reyna seperti di potong atau tidak lengkap, memang benar bahwa Reyna tidak menceritakan semuanya dengan jelas tapi karena Reyna memiliki julukan isi kulkas dua pintu itu pandai berbohong hanya bi Ajeng dan Salma saja yang dapat melihat kebohongan Reyna
"jadi karena itu Salma trauma" tanya Bisma
"Rey sebaiknya tentang ka Salma di singkirkan dulu sekarang kita fokus dulu ke rencana untuk membantu ka salma dulu saja " ingat Safira yang sedari tadi hanya mendengarkan saja
"benar jadi bagaimana rencana nya Rey " tanya Zainal
__ADS_1
"baiklah pertama......" Reyna pun memberi tahu rencana nya untuk membantu Salma sembuh dari rasa traumanya dengan bantuan dari mereka dan sedikit rencana dari mereka juga yang di gabung menjadi satu
.
.
.
.
seorang gadis yang baru saja sampai di pantai dia langsung berjalan jalan di pinggiran ombak dengan sepatu yang sudah di buka sehingga membuat air laut mengenai kakinya setelah puas berjalan jalan di pinggiran ombak gadis itu pun memilih duduk di pasir putih dengan pemandangan yang indah langsung melihat ke laut lepas
"hmmm setidaknya aku kesini bisa menata hati lagi agar lebih kuat lagi saat menghadapi tantangan dan rintangan yang sudah mulai terbuka lagi " lirih gadis itu
"eh non Salma ko sendiri aja mana non Reyna nya " sapa seorang ibu ibu yang sudah ada di sisinya
Kenapa ibu itu bisa mengenali Salma karena ibu itu penjual nasi goreng di pinggir jalan yang selalu Salma dan Reyna kunjungi saat mereka berdua datang ke mari
"tidak Bu Reyna sedang ada pekerjaan sedikit jadi aku datang sendiri"jawab Salma masih setia melihat ke depan
Ya gadis itu Salma setelah pulang dari apartemen nya Salma memutuskan untuk pergi ke pantai terlebih dahulu karena itu kebiasaan Salma kalau ada banyak masalah seperti sekarang
"ibu tidak jualan Bu "tanya Salma kepada ibu itu
"tidak kemarin ibu tidak belang jadi inu sudah kehabisan stok makanan nya "jawab ibu itu
"yah padahal tadinya aku ingin makan nasi goreng buatan ibu " ucap Salma lagi kepada ibu itu
"walaikum salam "jawab Salma lalu melihat ibu itu yang sudah mulai pergi menjauh
Setelah satu jam lamanya Salma terdiam dengan pandangan terus melihat ke depan dengan pikiran yang terus berperang tiba tiba saja ada cairan bening Keluar dari kedua matanya Salma yang merasakannya langsung memejamkan matanya lalu mengusap air matanya
"hah lebih baik sekarang aku pulang mumpung masih siang jadi bisa istirahat"lirih salma lalu bangun dari duduknya dan mulai berjalan menuju parkiran motornya
Setelah sampai di parkiran dia menggunakan sepatunya terlebih dahulu dengan duduk di kursi yang ada di sana setelah selesai baru lah dia menuju kembali ke motornya lalu memakai helmnya
Salma mulai menghidupkan motornya lalu meninggalkan area parkiran tapi saat dia sudah berada di jalan yang biasa ia gunakan tiba tiba saja perasaannya tidak enak dan benar saja di tengah tengah jalan sudah ada beberapa orang dengan pakaian lengkap serba hitam dan muka yang sengaja di tutup
Dan tanpa Salma sadari ada yang mengikuti nya dari parkiran sampai ke sini
"hah apa aku harus memegang benda tajam setelah sekian lamanya"gumam Salma dengan motor yang perlahan berhenti
dan tanpa di duga oleh Salma salah satu orang yang menghadangnya melemparkan belati kecil yang hampir saja mengenai kakinya dengan segera Salma turun dari motornya masih dengan memakai helm
"siapa kalian" tanya Salma dengan nada dingin
"kau tidak perlu tahu mari kita percepat saja agar tugas kami cepat selesai " jawab orang yang tadi melemparkan belati kecil itu
__ADS_1
mereka pun menyerang salma dengan bersamaan Salma yang tidak bisa bela diri itu kewalahan, dengan terpaksa dia mengambil dua belati yang selalu ia simpan di setiap kendaraan yang ia pakai meski kendaraan itu tidak di pakai
Perkelahian pun terjadi dengan sengit di mana 10 orang pembunuhan bayaran melawan satu orang gadis yang masih memakai helm
Saat Salma tidak menyadarinya tiba tiba saja
Bugh
.
.
.
.
Bip bip bip
Suara ponsel Reyna sehingga membuat mereka berhenti berbicara lalu melihat ponsel Reyna yang terdengar begitu kencang
"Rey lihat ponsel mu berisik " ucap Zainal
Reyna yang merasa heran kenapa ponselnya berbunyi begitu kencang pun langsung melihat apa yang masuk kedalam ponselnya
"KA SALMA"teriak Reyna kaget saat melihat ponselnya
mereka yang ada di San langsung kaget saat Reyna berteriak dengan memanggil nama salma
"Rey Lo kenapa kenapa lo teriak ka Salma " tanya Safira heran saat melihat Reyna yang mulai fokus pada laptop nya setelah melihat ponselnya
"Rey jawab kenapa " tanya Bisma mulai khawatir saat melihat tangan Reyna yang sudah sedikit bergetar
"ka Salma dalam bahaya " jawab Reyna dengan nada yang di buat setenang mungkin
"maksudnya"tanya Zainal
Reyna pun menyimpan ponsel di meja lalu fokus kembali ke laptop nya
"Rey kenapa ponsel kamu terus berbunyi"tanya Ilham
"terus kenapa juga di ponsel kamu seperti tombol alarm " sambung Bisma
Ya di layar ponsel Reyna terdapat tombol alarm yang entah kapan berhenti berbunyi
"itu alarm yang langsung menyambung kepada motor ka salma " jawab Reyna dengan terus fokus pada laptop nya
"maksudnya" Zainal tidak paham
__ADS_1
"hah di setiap kendaraan milik ka salma terdapat dua belati di mana jika belati itu di ambil atau di cabut dari tempatnya, otomatis alarm yang ada di ponsel aku akan berbunyi terus sampai aku dapat lokasi ka Salma jika aku belum mendapatkan lokasi nya maka alarm itu tidak akan mati " jelas Reyna yang terus mengotak ngatik laptop nya
Bersambung........