
Mami Arkana begitu terharu saat melihat putranya sedang duduk di atas sajadah dengan menggunakan baju yang di rindukan olehnya, karena selama bertahun tahun Arkana belum pernah lagi menge akan pakaian untuk sholat bukan untuk sholat saja bahkan Arkana tidak pernah lagi mengenakan sarung atau duduk di atas sajadah
"Arkan "panggil mami dengan suara berat
Arkana yang merasa dirinya di panggil pun menengok ke arah suara itu lalu tersenyum melihat maminya ada di sana
Mami Arkana yang melihat itupun masuk lalu menutup pintu nya lagi, Arkana yang melihat maminya masuk dia pun membereskan perlengkapan sholat nya serta ganti baju lagi dengan pakaian santai
Setelah selesai mengganti baju Arkana menghampiri mami ya yang sedang duduk di pinggir kasur Arkana
"mi maaf untuk selama ini " ucap Arkana sambil berlutut dihadapan maminya dengan menggenggam ke dua tangan mami nya
"maaf untuk apa nak " tanya mami Arkana dengan mata yang berkaca kaca dan suara berat
"maaf aku tidak pernah mendengarkan perkataan mami " jawab Arkana masih dengan posisi semula
"perkataan yang mana nak " tanya mami Arkana lagi bahkan suaranya semakin berat
"maaf aku tidak pernah mendengarkan perkataan mami untuk selalu ibadah dan meminta bantuan kepada Allah untuk menemukan nya " jawab Arkana lagi dengan sedikit serak karena dia sedang menahan tangisannya
"jadi sekarang kau mau mendengarkan perkataan mami nak " tanya mami Arkana lagi supaya lebih jelas lagi
"iya mi aku ingin kembali hiks aku juga ingin dia kembali lagi mi hiks " jawab Arkana lagi dengan sedikit isakan tangisannya yang tidak bisa ia tahan lagi
"kembali lah menjadi dirimu lagi nak " ucap mami Arkana lagi dengan menahan nafasnya
"hiks mi apa dengan hiks ini dia bisa hiks kembali lagi hiks hiks " tanya Arkana dengan tangis yang mulai terdengar lebih jelas
"bangun lah nak " ucap mami Arkan sambil memegang ke dua baju Arkana agar dia bangun, setelah bangun mami Arkana meminta dia Duduk di sisinya
"bersabarlah dan teruslah berdoa dan beribadah agar kita dapat lebih mudah dalam mendapatkan petunjuk, teruslah seperti ini dan terus ingat kata kata salma " ucap mami Arkana lagi sambil membawa nama Salma
Mami Arkana menjadi mengingat perkataan salma ' jangan pernah tinggalkan waktu sholat lima waktu agar lebih cepat'
Sekarang mami Arkana tau mengapa putranya itu kembali lagi bersujud diatas sajadah jawab nya adalah perkataan Salma yang sedikit menusuk hatinya
"tante menaruh harapan besar kepada mu Salma, dan Tante sepertinya sudah mengetahui bahwa kamulah salah satu penyemangat lagi selain Tante dan dia " batin mami Arkana dengan menaruh harapan yang begitu besar kepada Salma
Sekarang mami Arkana paham bahwa Salma lah penyemangat bagi Arkana selain dirinya dan orang itu
"Arkan apa dia gadis yang kemarin kamu buntuti itu " pertanyaan itu membuat Arkana langsung melihat wajah maminya yang sedang tersenyum
"aish mami sudah lah, sekarang kita kebawah untuk makan malam mereka semua pasti sudah menunggu "Arkana mengelak untuk menjawab ucapan maminya
__ADS_1
"baiklah baiklah nanti saja kamu jawab nya " jawab mami sambil tersenyum melihat wajah Arkana yang salah tingkah saat di beri pertanyaan oleh nya
Mereka berdua pun turun ke lantai bawah dan menuju ruang makan dan di sana mereka semua sedang menunggu mereka berdua
Mereka pun duduk di bangku yang sering mereka gunakan entah sengaja atau tidak Salma duduk di dekatnya
Salma yang melihat Arkana duduk di sebelahnya pun melihat ke arah ketiga sahabat Arkana yang sedang memalingkan wajahnya begitu pun dengan Arkana yang langsung melihat ke arah sahabat nya
"sudah lah Arkan duduk saja kita makan " ajak papi Arkana saat melihat Arkana masih terus melihat ketiga sahabatnya yang masih memalingkan wajahnya
hah
Arkana menghela nafasnya terlebih dahulu
Setelah selesai dengan drama itu mereka pun makan dengan tenang dan lahap sehingga Zainal bertanya kepada mami Arkana
"Tante kenapa masakan nya sedikit berbeda " tanya Zainal saat menyadari bahwa rasa makanan nya sedikit berbeda
"ya iya lah berbeda karena Salma membantu Tante " jawab mami Arkana
uhuk uhuk uhuk
Arkana langsung keselek sehingga membuat di terbatuk batuk membuat mereka semua langsung melihat ke arah Arkana
Salma yang melihat Arkana masih terbatuk batuk langsung mengambil kan air putih yang ada di dekat nya lalu menyodorkan kepada Arkana
"kau kenapa Arkana " tanya papi Arkana berpura pura heran
"bukannya senang di masakin sama calon istri" sambung mami Arkana sehingga membuat Arkana kembali keselek yang masih minum itu
Sedangkan Salma dia heran sendiri dengan wajah yang sedikit memerah saat mendengar nya
papi Arkana yang masih melihat putranya itu batuk pun langsung membantu nya dengan sedikit menepuk nepuk tengkuknya dengan perlahan
"sudah Pi sudah " ucap Arkana saat merasakan tepukan dari papinya itu sudah mulai kencang
"baiklah baiklah" jawab papi dengan tersenyum puas saat melihat Arkana seperti salah tingkah
Makan malam pun di lanjutkan tanpa ada lagi yang membuka suara
.
.
__ADS_1
.
.
"uncle, aunty aku pergi dulu" pamit Reyna kepada Fahmi dan Kamila di depan pintu
"ingat jangan terlalu malam kamu pulangnya" ingat Kamila kepada Reyna saat mencium punggung tangan nya
"iya aunty"jawab Reyna sambil mencium punggung tangan Fahmi
"Faisal setelah mengantar putri kamu jangan keluyuran lagi langsung pulang " ucap Kamila kepada Faisal
"iya mommy " jawab Faisal dengan sedikit malas
"baiklah ayo berangkat takut terlalu malam " ajak Reyna kepada Faisal
"eh kamu mau kemana Faisal " tanya Reyna saat melihat Faisal akan masuk ke mobil
"ya masuklah "jawab Faisal malas
"iya tau tapi kamu salah arah " ucap Reyna lagi
"lah bukannya benar ya ini pintu mobil " jawab Faisal lagi sambil memegang pintu mobil yang sudah ia buka
"aish kau ini maksudnya kamu yang nyetir bukan aku " jelas Reyna lagi
"aku " tanya Faisal sambil menunjuk dirinya sendiri
"ya iya lah kamu " jawab Reyna dengan nada jengah
"malas " ketus Faisal sambil membuka pintu mobil lagi
"baiklah kalau tidak mau " jawab Reyna lagi dengan tersenyum jahil lagi yang sudah memiliki ide agar Faisal mau menyetir
"AU..." Reyna yang akan berteriak itu langsung di tutup mulut nya dengan tangan Faisal
"iya iya iya aku yang nyetir" ucap Faisal semakin malas sambil berjalan menuju mobil lagi
Sedangkan Reyna dia sudah tersenyum puas lalu masuk mobil
"kamu fokus aja nyetir aku mau nelpon ka salma dulu " ucap Reyna setelah masuk mobil
"silahkan saja " malas Faisal lagi
__ADS_1
Reyna pun langsung mengambil ponselnya yang ia simpan di ranselnya lalu menghubungi Salma
Bersambung........