gadis misterius yang baik hati

gadis misterius yang baik hati
bagian 29


__ADS_3

"hah bagaimana masih belum paham" bingung Bisma sambil menggaruk tengkuknya


"huh jadi begini aku menyimpan alat di semua kendaraan ka Salma dengan otomatis alarm yang akan menyambung ke ponsel aku " jawab Reyna masih dengan mata serius menatap layar laptop dengan tangan tidak berhenti mengotak ngatik laptop


"alat ??? alat apa maksudnya" tanya Ilham sekarang


"saat aku mengetahui bahwa ka Salma selalu menyimpan dua belati di setiap kendaraan yang ka Salma miliki maupun kendaraan punya aku dari situ aku langsung membuat alat otomatis, saat belati itu di ambil atau di keluarkan dari tempatnya maka alarm akan berbunyi di ponsel aku dengan kencang sebelum aku menemukan lokasi ka salma alarm itu tidak akan berhenti" jelas Reyna yang sama sekali tidak mengalihkan pandangannya


"kenapa kamu menyimpan alat di setiap kendaraan jika kamu harus menemukan lokasinya terlebih dahulu itu artinya kamu juga menyimpan alat pelacak juga " sekarang Zainal yang bertanya


"iya karena aku tidak ingin saat itu terjadi kembali "lirih Reyna tapi masih bisa di dengar


"terjadi kembali???" ulang Arkana


"ya saat aku menyusul ka Salma ke suatu tempat ternyata ka Salma sedang di keroyok oleh seseorang saat aku sampai di sana aku melihat Ka Salma sedang berbaring di tepi jalan dengan terus mengatur nafasnya dan juga luka lembab di mana , hah dari situ lah aku memutuskan untuk membuat alat itu " jelas Reyna lagi


"jadi Rey ka salma sering di keroyok " tanya Safira yang mendengar kan


"hah iya tapi ka Salma selalu menutupi nya bahkan hanya sekedar bercerita saja tidak terkecuali bi Ajeng bahkan gue udah sering liat ka salma nangis di pelukan bi Ajeng ketika malam hari " jawab Reyna lagi


"dapat Ais kenapa cuman tiga saja " ucap Reyna saat dia mendapatkan lokasi Salma


Saat lokasi Salma di temukan benar saja alarm yang di ponselnya berhenti tapi saat dia mengecek cctv ternya hanya ada tiga saja itu juga sedikit jauh


"huh om Zainal boleh aku pinjam laptop mu dan om pantau cctv ini " ucap Reyna lalu mengambil laptop Zainal sembarang memberikan laptop nya kepada Zainal agar dia bisa melihat pergerakan


"hah Rey kau yakin ka Salma akan selamat" tanya Safira yang melihat laptop Reyna yang sedang di lihat mereka semua


"entah karena cctv itu tidak menunjukkan semua pergerakan orang orang itu "jawab Reyna


mereka pun terus melihat laptop Reyna sedangkan Reyna sendiri ia sedang mencari cctv lain yang ada di sekitarnya


"dapat "ucap Reyna lalu menyimpan laptop Zainal di dekat laptop Reyna yang ada di meja sehingga membuat mereka dapat melihat semua pergerakan orang orang itu dan Salma


"eh Rey bukannya itu helmnya ka Salma ya Ki terbelah dua" ucap Safira saat melihat ada dua belahan helm


"Rey apa ada yang aneh " tanya Bisma lagi saat melihat kedua laptop itu secara bergantian

__ADS_1


"hmmm kau benar om tapi... siapa orang itu "ucap Reyna sambil membesarkan salah satu rekaman cctv yang memperlihatkan seseorang masih duduk di jok motor nya


"lah itu bocah bukannya bantuin kakanya yang sedang kewalahan malah nonton" ucap Reyna lagi saat mengenali siapa orang itu sehingga membuat pertanyaan semua orang


.


.


.


.


Bugh


Trak


Salma yang menyadarinya langsung membuka helmnya saat satu orang di belakang nya memegang sebuah balok alhasil helm Salma menjadi belah dua


"si*lan siapa sebenarnya kalian"teriak Salma setelah berhasil melumpuhkan beberapa lawannya dengan belati nya yang sudah penuh dengan darah


"tidak perlu tahu hos hos tugas kami hanya membunuh kamu saja hos hos"jawab orang itu dengan nafas yang memburu


"tidak " jawab Salma dingin saat dia akan menyerang kembali ada seseorang yang membantunya


Orang itu dengan mudahnya membereskan beberapa orang itu yang sudah kelelahan dengan gerakan yang cepat Salma hanya memperhatikan saja saat dia tahu siapa yang menolong nya dengan santainya dia mengambil ponselnya masih dengan posisi berdiri dengan beberapa luka lembab


"awas kau habis di tangan uncle saat pulang nanti"lirih Salma saat mengetahui bahwa orang itu sedari tadi memperhatikan nya dan dengan entengnya dia baru menolongnya saat lawan sudah lelah sungguh licik bukan


Setelah selesai orang itu pun mendekat Salma yang sedang menatapnya masih dengan berdiri dan di satu tangannya dia memegang kedua belati itu


"kau tidak apa apa ka " tanya orang itu dengan lembut


Bugh


Bugh


Bugh

__ADS_1


Salma langsung menendang perut dan kedua kakinya dengan kencang saat orang itu sudah ada di hadapannya


.


.


.


.


Mereka semua yang berada di ruangan Arkana itu kaget melihat apa yang di lakukan Salma kepada orang yang menolongnya


"hah Rey kaka mu aneh " ucap Ilham


"bukan nya terima kasih ini malah menendang orang itu "sambung Bisma


"eh Rey apa tidak dak sebaiknya..." ucapan Zainal terpotong Reyna


"om aku pamit dulu mau jemput ka salma jika tersu seperti ini bisa saja bocah itu akan babak belur oleh belati ka Salma " ucap Reyna sambil berdiri


"bair aku saja kau disini pantai terus "ucap Arkana sambil memegang pergelangan tangan Reyna lalu menatap wajah Reyna dengan tatapan horor saat Reyna akan protes


"hah baiklah tapi om harus cepat "jawab Reyna Arkana langsung berdiri lalu pergi meninggalkan ruangan itu


"Rey siapa orang yang lo sebut bocah itu"tanya Safira saat Reyna sudah kembali duduk lagi


"bentar gue mau menelpon seseorang dulu " jawab Reyna aku menelpon seseorang


"pergi dari sana di tangan ka salma masih ada belati " ucap Reyna saat panggilan nya tersambung lalu mematikan panggilan nya


"lo pasti ingat Safira seorang remaja yang menggoda lo saat di toko buku " tanya Reyna kepada Safira


Safira pun langsung mengingat nya


"ah ya tapi kenapa lo sebut dia bocah apa kalian sudah saling mengenal" ucap Safira


"hehehe dia ATM berjalan ku hehehe " jawab Reyna lagi sambil tertawa renyah lalu melihat ke arah laptop lagi

__ADS_1


sedangkan ketiga lelaki itu hanya saling melirik saja


Bersambung........


__ADS_2