
Salma sudah sampai di depan pintu apartemen nya dia pun langsung membuka pintu dengan seiringan senyum tipis saat melihat pintu sudah terbuka
Salma pun langsung masuk lalu menutup pintu lagi takut ada yang masuk dia pun langsung berjalan ke arah kamarnya untuk menyimpan jaket dan ransel gendongannya setelah menyimpannya Salma langsung membersihkan apartemen nya
Setelah selesai Salma kembali ke dapur untuk membuat cemilan dan teh hangat setelah selesai membuat nya Salma pun berjalan menuju balkon untuk bersantai sebentar dengan di temani teh dan cemilan
"hah sampai kapan aku akan terus seperti ini siapa sebenarnya orang itu yang sudah menghancurkan keluarga aku " lirih Salma dengan terus mengingat kemarin kemarin yang selalu di ikuti oleh pembunuh bayaran atau anak geng motor
"hah bahkan aku baru beberapa tahun ini hidup damai tanpa ada masalah, siapa sebenarnya dalang dari semua ini dan bagaimana mereka sudah mengetahui aku, yang sudah dewasa bahkan aku dan ka Ella juga sudah mengganti nama kami dengan nama yang aku buat hah "sambung Salma lagi dengan mata terpejam dan Cristal bening sudah keluar
Salma pun langsung mengusap air matanya perlahan lalu membuka matanya dan menikmati waktunya bersantai di balkon apartemen nya
.
.
.
.
Sesuai janjinya Reyna kepada Arkana bahwa dia akan datang ke perusahaan wigani saat jam makan siang bersama Safira dan saat ini Reyna dan Safira sudah berada di parkiran mobil khusus CEO karena Reyna sudah di beri tahu oleh Ilham
tapi saat mereka akan turun dari mobil mereka melihat seseorang membuka helmnya yang masih duduk di motor Yamaha milik nya dengan gaya yang elegan dan entah dia lupa atau nasib buruk menimpanya saat dia sudah turun dari motor tiba tiba saja
Bruk
Awww
Ringis seseorang itu saat dia melihat apa yang menimpanya ternyata motor nya sendiri orang itu terheran heran kenapa motornya bisa jatuh diapun bangun lalu membangunkan motornya
"kenapa motor gue bisa jatoh ya "gumam orang itu lalu melihat lihat motornya saat dia melihat biang kerok nya ternyata oh ternyata
"lah sejak kapan gue lupa ya kalo motor itukan ada standarnya "gumam dia lagi saat melihat standar motor masih terlipat sempurna
Setelah selesai memarkirkan motornya dengan sempurna tidak seperti tadi dia pun langsung masuk ke lobi perusahaan wigani
Sedangkan di mobil Reyna
"HAHAHA Rey tu orang kenapa bisa lupa sama standar motornya sendiri hahahaha "ucap Safira dengan tertawa ngakak di mobil
"hahaha entah sebentar deh gue ambil laptop dulu bisa jadi mainan baru nih " jawab Reyna dengan tertawa juga lalu mengambil laptop nya yang sengaja ia bawa yang di simpan di kursi belakang yang ada di dalam ransel gendongannya
Saat Reyna mencari tahu informasi tentang orang itu betapa terkejutnya dia
"saf kaya nya mainan kita ini bukan sembarang orang bisa deh " ucap Reyna dengan tersenyum devil saat mengetahui identitas orang itu lalu menunjukkan laptopnya kepada Safira
"wah wah wah apa dia akan tetapi jadi mainan baru lo Rey " tanya Safira masih dengan membaca semuanya yang ada di laptop Reyna
__ADS_1
"ya lagi pula aku tidak takut siapa orang yang jadi mainan baru asal orang itu ada di depan mata " jawab Reyna dengan menutup laptopnya sat Safira sudah selesai membacanya
"hah terserah kau saja ayo ini udah siang " ucap Safira mengingatkan Reyna
mereka pun keluarga dari mobil lalu menuju pintu masuk perusahaan wigani terlebih dahulu setelah masuk mereka bertanya kepada resepsionis
"permisi mbak kami ingin bertemu dengan tuan Arkana" ucap Safira kepada orang yang bertugas di sana
"maaf apa kalian tidak salah tempat"tanya orang itu saat melihat Reyna dan Safira yang menggunakan baju biasa saja tidak memakai baju kantoran
"tidak mbak kami tidak salah tempat " jawab Safira dengan senyum tipis
"tapi sepertinya kalian salah tempat " jawab orang itu lagi
Reyna yang sudah tidak sabar pun langsung berbicara
"kami tidak salah tempat atau lokasi karena tujuan kami memang benar kesini ke perusahaan PT Wigani compay yang beberapa tahun ini baru di pegang oleh tuan muda Arkana Wijaya Agustian " ucap Reyna dengan wajah tidak bersahabat
"dek sebaiknya adek sekolah dulu yang benar meskipun ucapan Ade benar " jawab teman orang itu
"memangnya kalian ini siapa sehingga memaksa begitu ingat bertemu tuan Arkana " ucap orang itu
"dak dek dak dek emang gue adek lu apa hah " komentar Reyna saat mendengar teman orang itu menyebut nya dengan dek
"hah gini nih kalo ke perusahaan orang tanpa ka salma harus bertanya dulu " ucap Reyna lagi dengan suara sedikit pelan dengan tangan yang terus sibuk mengotak ngatik ponselnya dan mata yang fokus ke ponsel
"halo om " ucap Reyna saat dia berhasil menemukan apa yang dia inginkan
"maaf ini siapa " jawab orang di sebrang sana karena Reyna baru saja menelpon seseorang
"malaikat pencabut nyawa yang hampir saja mencabut nyawa om Arkana waktu semalam " ucap Reyna dengan nada dingin
"hah maksudnya katakan yang jelas siapa anda mengapa anda membawa nama bos saya " tanya orang itu lagi
"dengar baik baik om Ilham ini aku Reyna azkila putri jemput aku di lantai bawah " jawab Reyna lagi dengan sedikit menekan namanya saat Ilham bertanya siapa dirinya
ya yang Reyna hubungi adalah Ilham karena Reyna sudah tidak tahan lagi kalau dengan resepsionis itu
Sedangkan kedua orang yang berjaga di resepsionis itu terheran heran kenapa Reyna memanggil atasannya dengan sebutan om
"maaf kalian ini sebenarnya siapa"tanya orang itu dengan wajah yang mulai pias
"lihat saja nanti" jawab Reyna dengan nada dingin dengan wajah yang sudah datar
.
.
__ADS_1
.
.
Ilham yang sedang berada di ruangan Arkana bersama sahabatnya yang lain bingung karena dia mendapatkan nomor tidak di kenal Bisma yang melihat wajah bingung Ilham pun bertanya
" ham lo kenapa" tanya Bisma kepada Ilham
"ada nomor masuk tidak di kenal " jawab Ilham sambil menunjukan ponselnya
"angkat saja ham bisa jadi orang yang ganti nomor " usul Zainal yang mendengar jawaban Ilham
Ilham yang penasaran langsung memangkat panggilan itu tanpa basa basi lagi saat mendengar siapa orang itu Ilham langsung terdiam setelah panggilan itu di matikan lagi
"ham lo kenapa lagi " tanya Bisma lagi
"nal lo cek cctv resepsionis gue mau turun ke lantai bawah dulu " ucap Ilham kepada Zainal lalu dengan tergesa gesa dia turun kelantai bawah
Zainal yang mendengar ucapan Ilham bingung tiba tiba saja Ilham memerintahkan dia untuk mengecek cctv resepsionis lalu dia keluar dengan tergesa gesa dengan kebingungan Zainal pun langsung mengecek cctv resepsionis
"Ar mereka siapa "tanya Zainal setelah dia melarikan cctv
Arkana yang di panggil langsung Meno kearah Zainal dan Bisma yang duduk santai di sebelahnya langsung melihat ke arah laptopnya
"eh nal bukannya ini gadis yang semalam di restoran itu ya " ucap Bisma saat melihat wajah Safira ada di sana
"ya tapi siapa gadis satunya lagi " jawab Zainal sambil terus melihat laptop
"Ar coba lo liat dulu siapa mereka kenapa juga mereka ke sini bukanya lo juga udah ada janji ya sama seseorang orang " ucap Zainal lagi kepada Arkana yang masih setia duduk di kursinya
Arkana yang tidak terlalu penasaran dan mengingat bahwa dia akan bertemu Reyna ,Arkana yang sudah mengingat nya itu langsung bangun untuk melihat siapa sebenarnya orang yang di maksud Zainal dan Bisma itu
saat Arkana melihat siapa sebenarnya orang itu dia pun langsung melihat jam di tangan nya ternyata sudah jam makan siang
"dia gadis yang sedang gue tunggu untuk menggali informasi tentang gadis misterius itu" ucap Arkana yang sudah duduk di sisi Zainal
"memang nya dia siapa Ar " tanya Bisma
"dia Reyna adik angkat dari Salma salah satu hacker misterius itu dan salah satunya lagi Kaka nya yaitu Salma " jelas Arkana yang terus melihat laptop Zainal
" jadi benar bahwa Two hacker brother itu bersaudara" tanya Bisma lagi
"ya seperti namanya " jawab Arkana dan tidak ada pertanyaan lagi sekarang mereka sedang memantau Reyna dan Safira lewat cctv yang sudah menunjukkan Ilham yang sudah ada di sana dengan nafas yang sudah tidak teratur sehingga
Bersambung........
(masih di pantau 😂😂 satu lagi author mau minta maaf kalo ada yang sedikit bingung dalam membacanya ya maaf ya hehe)
__ADS_1